Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pola Pengasuhan Melalui Penerapan “Iffah” dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Pada Santri Pondok Putri Markaz Al Kautsar Grabag Magelang Dwi Listiani; Sukari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.906

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai bentuk penerapan pola pengasuhan melalui penerapan “iffah” di Pondok Putri Markaz Al Kautsar Magelang, serta mengidentifikasi Karakteristik santri yang menjadi subjek penelitian. Menganalisis Pengaruh pola pengasuhan melalui penerapan “iffah” terhadap dimensi akhlakul karimah santri, seperti kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas pola pengasuhan tersebut. “Iffah”, yang berarti menjaga kesucian diri dan kehormatan, merupakan nilai penting dalam Islam yang dapat membentuk karakter dan akhlak individu. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa pola pengasuhan melalui penerapan “Iffah” berpengaruh positif terhadap peningkatan akhlakul karimah santri, terutama dalam aspek kejujuran, kesopanan, dan tanggung jawab. Peningkatan ini dapat terlihat dari meningkatnya frekuensi santri dalam beribadah tepat waktu, membantu sesama, dan mentaati peraturan pondok. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan pola pengasuhan ini meliputi komitmen pengasuh, lingkungan yang kondusif, serta dukungan dari pengelola pondok. Namun, terdapat juga beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan perbedaan latar belakang santri yang mempengaruhi kecepatan adaptasi terhadap pola pengasuhan yang diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola pengasuhan dengan “Iffah” efektif dalam meningkatkan akhlakul karimah santri di Pondok Putri Markaz Al Kautsar Magelang. Disarankan agar pondok pesantren lainnya dapat mengadopsi dan mengadaptasi pola pengasuhan ini, serta untuk penelitian lebih lanjut mengkaji pengaruh jangka panjang dari pola pengasuhan ini terhadap pembentukan karakter santri.
Kontribusi Shahabiyyah dalam Perkembangan Pendidikan Agama Islam: Peran, Metode, dan Dampaknya Muhammad Alfan Bahij; Sukari
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1714

Abstract

Pendidikan agama Islam telah menjadi bagian penting dari pembentukan karakter umat Muslim, dan kontribusi yang cukup besar dilakukan oleh para sahabat wanita. Mereka seringkali terabaikan, tetapi tokoh seperti Aisyah binti Abu Bakar berhasil melakukan tugas aktivitas dan mengajar hadis, fiqih, dan moralitas kepada generasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kontribusi perempuan shahabiyyah terhadap pembangunan pendidikan agama Islam, perilaku sebagai pengajar, metode yang mereka gunakan, serta hubungan dengan efek siswa. Dalam rangka studi kasus dengan pendekatan kualitatif, kontribusi mereka menganalisis sumber dan menganalisis tema menggunakan artikel dan sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga mempertajam naluri dan nilai etika umat Islam melalui contoh langsung dari gaya hidup mereka. Metode mereka berdasarkan kehidupan benar-benar relevan pada masa itu dan memberikan efek jangka panjang pada pola pikir Islam. Hasil tersebut menunjukkan pentingnya mengenali peran perempuan dalam agama Islam dan memberikan contoh tentang pendidikan agama yang lebih inklusif dan relevan secara praktis.
Implementasi Program Tahfidzul Qur’an Dalam Membentuk Karakter Religius  Di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta Kukuh Nugroho; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/k167pd46

