Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Kerja Perawat IGD Di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi Susanti; Masri Dg.Taha; Sintong Hutabarat
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 3 (2023): GJMI - SEPTEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v1i3.54

Abstract

Intalasi Gawat Darurat merupakan pintu utama bagi pasien yang masuk ke rumah sakit dengan berbagai macam kondisi pasien, dan dalam keadaan yang sama ada keluarga yang datang bersamaan dengan pasien masuk, dan keluarga pasien tersebut membuat perawat merasa lelah dan kebingungan untuk menghadapinya, serta terbatasnya kemampuan perawat dalam melakukan sebuah intervensi khusus yang memiliki resiko berat di unit gawat darurat. Selain itu, banyaknya kunjungan keluarga dan kerabat pasien dapat membuat unit gawat darurat menjadi penuh dan hal ini dapat meningkatkan stres kerja karena beban kerja yang berlebihan yang disebabkan oleh perasaan lelah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 19 orang perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan 16 responden (84,2%) memiliki beban kerja berat, dan untuk frekuensi stres kerja perawat dari 19 responden didapatkan 15 responden (78,9%) mengalami stres berat. Terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di Rumah Sakit Umum Daerah Tora Belo Kabupaten Sigi dengan nilai p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres kerja perawat pelaksana unit gawat darurat di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Saran perawat pelaksana diharapkan untuk tetap mempertahankan kondisi tidak stres yang disebabkan oleh beban kerja yang berat, sehingga diperlukan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi dalam mengurangi beban kerja setiap perawat.
Hubungan Self- Efficacy dan Dukungan Keluarga Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik di Unit Hemodialisa RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Gilva Aprilya Ananda Putri; I Made Rio Dwijayanto; Sintong Hutabarat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5622

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang memerlukan perawatan jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara fisik, psikologis, maupun sosial. Berbagai faktor memengaruhi kualitas hidup pasien, termasuk tingkat self-efficacy dan dukungan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari pasien gagal ginjal kronik yang menjalani perawatan di unit hemodialisis RSUD Undata, Provinsi Sulawesi Tengah, pada periode Februari hingga April 2025. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 40 orang dengan menggunakan rumus Slovin, dan teknik non-probability sampling diterapkan untuk seleksi peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, mayoritas memiliki self-efficacy tinggi sebanyak 30 orang (75%), sedangkan 25 responden menerima dukungan keluarga yang baik, dan 23 responden (57,5%) termasuk dalam kategori kualitas hidup tinggi. Terdapat hubungan antara self-efficacy terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai p=0,009.