Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen (PAK) melalui model Service-Learning dalam kegiatan organisasi Pelayanan Siswa (Pelsis) di SMA Negeri 9 Manado, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, merumuskan strategi resolusi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Guru PAK (pembina) serta Ketua Pelayanan Siswa kelas Reguler dan Binsus, dan studi dokumentasi program kerja. Analisis data interaktif mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai PAK dalam Service-Learning diwadahi secara terstruktur melalui empat tahapan siklus: investigasi kebutuhan komunitas, persiapan konseptual-liturgis, tindakan pelayanan kontekstual (seperti ibadah mingguan, pendalaman Alkitab, perayaan hari besar Paskah dan Natal, serta aksi sosial ke panti asuhan), dan evaluasi-refleksi teologis. Nilai kasih (agape), iman transformatif, kepemimpinan pelayan (servant leadership), dan integritas moral menjadi landasan utama praksis pelayanan. Kendala benturan jadwal akademik dan keterbatasan dana diatasi melalui koordinasi jadwal terpadu, pendekatan mentoring personal, serta penggalangan dana kreatif-partisipatif. Secara holistik, implementasi ini membuktikan bahwa Service-Learning mentransformasi teori dogmatis PAK di kelas menjadi pengalaman praksis yang memperkokoh kedewasaan rohani, kepedulian sosial (diakonia), disiplin, serta etika kepemimpinan kristiani siswa
Copyrights © 2026