Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SHALAT QABLIYAH DAN BA’DIYAH DALAM PANDANGAN ULAMA HADIS Aniqoh; Mahmud Nasir
Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2021): Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : STAI Syubbanul Wathon Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61136/dq0e3w32

Abstract

Hadith has a central position in Islam. It is the secondsource after the Qur'an, which functions to detail the messages ofthe Qur'an which are mujmal, so that clear information is obtainedin carrying out daily amaliah worship, including qabliyah andba'diyah prayers. However, in fact, the hegemony of fiqh thought isdeeper than understanding the hadith in determining the practiceof worship of Muslims, especially Indonesian Muslims. Fiqh seemsto be the first and main benchmark in dealing with problems.Therefore, the researcher will present how the hadith actuallydescribes the af'aliyah of the Messenger of Allah regarding the pureqabliyah and ba'diyah prayers in accordance with the views ofhadith scholars. In this study, the method used is the thematicmethod of hadith. That is by collecting the same hadiths thatdiscuss the qabliyah and ba'diyah prayers. In this study, beforemoving on to understanding hadith, the validity of the quality ofhadith will be explained, so that it can be used as a guideline. Thelocal hadith research is the pole of al-tis'ah, while the understandingis taken from the sharh of the hadith books. From the results of thestudy, it was explained that the Prophet carried out the qabliyahand ba'diyah prayers. Qabliyah dawn as much as two raka'at andafter that he slept lightly until the muezzin iqamat. QabliyahDhuhur he performs two raka'at and sometimes four raka'at. Whileba'diyah Dhuhur he carried out two raka'at. Qabliyah 'As{ar heperformed four raka'at with two greetings. For qabliyah MaghribRasulullah ordered to run it for those who want, but with a note donot consider it as a strengthened Sunnah. While ba'diyah Maghrib,he runs two raka'at. As for ba'diyah 'Isha, he performed two raka'at. 
TIPOLOGI KODIFIKASI HADITH DALAM KITAB TUḤFAT AL AṢRĀF BI MA’RIFAT AL-AṬRĀF Aniqoh
UNIVERSUM: Jurnal Keislaman dan Kebudayaan Vol. 11 No. 01 (2017): Januari 2017
Publisher : LPPM IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/universum.v11i01.729

Abstract

Kitab Aṭrāf ini adalah salah satu kitab yang dapat digunakan untuk membantu dalam mempelajari hadith, terutama jika muhaddith ingin melakukan takhrij al-hadith yang bisa digunakan sebagai kamus dalam pencarian sanad hadith, dan juga merupakan salah satu kitab hadith yang diringkas oleh pengarangnya untuk menyebutkan awal hadith dan menunjukkan lafal hadith setelahnya. Alasan yang mendasar dikarangnya kitab ini adalah mengumpulkan hadith-hadith yang terdapat pada kutūb al sittah dan sebagian Mulhaq-nya dengan cara sangat mudah, yang dibaca sesuai dengan urutan sanad-nya, yang bermacam-macam, sehingga mampu untuk diletakkan dalam satu tempat. Pengarang mendahulukan menyebut beberapa hadith yang memiliki tarjamah yang paling banyak terlebih dahulu. Sebagaimana periwayatan enam lebih didahulukan daripada periwayatan lima, periwayatan lima lebih didahulukan daripada periwayatan empat dan seterusnya. Kitab hadith jenis Aṭrāf memiliki keistimewaan di samping beberapa kendala yang akan dihadapi ketika dipergunakan dalam pen-takhrij-an hadith