Alimir Alimir
Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembina Asrama Menanamkan Kedisiplinan Siswa Dalam Shalat Berjamaah di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Nesi Alia Pitri; Jasmienti Jasmienti; Alimir Alimir; Nurhasnah Nurhasnah
ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora Vol. 1 No. 4 (2023): Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/aladalah.v1i4.557

Abstract

This study aims to describe the strategies of dormitory caregivers in fostering the morals of students at the Nurul Yaqin Siti Manggopoh Islamic Boarding School, Lubuk Basung District, Agam Regency. Through this type of research that uses a qualitative descriptive approach that explains the strategy of dormitory caregivers in fostering the morals of students at Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh Kecematan Lubuk Basung, Agam Regency. and observation for supporting data from interview results. The results of this study indicate that: first, the strategy of the hostel supervisor instills student discipline in congregational prayers at the Nurul Yaqin Siti Manggopoh Islamic Boarding School: a. the hostel supervisor makes rules in congregational prayers. b the supervisor of the hostel gives sanctions or punishments in congregational prayers. c the hostel supervisor gives a warning or reprimand. second, the obstacles faced by students so that they are negligent in carrying out congregational prayers at the Nurul Yaqin Siti Manggopoh Islamic Boarding School a. lack of facilities and infrastructure in the dormitory b. low student interest in carrying out congregational prayers c. lack of firmness within students to refuse friends' invitations not to pray congregation.
Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Palupuh Gusnandy Gusnandy; Deswalantri Deswalantri; Januar Januar; Alimir Alimir
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2023): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v1i2.219

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pengamatan yang mengungkapkan bahwa masih banyak guru yang memiliki pertanyaan tentang bagaimana mengimplementasikan kurikulum mandiri. Pengenalan kurikulum mandiri memicu berbagai tanggapan dari berbagai kalangan, khususnya para pendidik. Masih banyak guru yang belum banyak mengetahui tentang kurikulum mandiri ini, terutama kebijakan yang dikandungnya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pandangan guru PAI di SMAN 1 Palupuh terhadap kurikulum mandiri. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Penulis mengumpulkan informasi untuk bagian ini melalui wawancara, penelitian dan dokumentasi. Data artikel ini berasal dari informan kunci yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam, serta kepala sekolah dan Wakil Kepala Kurikulum. Penulis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagai teknik analisis data. Setelah itu digunakan Triagulasi Sumber dalam metode validitas data. Kondisi siswa, peraturan pendidikan, pengalaman mengajar guru, padatnya kurikulum mandiri, kreatifitas siswa, sumber belajar, kurangnya kemandirian siswa, pemahaman guru PAI terhadap kurikulum mandiri, dan fasilitas penunjang pembelajaran PAI dalam kurikulum mandiri merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi guru PAI terhadap kurikulum. Ide mendasar di balik penyederhanaan RPP untuk kurikulum mandiri adalah untuk mengurangi jumlah komponen dalam RPP dari 16 menjadi tiga komponen inti: tujuan, kegiatan pelaksanaan, dan penilaian. Selain itu, guru mata pelajaran bertanggung jawab untuk mengembangkan RPP yang didasarkan pada minat dan kebutuhan siswanya. Menjadikannya sebagai modul terbuka adalah salah satu cara penyederhanaan kurikulum mandiri. Modul pengajaran ini dirancang agar lebih adaptif dan berkonsentrasi pada dasar-dasar dan pertumbuhan karakter. Kurikulum merupakan pondasi dari kurikulum berbasis kompetensi, kurikulum mandiri melayani kebutuhan akan isi yang komprehensif, dan Kurikulum Mandiri memungkinkan Kontekstualisasi Pembelajaran Satuan Pendidikan.