Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS MODULUS RESILIEN CAMPURAN LAPIS AUS ASPAL MODIFIKASI DENGAN SERBUK BAN BEKAS MENGGUNAKAN ALAT UMATTA (51-57) Tanya Audia Balqis
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kekuatan suatu campuran lapis aus aspal dengan pengaruh serbuk ban bekas yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan metode pengujian laboratorium menggunakan alat Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) untuk mengetahui besaran nilai Modulus Resilien (MR). Pengujian modulus resilien merujuk pada pedoman ASTM D4132.Penelitian dilakukan pada campuran lapis aus aspal dengan modifikasi serbuk ban bekas sebesar 15 % dan  kadar aspal optimum (KAO) 5,9 %. Penentuan campuran ditentukan berdasarkan pengujian marshall sebelumnya. Pengujian marshall sebelumnya dilakukan dengan variasi campuran kadar serbuk ban bekas sebesar 0 %, 5 %, 10%, 15 % dan 20 % terhadap berat agregat. Hasil pengujian umatta didapat bahwa nilai MR pada kadar serbuk ban bekas 15 % adalah sebesar 1560,5 Mpa untuk temperatur pengujian normal yaitu 25°C. Sedangkan nilai MR pada suhu maksimum 40°C dihasilkan nilai sebesar 234 Mpa. Penentuan suhu tersebut diambil sesuai pedoman perencanan perkerasan lentur Pd-T-05-2005-B. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa penurunan suhu mempengaruhi nilai modulus resilien campuran beraspal yaitu sebesar 85 %. Kemudian berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2013 diketahui bahwa nilai MR campuran lapis aus aspal pada suhu normal adalah sebesar 1100 Mpa. Berdasarkan uraian diatas diperoleh perbandingan kenaikkan nilai MR sebesar 29,5 % antara campuran normal dengan campuran serbuk ban bekas 15 %. Maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan modulus resilien pada penambahan serbuk ban bekas sebesar 15% yang dapat memberikan penambahan nilai kekuatan campuran lapis aus aspal dalam menahan beban kendaraan.Kata kunci : Lapis Aus Aspal, Serbuk Ban Bekas, Modulus Resilien, UmattaABSTRACT The purpose of this study was to determine the strength of an asphalt wear layer mixture with the influence of used Crumb Rubber (CR). The research was conducted by using laboratory testing methods using the Universal Material Testing Apparatus (UMATTA) to determine the Resilient Modulus (MR) value. Resilient modulus testing refers to ASTM D4132 guidelines. The study was carried out on a mixture of asphalt wear layers with modified tire powder by 15% and an optimum asphalt content (KAO) of 5.9%. The determination of the mix was determined based on previous Marshall testing. Previous marshall testing was carried out by varying the mixture of used CR content of 0%, 5%, 10%, 15% and 20% of the aggregate weight. The results showed that the MR value on the 15% used tire powder content was 1560.5 MPa for the normal test temperature of 25°C. While the MR value at a maximum temperature of 40°C resulted in a value of 234 MPa. The temperature determination was taken according to the flexible pavement planning guidelines Pd-T-05-2005-B. Based on these results, it was found that the decrease in temperature affected the resilient modulus of the asphalt mixture by 85%. Then based on Road Pavement Design Manual 2013, it is known that the MR value of the asphalt wear layer mixture at normal temperatures is 1100 MPa. Based on the description above, the ratio of the increase in MR value is 29.5% between the normal mixture and the used tire powder mixture of 15%. So overall it can be concluded that there is an increase in resilient modulus in the addition of used tire powder by 15% which can increase the strength value of the asphalt wear layer mixture to withstand vehicle loads.Keywords : Asphalt Concrete Wearing Course, Crumb Rubber, Resilient Modulus, Umatta
Perencanaan Geometrik menggunakan Autocad Civil 3D pada Jalan Akses Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Lampung Tanya Audia Balqis; Resti Agustina; Ranto Tumangger
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i01.3184

