Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PERAN KADER MELALUI PENYEGARAN KADER KESEHATAN JIWA DI CIMAHI SELATAN Indah Kurniawati; Anggi Ulfah Mawaddah; Yonathan Kristian Yuan Putra; Khrisna Wisnu Sakti; Rahmi Imelisa; Herry Prasetyaningrum
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.16629

Abstract

Masalah kesehatan jiwa pada masyarakat tidak dapat dipandang sebelah mata, karena banyak masalah-masalah gangguan jiwa yang terjadi tidak terdeteksi secara dini, sehingga tidak dapat dilakukan penanganan secara cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan dan dikendalikan salah satunya melalui upaya promotive dan preventif. Kader kesehatan jiwa memiliki peranan yang sangat penting dimasyarakat yaitu  deteksi dini, menggerakkan masyarakat, melakukan kunjungan rumah, melakukan rujukan, dan dokumentasi. Dengan adanya kader kesehatan jiwa, diharapkan masyarakat akan lebih terpapar mengenai kesehatan jiwa yang nantinya akan mempermudah proses penemuan kasus baru di masyarakat sehingga dapat dilakukan penanganan lebih cepat oleh tenaga kesehatan. Oleh karena itu, penting dilakukan kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengelola dan menjalankan tugas fungsinya melakukan penyampaian informasi dan pendidikan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Metode kegiatan ini dengan melakukan Pendidikan kesehatan kepada 31 kader kesehatan yang dilakukan secara langsung di aula Puskesmas. Hasil penyegaran kader didapatkan peningkatan pengetahuan kader kesehatan sebesar 40% sebelum dan setelah dilakukan kegiatan, sehingga kegiatan penyegaran kader kesehatan jiwa sangat penting dilakukan secara berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dalam upaya meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat.
Analisis Hubungan PTSD dengan Resiliensi dan Efikasi Diri Warga Pascabanjir Riko Sandra Putra; Mustikasari Mustikasari; Rahmi Imelisa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49144

Abstract

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan reaksi terhadap trauma ekstrem terutama pada daerah yang rentan terhadap bencana alam. Resiliensi dan efikasi diri yang baik sangat diperlukan bagi individu yang mengalami trauma pascabencana untuk membantu mereka beradaptasi dan pulih dari dampak psikologis yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tanda gejala PTSD dengan resiliensi dan efikasi diri pada warga pascabanjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah warga pascabanjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan yang mengalami banjir sebanyak 216 orang dengan teknik purposive sampling dengan kriteria warga yang mengalami banjir, dalam keadaan sadar dan mampu membaca dan menulis. Instrumen penelitian PTSD Checklist for Diagnostic and Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (PCL-5), resiliensi menggunakan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan efikasi diri menggunakan General Self Efficacy Scale (GSES). Analisis bivariat Chi square dan analisis multivariat Regresi logistic berganda. Hasil penelitian terdapat hubungan tanda dan gejala PTSD dengan Resiliensi (p value 0,001) dan Efikasi (p value 0,003). Faktor yang paling berpengaruh terhadap resiliensi adalah tanda gejala PTSD dan pekerjaan. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap efikasi diri adalah tanda gejala PTSD dan Pendidikan. Rekomendasi perlu adanya kerjasama dengan Dinas Kesehatan OKU serta pemerintah setempat membuat serta memastikan akses yang luas bagi masyarakat terdampak untuk mengatasi masalah psikologis pascabencana banjir di Perumahan Sriwijaya Provinsi Sumatera Selatan.