Abstract

This study aims to determine how the implementation of the Qur'an memorization program in shaping the religious character of students at MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. This study uses a qualitative descriptive method with research subjects consisting of the principal and teachers at MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. This Madrasah is an educational institution with Islamic characteristics based on the Qur'an and As-Sunnah, so the Qur'an memorization program is an important part in supporting the educational vision and mission. Research data were obtained through observation, interviews, documentation, and supported by relevant literature. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions to produce a comprehensive picture of the program implementation. The results of the study indicate that MA Al-Islam Jamsaren Surakarta has implemented the Qur'an memorization program well, although in practice there are still some limitations. This program has been proven to have a positive impact in shaping the religious character of students. Religious values ​​that have been successfully instilled include honesty, which is reflected in the students' attitudes in maintaining the mandate of memorization; politeness in behaving towards teachers and others; independence in managing study time and murojaah; and responsibility for academic and non-academic tasks. Furthermore, a caring attitude for others also develops through social interactions based on Qur'anic values. Thus, the Qur'an memorization program not only serves as a means of improving the quality of Qur'an memorization but also serves as a strategic instrument in shaping students' noble character. This aligns with the primary goal of Islamic education, namely to produce a generation of Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program tahfidzul Qur’an dalam membentuk karakter religius peserta didik di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan guru-guru di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan berciri khas Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga program tahfidzul Qur’an menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan misi pendidikan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta ditunjang dengan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Al-Islam Jamsaren Surakarta telah menerapkan program tahfidzul Qur’an dengan baik, meskipun dalam praktiknya masih terdapat beberapa keterbatasan. Program ini terbukti mampu memberikan dampak positif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Nilai-nilai religius yang berhasil ditanamkan di antaranya adalah kejujuran, yang tercermin dari sikap siswa dalam menjaga amanah hafalan; sopan santun dalam bersikap kepada guru maupun sesama; kemandirian dalam mengatur waktu belajar dan murojaah; serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik maupun non-akademik. Selain itu, sikap peduli kepada sesama juga tumbuh melalui interaksi sosial yang dilandasi nilai-nilai Qur’ani. Dengan demikian, program tahfidzul Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membentuk akhlak mulia peserta didik. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan Islam, yakni mencetak generasi
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama Di Sekolah Dasar Agar Terwujudnya Generasi Moderat Rudiyanto; Firdaus; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sbkdpv75

Abstract

Instilling the values of religious moderation from an early age is a strategic step in forming a tolerant, inclusive generation that upholds national values. This study aims to describe and analyze the implementation of instilling the values of religious moderation in elementary schools as an effort to create a moderate generation. The approach used is qualitative with descriptive methods. Data collection techniques are carried out through observation, in-depth interviews, and documentation of teachers, principals, and students in several elementary schools. The results of the study indicate that the implementation of the values of religious moderation is realized through integration in Islamic Religious Education learning, the habituation of tolerant attitudes in daily life at school, and through extracurricular activities that instill a spirit of togetherness across differences. Supporting factors include teacher commitment, school policy support, and a harmonious social environment. The obstacles faced include the lack of understanding of some teachers regarding the concept of religious moderation as a whole and external challenges in the form of the influence of social media. Systematic and sustainable instillation of the values of religious moderation in elementary schools has proven effective in forming the character of students who are moderate, tolerant, and peaceloving. Abstrak Penanaman nilai-nilai moderasi beragama sejak dini menjadi langkah strategis dalam membentuk generasi yang toleran, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi penanaman nilai-nilai moderasi beragama di sekolah dasar sebagai upaya mewujudkan generasi moderat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, dan peserta didik di beberapa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai moderasi beragama diwujudkan melalui integrasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, pembiasaan sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, serta melalui kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan semangat kebersamaan lintas perbedaan. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, dukungan kebijakan sekolah, serta lingkungan sosial yang harmonis. Adapun kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pemahaman sebagian guru terhadap konsep moderasi beragama secara utuh serta tantangan eksternal berupa pengaruh media sosial. Penanaman nilai moderasi beragama secara sistematis dan berkelanjutan di sekolah dasar terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang moderat, toleran, dan cinta damai.
Transformasi Pendidikan Islam Di Era Globalisasi Dan Teknologi: Tantangan Dan Solusi Muhammad Ilyas; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/sbxme815