Abstract

ABSTRACT One of the efforts to improve the facilities for learning activities at the Lampung State Polytechnic is by providing classroom and practicum facilities which are realized in the construction of the Gedung Kuliah Bersama (GKB). The design road geometry as an effort to increase the accessibility of the Lampung State Polytechnic academies. The purpose of this research is to determine the parameters and geometric design of the GKB access road as a design recommendation in constructing campus for support facilities. Geometric design is carried out using AutoCAD Civil 3D student version, including determining design parameters, horizontal alignment and vertical alignment. Design of the access road to the GKB in Lampung State Polytechnic resulted in a flat road with a Class III type 2/2 with deviden of road classification with a design speed of 20 km/hour. Road width of 2.75 meters and a shoulder of 0.5 meters. The horizontal alignment design produces 2 tracks. Track 1 as the main route and trase 2 as the road to the GKB parking facility with total length of 237 meters. Both of trase are connected by an intersection at STA 0+051.Based on an analysis of the existing conditions in the field from measuring data using a Total Station tool, it is possible to design a straight trase road alignment between tracks 1 and 2, so no curved/bend designs are needed. The vertical alignment design produces 2 vertical curves, which consist of 1 convex curve and 1 concave curve. The use of Autocad Civil 3D is very helpful and simplifies the road planning process so that the design process can be carried out in a shorter time.  Keywords : Geometric, Alignment horizontal, alignment vertikal, AutoCAD Civil 3D   ABSTRAK  Salah satu upaya dalam peningkatan fasilitas kegiatan pembelajaran di Politeknik Negeri Lampung adalah dengan penyediaaan sarana ruang kelas dan praktikum yang direalisasikan dalam pembangunan Gedung Kuliah Bersama (GKB). Perencanaan jalan akses yaitu geometrik jalan sebagai upaya peningkatan aksesibilitas para akademisi Politeknik Negeri Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan parameter desain dan perencanaan geometrik jalan akses GKB sebagai rekomendasi desain dalam melakukan pembangunan fasilitas pendukung kampus. Perencanaan geometrik dilakukan menggunakan AutoCAD Civil 3D student version, meliputi penentuan parameter desain, desain alinyemen horizontal dan alinyemen vertical. Perencanaan jalan akses Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Lampung menghasilkan jalan bermedan datar dengan klasifikasi jalan kelas III tipe 2/2-TT dengan kecepetan rencana 20 km/jam dan lebar jalan 2,75 meter bahu 0,5 meter. Desain alinyemen horizontal menghasilkan 2 trase yaitu trase 1 sebagai trase utama dan trase 2 sebagai jalan menuju fasilitas parkir (lapangan) GKB dengan dengan panjang total sebesar 237 meter. Kedua trase tersebut terhubung oleh sebuah persimpangan (intersection) pada STA 0+051. Berdasarkan analisis kondisi eksisting dilapangan yang berasal dari data ukur menggunakan alat Total Station, memungkinkan untuk desain trase jalan dibuat hanya garis lurus baik pada antara trase 1 maupun 2, sehingga tidak diperlukan desain lengkung / tikungan. Desain alinyemen vertical menghasilkan 2 lengkung vertikal, yaitu terdiri atas 1 lengkung cembung dengan dan 1 lengkung cekung. Penggunan Autocad Civil 3D sangat membantu dan mempermudah proses perencanaan jalan sehingga proses desain dapat dilakukan dengan waktu yang lebih singkat.  Kata Kunci : Geometrik, Alinyemen horizontal, alinyemen vertikal, AutoCAD Civil 3D
Utilization of Construction Concrete Waste as Aggregate Substitutes in Normal Concrete Production Zulkarnain, Iskandar; Asnaning, Aniessa Rinny; Desniati, Emmi; Balqis, Tanya Audia
ABEC Indonesia Vol. 12 (2024): 12th Applied Business and Engineering Conference
Publisher : Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The construction process frequently necessitates the demolition of existing structures, resulting in substantialconstruction waste. A significant portion of this waste comprises demolition debris, particularly from concrete buildingmaterials. This research aims to develop standard concrete by partially substituting conventional coarse and fineaggregates with concrete waste materials. The substitutions involved replacing 25% and 50% of sand and gravel,respectively, by weight, using a K300 concrete mix design. Adopting the SNI 03-2834-2000 method, the mix design for 1cubic meter of concrete comprised cement (528 kg), sand (776.16 kg), gravel (807.04 kg), and water (205 kg). Theresults indicated an average sample weight reduction, with the first sample at 12.91 kg, the second at 12.79 kg, and thethird at 12.77 kg. This weight decrease suggests that using waste as a partial aggregate substitute impacts concretedensity. Compressive strength tests revealed a reduction of 5.98% in the concrete containing a 25% waste mixture, withaverage compressive strength declining from 307.22 kg/cm² to 288.94 kg/cm². A more pronounced reduction occurred inthe 50% waste mixture, where compressive strength decreased by 15.70% (from 307.22 kg/cm² to 259.06 kg/cm²). Thistrend aligns with the understanding that higher waste content correlates with greater mechanical strength reduction, likelydue to the differing physical properties of waste materials, such as lower density, which impact overall concreteperformance, particularly in compressive strength.
Visualisasi Peta 2D Fasilitas Kampus sebagai Tahapan Awal Pengembangan Peta Interaktif 3D di Politeknik Negeri Lampung Tanya Audia Balqis; Sekar Dwi Rizki; Emmi Desniati; Mira Wisman; Fera Lestari
Jurnal Tekno Global Vol. 14 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v14i02.6309

