Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KESADARAN ORANG TUA TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN POLA ASUH UNTUK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI RA MUSLIMAT ADIKARTO MUNTILAN MAGELANG Annis Maftuchatunni'mah; Mahmud Nasir
Al Athfal : Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan Usia Dini Vol 5 No 1 (2022): Al Athfal: Jurnal Kajian Perkembangan Anak dan Manajemen Pendidikan
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52484/al_athfal.v5i1.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) tingkat kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan pola asuh untuk perkembangan anak usia dini di RA Masyitoh Adikarto Muntilan Magelang. 2) faktor penghambat dan pendukung orang tua dalam nilai penerapan pendidikan pola asuh untuk perkembangan anak usia dini di RA Masyitoh Adikarto Muntilan Magelang. Penelitian ini disebut penelitian lapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan secara Online saat pandemi yang membuat keterbatasan antara peneliti dengan subjek. Subyek data penelitian ini yaitu orang tua/wali murid di RA Muslimat Adikarto Muntilan Magelang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis untuk membuat data yaitu dengan pengumpulan data,reduksi data, penyajian data dan penyimpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa kesadaran orang tua murid di RA Muslimat Adikarto Muntilan Magelang baik. Mereka menyadari memberikan pendidikan pengasuhan yang baik kepada anaknya dilakukan sejak anak berada didalam kandungan, melakukan pembiasaan jalan pagi, membaca sholawat, berdoa. Menegur anak saat melakukan kesalahan, memberikan nasehat baik, membimbing, sabar dan mendoakan. Faktor pendukung dalam memberikan pengasuhan yaitu lingkungan, komunikasi yang baik dengan anak dan sifat sabar orang tua sedagkan faktor penhghambatnya yaitu lingkungan, emosi anak dan pekerjaan orang tua.
SHALAT QABLIYAH DAN BA’DIYAH DALAM PANDANGAN ULAMA HADIS Aniqoh; Mahmud Nasir
Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2021): Wahana Islamika: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : STAI Syubbanul Wathon Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61136/dq0e3w32

Abstract

Hadith has a central position in Islam. It is the secondsource after the Qur'an, which functions to detail the messages ofthe Qur'an which are mujmal, so that clear information is obtainedin carrying out daily amaliah worship, including qabliyah andba'diyah prayers. However, in fact, the hegemony of fiqh thought isdeeper than understanding the hadith in determining the practiceof worship of Muslims, especially Indonesian Muslims. Fiqh seemsto be the first and main benchmark in dealing with problems.Therefore, the researcher will present how the hadith actuallydescribes the af'aliyah of the Messenger of Allah regarding the pureqabliyah and ba'diyah prayers in accordance with the views ofhadith scholars. In this study, the method used is the thematicmethod of hadith. That is by collecting the same hadiths thatdiscuss the qabliyah and ba'diyah prayers. In this study, beforemoving on to understanding hadith, the validity of the quality ofhadith will be explained, so that it can be used as a guideline. Thelocal hadith research is the pole of al-tis'ah, while the understandingis taken from the sharh of the hadith books. From the results of thestudy, it was explained that the Prophet carried out the qabliyahand ba'diyah prayers. Qabliyah dawn as much as two raka'at andafter that he slept lightly until the muezzin iqamat. QabliyahDhuhur he performs two raka'at and sometimes four raka'at. Whileba'diyah Dhuhur he carried out two raka'at. Qabliyah 'As{ar heperformed four raka'at with two greetings. For qabliyah MaghribRasulullah ordered to run it for those who want, but with a note donot consider it as a strengthened Sunnah. While ba'diyah Maghrib,he runs two raka'at. As for ba'diyah 'Isha, he performed two raka'at. 
PERAN KESENIAN ISLAMI MELAYU DALAM PENGEMBANGAN SIKAP RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MA’HAD TAHFIDZ VOKASIONAL AMAN BISTARI SELANGOR MALAYSIA Nuri Yati; Mahmud Nasir
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran seni Islam Melayu dalam mengembangkan sikap keagamaan peserta didik di Ma’had Tahfidz Vokasional Aman Bistari, Selangor, Malaysia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, instruktur seni Islam, serta para peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Islam Melayu, khususnya hadroh dan qasidah, berperan penting dalam menumbuhkan religiositas siswa. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari dimensi estetika dari seni Islam, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai spiritual seperti cinta kepada Nabi Muhammad SAW., kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Kegiatan seni Islami berfungsi sebagai media dakwah dan pembentukan karakter yang efektif, menarik, serta relevan dengan konteks kehidupan mereka. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat identitas budaya Islam Melayu yang berakar pada kearifan lokal dan ajaran Islam. Dengan demikian, seni Islam Melayu dapat dijadikan sebagai model pendidikan Islam berbasis budaya dalam menumbuhkan karakter religius generasi muda.