Abstract

The transformation of Islamic education in the era of globalization and the development of information technology has become an urgent need to remain relevant to changing times. Globalization brings challenges such as information transparency, cultural plurality, and increasingly fierce global competition. Meanwhile, information technology presents significant opportunities to expand access to education, improve the quality of learning, and introduce innovation in teaching methods. Islamic education serves not only as a means of transmitting religious values ​​but also as a strategic medium for shaping a generation with faith, noble character, and 21st-century skills. Integrating technology into the learning process is a key step, where technology acts as an interactive medium that can increase learning effectiveness while enriching students' learning experiences. The study revealed that the main challenges in the transformation of Islamic education include the gap in technology access between educational institutions, low digital literacy among both educators and students, limited supporting infrastructure, and a curriculum that is not yet fully adapted to global needs. However, on the other hand, emerging opportunities include the ability to utilize technology for online learning, the development of digital literacy, and the strengthening of multicultural education relevant to the context of a pluralistic global society. As a solution, concrete strategies are needed in the form of formulating an adaptive curriculum, intensive training for educators in the use of technology, providing adequate digital infrastructure, and internalizing multicultural values ​​based on Islamic teachings. Abstrak Transformasi pendidikan Islam di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi menjadi suatu kebutuhan mendesak agar tetap relevan dengan perubahan zaman. Globalisasi membawa tantangan berupa keterbukaan informasi, pluralitas budaya, serta kompetisi global yang semakin ketat. Sementara itu, teknologi informasi menghadirkan peluang besar dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menghadirkan inovasi dalam metode pengajaran. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sebagai media strategis untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki keterampilan abad ke-21. Integrasi teknologi dalam proses pembelajaran menjadi langkah utama, di mana teknologi berperan sebagai medium interaktif yang mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman belajar peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam transformasi pendidikan Islam mencakup kesenjangan akses teknologi antara lembaga pendidikan, rendahnya literasi digital di kalangan pendidik maupun peserta didik, keterbatasan infrastruktur pendukung, serta kurikulum yang belum sepenuhnya adaptif dengan kebutuhan global. Namun, di sisi lain, peluang yang muncul antara lain kemampuan memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran daring, pengembangan literasi digital, serta penguatan pendidikan multikultural yang relevan dengan konteks masyarakat global yang plural. Sebagai solusi, dibutuhkan strategi konkret berupa perumusan kurikulum adaptif, pelatihan intensif bagi pendidik dalam pemanfaatan teknologi, penyediaan infrastruktur digital yang memadai, serta internalisasi nilai multikultural yang berpijak pada ajaran Islam.
Kebangkitan Nasional Landasan Penting Dalam Pendidikan Islam di Indonesia Ismail Triyanto; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/py1nq633

Abstract

Abstract This research is a library research that aims to strengthen the understanding of the strategic role of education in building and maintaining the spirit of nationalism that has been instilled since the National Awakening era. The methodology in this research is to collect data from articles, books, and journals, as well as information from other internet sources originating from credible sources. After the data is collected, it is reduced by reading the abstract, if it is not relevant to the topic of discussion, it is eliminated. And if after reading the abstract, it is relevant to the topic of discussion, it is read in its entirety and compiled in a reference manager to facilitate the management of reference sources. The results of this study indicate that the National Awakening is an important historical milestone for Indonesia that marks the spirit of struggle and awareness of national identity. This study explores how the spirit of National Awakening influences and shapes the education system in Indonesia. Through historical studies and contemporary analysis, this study highlights the role of education in strengthening the spirit of nationalism as well as the challenges and opportunities faced in the context of globalization.  Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yang bertujuan memperkuat pemahaman tentang peran strategis pendidikan dalam membangun dan mempertahankan semangat Kebangsaan yang telah ditanamkan sejak masa Kebangkitan Nasional. Metodologi dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data-data dari artikel, buku-buku, dan jurnal, serta informasi dari internet lainnya yang berasal dari sumber yang kredibel. Setelah data terkumpul direduksi dengan cara dibaca pada abstraknya, bila tidak relevan dengan topik pembahasan maka dieliminasi. Dan apabila setelah dibaca pada abstraknya ada relevansinya dengan topik pembahasan maka dibaca secara keseluruhan dan dihimpun dalam reference manager untuk mempermudah dalam mengelola sumber-sumber referensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kebangkitan nasional merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia yang menandai semangat perjuangan dan kesadaran akan identitas kebangsaan. Penenlitian ini mengeksplorasi bagaimana semangat kebangkitan nasional mempengaruhi dan membentuk sistem pendidikan di Indonesia. Melalui kajian historis dan analisis kontemporer, penelitian ini menyoroti peran pendidikan dalam memperkuat semangat kebangsaan serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam konteks globalisasi.
Prespektif Pendidikan Karakter Siswa Pada Sekolah Dasar Negeri 1 Taji Dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gumantar Juwiring Kabupaten Klaten Arbety Wulantika; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 3 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/zvnse582

