Christie Garry Mewengkang
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen pendidikan kristiani dalam pembentukan karakter unggul Christie Garry Mewengkang
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.239

Abstract

Educational management is closely related to creating a curriculum or managing classes in a learning process in educational institutions. The learning process that links Christian education with the formation of superior character has become a topic often repeated. However, connecting the management of Christian education with the appearance of excellent character is a discourse that needs to be considered in preparing the curriculum for Christian education. This article aims to show that the narrative of the formation of superior character is a necessity in Christian education. Using descriptive-constructive analysis methods, this research examines several previous literature related to Christian education. It produces an offer about building superior spirituality in Christian education to create excellent character. In conclusion, Christian education must be managed to develop the spirituality of exceptional Christian education. AbstrakManajemen pendidikan sangat berkaitan dengan pembuatan kurikulum atau mengelola kelas dalam sebuah proses belajar di lembaga pendidikan. Sejatinya, proses belajar yang mengaitkan pendidikan kristiani dengan pembentukan karakter unggul telah menjadi bahasan yang kerap diulang-ulang; namun, bagaimana mengaitkan manajemen pendidikan kristiani dengan pembentukan karakter yang unggul merupakan sebuah diskursus yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun kurikulum di pendidikan Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa narasi pembentukan karakter unggul menjadi niscaya dalam pendidikan kristiani. Dengan menggunakan metode analisis deksriptif-konstruktif, penelitian ini mengkaji beberapa literatur terdahulu terkait pendidikan kristiani, dan menghasilkan tawaran tentang membangun spiritualitas unggul dalam pendidikan kristiani sebagai cara membangun karakter unggul. Kesimpulannya, pendidikan kristiani perlu dikelola untuk dapat membangun spiritualitas pendidikan kristiani yang unggul.  
INTEGRASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MELALUI SERVICE-LEARNING DALAM WADAH PELAYANAN SISWA SMA NEGERI 9 MANADO Syela Sandrina Tulung; Heldy J. Rogahang; Christie Garry Mewengkang
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 7.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen (PAK) melalui model Service-Learning dalam kegiatan organisasi Pelayanan Siswa (Pelsis) di SMA Negeri 9 Manado, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, merumuskan strategi resolusi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Guru PAK (pembina) serta Ketua Pelayanan Siswa kelas Reguler dan Binsus, dan studi dokumentasi program kerja. Analisis data interaktif mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai PAK dalam Service-Learning diwadahi secara terstruktur melalui empat tahapan siklus: investigasi kebutuhan komunitas, persiapan konseptual-liturgis, tindakan pelayanan kontekstual (seperti ibadah mingguan, pendalaman Alkitab, perayaan hari besar Paskah dan Natal, serta aksi sosial ke panti asuhan), dan evaluasi-refleksi teologis. Nilai kasih (agape), iman transformatif, kepemimpinan pelayan (servant leadership), dan integritas moral menjadi landasan utama praksis pelayanan. Kendala benturan jadwal akademik dan keterbatasan dana diatasi melalui koordinasi jadwal terpadu, pendekatan mentoring personal, serta penggalangan dana kreatif-partisipatif. Secara holistik, implementasi ini membuktikan bahwa Service-Learning mentransformasi teori dogmatis PAK di kelas menjadi pengalaman praksis yang memperkokoh kedewasaan rohani, kepedulian sosial (diakonia), disiplin, serta etika kepemimpinan kristiani siswa