Syaefudin Syaefudin
Department Of Biochemistry, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Darmaga Campus, IPB University, Bogor, 16680, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Bioaktif Golongan Flavonoid Tanaman Anting-Anting (Acalypha indica L.) Arief Pambudi; Syaefudin -; Nita Noriko; Risa Azhari; Purwanty Rara Azura
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v2i3.139

Abstract

Abstrak – Indonesia merupakan negara dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, untuk jenis tumbuhan, baru sekitar 8% yang dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, obat-obatan, sumber kayu, dan  tanaman hias. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat adalah Acalypha indica. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak tanaman ini memiliki aktivitas antibakteri Salmonella. Namun profil senyawa metabolit apa saja yang terkandung masih belum banyak diteliti. Fraksinasi senyawa metabolit dilakukan dengan kromatografi kertas pada ekstrak etanol (akar, batang, dan daun) tanaman Acalypha menggunakan eluen BAW (Butanol: Asam asetat: Air = 4:1:5) dan asam asetat 15%. Jumlah, letak, warna, dan nilai Rf bercak kemudian digunakan sebagai pedoman identifikasi dan menduga golongan flavonoid. Spektrofotometri serapan panjang gelombang maksimum dilakukan sebagai konfirmasi dugaan golongan flavonoid. Ketiga organ utama tanaman anting-anting (akar, batang, dan daun) memiliki distribusi kandungan senyawa yang berbeda-beda namun dengan jenis yang hampir sama. Golongan flavonoid yang berhasil teridentifikasi dari ketiga organ antara lain isoflavon, flavon, flavonol, flavanon, dihidroksiflavonol, khalkon, dan antosianidin. Organ daun memiliki keragaman kelas flavonoid lebih banyak dibanding akar dan batang.  Abstract – Indonesia is a megabiodiversity country, but only about 8% of its plant diversity are utilized as food, medicine, timber, and ornamental plants. One plant species that potential to be used as a medicinal plant is Acalypha indica. Previous research showed this plant extract has some antibacterial activiting against Salmonella. However, the profile of the metabolites contained in the plant is not studied yet. Fractination of the metabolites was done by using paper chromatography in ethanol extract (roots, stems, and leaves) of Acalypha plants using BAW (butanol: acetic acid: water = 4:1:5) and 15% acetic acid eluent. Number, location, color, and Rf values of spots were used for identification of flavonoids class. Maximum absorption wavelength performed using spectrophotometry assay to confirm the flavonoid class. The three major plant organs (roots, stems, and leaves) have different compounds distribution, but with almost same class. Class of flavonoids which were identified from the three organs are isoflavones, flavones, flavonols, flavanones, dihidroxyflavonols, chalcones, and anthocyanidins. Leaf has more diverse flavonoid class than roots and stems.  Keyword – Acalypha indica bioactive compound, chromatography, flavonoids.
Formulasi dan evaluasi krim antijerawat berbahan limbah cangkang kerang bulu (Anadara antiquata Linn.): Formulation and evaluation of anti acne cream from shellfish shells (Anadara antiquata Linn.) Syaefudin Syaefudin; Vina Oktovianti; Dimas Andrianto
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i2.44109

Abstract

Cangkang kerang bulu mengandung kitosan yang berpotensi sebagai antibakteri sehingga dapat dijadikan sebagai bahan krim antijerawat. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik fisikokimia (pH, penyebaran warna dan butiran, emulsi, serta daya sebar) produk krim berbahan dasar kitosan dari limbah cangkang kerang bulu serta mengevaluasi bioaktivitas (aktivitas antioksidan dan antibakteri) formula krim antijerawat dengan variasi konsentrasi kitosan 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3) (b/v). Kitosan yang dihasilkan dari ekstraksi kitosan cangkang kerang bulu memiliki kadar air, rendemen, serta derajat deasetilasi berturut-turut sebesar 3,49%, 47,63%, dan 97,49%. Uji fisikokimia menunjukkan bahwa ketiga formula krim antijerawat memiliki pH 5, tipe penyebaran warna dan butiran homogen, tipe emulsi O/W, dan daya sebar yang menurun seiring meningkatnya konsentrasi kitosan. F3 memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dan F1 memiliki kemampuan penghambatan bakteri tertinggi. Formula terpilih, yakni F1, menunjukkan hasil organoleptik (warna, tekstur, bau, daya serap, dan kemudahan untuk dibersihkan) yang cukup disukai panelis.