Abstract

Success in the character formation process leads children to achieve a desired goal, resulting in character formation from the strategies used in character education. The aim of this research is to determine the implementation of character education in the learning process and extracurricular activities and the evaluation model for character education in Muhammadiyah Elementary Schools and Madrasah Ibtidaiyah in Juwiring District, Klaten Regency. This research was conducted with a field study using qualitative descriptive methods. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The results of the research show that regarding the implementation of character education in learning, the two institutions both implement it by integrating the indicators and learning objectives of each subject. Then, to implement character education in extracurricular activities, MIM Gumantar Juwiring Klaten places greater emphasis on honesty and discipline. Evaluation of character education at MIM Gumantar Juwiring Klaten and SDN 1 Taji Juwiring Klaten uses an integrated model of indicators of achievement of learning outcomes in each subject. From the indicators of achievement of learning outcomes, it is hoped that the character values ​​developed at the two educational institutions will be able to reflect the students' personalities as superior people. The core character values ​​developed at MIM Gumantar Juwiring Klaten and SDN 1 Taji Juwiring Klaten have several differences, namely MIM Gumantar Juwiring Klaten applies the character values ​​of religious, honest, disciplined, independent, love of the homeland, respect for achievement, love of peace, and care for the environment. Meanwhile, the core character values ​​developed at SDN 1 Taji Juwiring Klaten are honesty, discipline, hard work, love of the country, respect for achievement, love of peace, social care. Abstrak Keberhasilan dalam proses pembentukan karakter mengantarkan anak untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan, sehingga dalam pembentukan karakter dari strategi yang digunakan dalam Pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler dan model evaluasi pendidikan karakter di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilakukan dengan studi lapangan yang menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adapun implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran, kedua lembaga tersebut sama-sama menerapkannya dengan cara mengintegrasikan pada indikator dan tujuan pembelajaran masing-masing mata pelajaran. Kemudian untuk implementasi pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler, MIM Gumantar Juwiring Klaten lebih menekankan sikap religius dan peduli lingkungan, sedangkan SDN 1 Taji Juwiring Klaten lebih menekankan pada sikap jujur dan disiplin. Evaluasi pendidikan karakter di MIM Gumantar Juwiring Klaten dan SDN 1 Taji Juwiring Klaten menggunakan model terintegrasi pada indikator pencapaian hasil belajar pada masing-masing mata pelajaran. Dari indikator pencapaian hasil belajar tersebut, diharapkan nilai-nilai karakter yang dikembangkan pada kedua lembaga pendidikan tersebut mampu mencerminkan pribadi peserta didik sebagai insan yang unggul. Nilai karakter inti yang dikembangkan di MIM Gumantar Juwiring Klaten dan SDN 1 Taji Juwiring Klaten memiliki beberapa perbedaan, yakni MIM Gumantar Juwiring Klaten menerapkan nilai karakter religius, jujur, disiplin, mandiri, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, dan peduli lingkungan. Sedangkan nilai karakter inti yang dikembangkan di SDN 1 Taji Juwiring Klaten adalah jujur, disiplin, kerja keras, cinta tanah air, menghargai prestasi, cinta damai, peduli sosial.
Kontribusi Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kualitas Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP AL-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2022/2023 Muhammad Raihan AL-Firdaus; Sukari; Sugiyat
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Edusifa:  Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i1.124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahyui Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualiatas guru mata Pelajaran Pendidikan agama islam di SMP AL-Islam 1 Surakarta Pada Tahun Pelajaran 2022/2023, 2) untuk mengetahui kendala apa saja yang dialam kepala dalam meningkatkan kualitas guru mata pelajaran pendidikaan agama islam di SMP AL-Islam 1 surakarta pada tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data menggunakan meningkatkan ketekunan, triagulasi. Adapun dalm teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi kepala sekolah dalam peningkatan kualitas guru mata Pelajaran Pendidikan agama islam sangat baik. 1) Kepala sekolah melakukan pembinaan dan pelatihan kepada seluruh guru-guru di SMP AL-Islam 1 Surakarta. 2) Kepala sekolah memberikan kesempatan kepada seluruh guru untuk mengikuti workshop dan IHT. 3) Kepala sekolah mengadakan pelatihan dan seminar keguruan guna untuk meningkatkan kualitas guru – guru di SMP AL-Islam. 4)Kepala sekolah selalu memberikan arahan dan pengawasan kepada seluruh guru di SMP Al-Islam. 5) Kepala sekolah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap guru-guru di SMP AL-Islam 1 Surakarta. Kendala yang dialami kepala sekolah dalam peningkatan kualitas guru PAI Di SMP AL-Islam 1 Surakarta. Yang menghambat dalam meningkatkan kualitas guru PAI itu Ketika kita sedang melakukan kegiatan workshop ataupun IHT yang sudah diprogramkan kebetulan bapak ibu guru PAI tidak dapat hadir dalam artian ada kegiatan yang bebarengan dengan kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan sehingga yang harusnya bapak ibu guru ini tau dengan ilmu yang baru yang disampaikan oleh pemateri. Dengan hambatan yang ada kepala sekolah tidak tidak tinggal diam beliau memberikan solusi untuk hambatan itu sendiri dengan memberikan kesempatan menyampaikan perihal apa yang menjadi kendala saat kegian KBM di waktu Rakor ( Rapat koordinasi) detiap bulannya disana kepala sekolah juga memberikan arahan dan gambaran mengenai tata cara mengajar yang baik dan benar.
Tantangan Peningkatan Kualitas dan Profesionalisme Guru dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Indonesia Sukari; Hudallah
An-naba : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Volume 1, Nomor 3, Tahun 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4cqkw329