Abstract

ABSTRACT This research aims to identify and inventory the facilities of Politeknik Negeri Lampung through the creation of a digital 2D map as a foundational step toward developing an interactive 3D campus map. Using a Geographic Information System (GIS) approach, both spatial and non-spatial data were collected, including the location, function, dimensions, and physical condition of each campus facility. The resulting 2D map successfully visualizes the layout of buildings, practice fields, and supporting areas in accordance with actual field coordinates. This map serves as an essential basis for further 3D modeling and the development of a digital information platform for campus management and public use.  Keywords: 2D Map, GIS, Campus Facilities, Digital Mapping   ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi fasilitas kampus Politeknik Negeri Lampung dalam bentuk peta 2D digital sebagai dasar pengembangan peta interaktif 3D. Melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG), dilakukan pengumpulan data spasial dan nonspasial yang mencakup lokasi, fungsi, dimensi, dan kondisi setiap fasilitas kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peta 2D yang dihasilkan telah memvisualisasikan tata letak gedung, lahan praktikum, dan area penunjang kampus secara akurat sesuai koordinat lapangan. Peta ini diharapkan menjadi landasan penting bagi tahapan pemodelan tiga dimensi dan pengembangan media informasi kampus berbasis teknologi digital.  Kata Kunci: Peta 2D, SIG, Fasilitas Kampus, Digitalisasi
CRITICAL PATH ANALYSIS MENGGUNAKAN PRIMAVERA P6 STUDI KASUS PROYEK JEMBATAN PILE SLAB XYZ Ranto Tumangger; Tanya Audia Balqis
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5178

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen proyek untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu, efisien, dan sesuai dengan rencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan proyek pembangunan jembatan pile slab pada proyek Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dengan bantuan aplikasi Primavera P6. Metode penelitian yang digunakan meliputi penyusunan Work Breakdown Structure (WBS), identifikasi item pekerjaan, penentuan hubungan antar kegiatan, perhitungan produktivitas dan durasi pekerjaan, serta analisis jalur kritis. Data yang digunakan berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, dan gambar perencanaan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis terdiri dari rangkaian aktivitas utama yang meliputi pekerjaan mobilisasi, pekerjaan tanah, pekerjaan struktur bawah (tiang pancang dan pile head), pekerjaan struktur atas (deck slab dan plat injak), serta pekerjaan tambahan seperti median barrier dan finishing. Aktivitas pada jalur kritis memiliki nilai total float nol sehingga setiap keterlambatan akan berdampak langsung terhadap durasi total proyek. Dengan demikian, penerapan metode CPM menggunakan Primavera P6 dapat membantu dalam mengidentifikasi aktivitas kritis dan menjadi dasar dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi secara lebih efektif dan efisien.
Pelatihan Sertifikasi Tukang Bangunan Gedung Jenjang I Kabupaten Pringsewu Resti Agustina; Aniessa Rinny Asnaning; Mira Wisman; Titi Ariyanti; Tanya Audia Balqis; Fera Lestari; Rahayu Putri Amalia; Mirnanda Cambodia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23922

Abstract

ABSTRAK Banyak pekerja di Pekon Srikaton yang bergerak di bidang konstruksi belum mempunyai Sertifikat Tukang karena belum pernah mengikuti pelatihan resmi. Kondisi ini menyebabkan pekerja belum memiliki sertifikat yang dapat digunakan sebagai pengakuan atau bukti bahwa mereka telah memenuhi standar kompetensi kerja. Tujuan pelatihan Tukang Bangunan Gedung Jenjang I adalah memberikan pengakuan dan pembuktian bahwa pekerja konstruksi memiliki pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan. Metode pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan membentuk tim panitia untuk membantu seluruh proses pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi berjalan dengan nyaman, lancar, dan tertib. Peserta pelatihan yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga konstruksi di Pekon Srikaton memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sehingga menjadi lebih kompeten sebagai Tukang Bangunan Gedung. Seluruh peserta berhasil mendapatkan Sertifikat Tukang Bangunan Gedung Jenjang I. Kata Kunci: Pelatihan, Pekerja Konstruksi, Kompetensi, Sertifikat Tukang ABSTRACT Many construction workers in Pekon Srikaton had not obtained a Craftsman Certificate because they had never participated in formal training. This condition resulted in workers lacking formal recognition of their competencies in accordance with the required work standards. This community service activity aimed to support the implementation of the Level I Building Construction Worker Training by equipping workers with validated knowledge, skills, and work attitudes in accordance with established competency standards. The implementation method involved establishing a committee team to support the training and certification process. The results showed that the training and certification activities were conducted smoothly and comfortably. Participants who worked as construction laborers in Pekon Srikaton gained improved knowledge, skills, and work attitudes, enabling them to become competent Building Construction Workers. All participants successfully obtained the Level I Building Construction Worker Certificate. Keywords: Training, Construction Workers, Competence, Craftsman Certificate.