Abstract

Islamic education in Indonesia faces increasingly complex challenges along with the development of science, technology, and social transformation. One of the key factors determining the success of Islamic education development is the quality and professionalism of teachers as the main actors in the educational process. This study aims to analyze the challenges in improving the quality and professionalism of Islamic education teachers in Indonesia and to identify strategic efforts for strengthening teacher competencies in responding to the demands of modern education. This study employs a qualitative approach using a library research method through the analysis of relevant academic literature and educational policy documents, including regulations, scholarly books, and scientific journal articles. The data were analyzed using content analysis techniques to identify the conditions, challenges, and strategies related to the professional development of Islamic education teachers. The findings reveal that the quality and professionalism of Islamic education teachers have improved through various competency development programs; however, several challenges remain in strengthening professional, pedagogical, personal, and social competencies. The major challenges include limited instructional innovation, insufficient digital literacy, the need to develop a research culture among teachers, and the strengthening of teachers’ exemplary roles and social competencies. Therefore, strategies to enhance the quality of Islamic education require continuous professional development, improvement of digital literacy, pedagogical innovation, strengthening of professional learning communities, and character development of teachers as Islamic educators. This study highlights that teacher professionalism is a crucial factor in establishing Islamic education that is adaptive, high-quality, and capable of responding to the demands of contemporary society. Keywords: Islamic education, teacher professionalism, teacher competence, educational quality, teacher development   Abstrak Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial masyarakat. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pengembangan pendidikan Islam adalah kualitas dan profesionalisme guru sebagai pelaksana utama proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru dalam pengembangan pendidikan Islam di Indonesia serta mengidentifikasi strategi penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tuntutan pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur akademik dan dokumen kebijakan yang relevan, seperti regulasi pendidikan, buku ilmiah, dan artikel jurnal. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi kondisi, tantangan, dan strategi pengembangan profesionalisme guru pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas dan profesionalisme guru pendidikan Islam telah mengalami perkembangan melalui berbagai program peningkatan kompetensi, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial. Tantangan utama meliputi keterbatasan inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan budaya penelitian, serta penguatan keteladanan dan kemampuan sosial guru. Strategi yang diperlukan untuk memperkuat mutu pendidikan Islam meliputi pengembangan profesional berkelanjutan, peningkatan literasi digital, inovasi pedagogik, penguatan komunitas profesi, serta pembinaan karakter guru sebagai pendidik Islam. Kajian ini menegaskan bahwa profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam mewujudkan pendidikan Islam yang adaptif, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Kata kunci: pendidikan Islam, profesionalisme guru, kompetensi guru, kualitas pendidikan, pengembangan guru.