Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perubahan Fisik Penyimpanan Tomat Muhanniah Muhanniah; Nurul Frasiska; Fauziah Fauziah; Mudasirah Mudasirah; Vivi Andrianti
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 1 No 2 (2021): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.254 KB) | DOI: 10.55678/jasathp.v1i2.549

Abstract

Buah dan sayur merupakan salah satu pangan yang mudah mengalami kerusakan akibat adanya kontaminan atau metabolisme buah dan sayur yang terus berlangsung setelah pemanenan. kerusakan buah sangat mempengaruhi kualitas mutu fisik dan nilai gizi buah, sedangkan konsumen selalu menginginkan buah dalam keadaan segar. Tujuan penyimpanan ini adalah untuk mengatahui perubahan fisik (berat, warna, tekstur dan ada tidaknya air pada kemasan) selama 5 hari. Berat tomat pada kemasan plastik yang memiliki lobang didapatkan berat tomat mengalami penurunan berat semakin lama penyimpanan dapat mempengaruhi penurunan berat. Sedangkan berat tomat pada kemasan plastik yang memiliki lobang mengalami penurunan selama penyimpanan. Tekstur tomat pada kemasan plastik tanpa lobang dan plastik yang memiliki lobang didapatkan tekstur yang sama yaitu semakin lama penyimpanan maka akan mempengaruhi penurunan kekerasan tomat. Warna tomat pada kemasan plastik tanpa lobang dan plastik yang memiliki lobang didapatkan warna yang sama. Terdapat uap air pada kemasan bahan, baik pada kemasan plastik yang dilubang maupun kemasan plastik tanpa lubang.
Pembuatan Tepung Waluh Muhanniah Muhanniah; Andi Asni; Arinil Haq
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 2 No 1 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v2i1.672

Abstract

The purpose of this research is the manufacture of pumpkin flour. Waluh flour is a fine grain, yellowish white in color, has a characteristic pumpkin smell, the physical condition of pumpkin flour is strongly influenced by the conditions of the basic ingredients and the drying temperature used. The production of dried pumpkin flour to a moisture content of ± 13% has a fine grain texture, passes a 60 mesh sieve, is yellowish white in color, has a characteristic yellow pumpkin smell. The three drying treatments got the best drying, namely the sun drying treatment which produced a color close to SNI, namely yellowish white, organoleptic parameters obtained the same results.
KARAKTERISTIK KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK SELAI TOMAT (Lycopersicum Esculentum) DENGAN PENAMBAHAN ALBEDO SEMANGKA (Citrullus Lanatus) ) Reskianti Reski; Muhanniah; Astrina Nur Inayah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/1xczk368

Abstract

Selai tomat merupakan produk olahan yang terbuat dari bubur buah tomat yang dipadukan dengan bahan tambahan seperti gula dan bahan pengental alami yang kaya pektin, seperti karagenan. Selai mempunyai peluang untuk dikembangkan karena praktis serta mempunyai rasa yang manis sehingga banyak disukai masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan albedo semangka pada pembuatan selai tomat terhadap parameter kandungan vitamin C, kadar air, pH,dan rendemen serta sifat organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan faktor tunggal, yaitu konsentrasi penambahan albedo semangka. Konsentrasi penambahan albedo semangka yang digunakan terdiri dari 0% (kontrol), 15%, 30% dan 45%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan sehingga diperoleh 12 sampel. Hasil penelitian dianalisa dengan Analysis of Variance (ANOVA). Apabila hasil yang diperoleh berpengruh, maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf signifikan σ = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter kadar air berpengaruh nyata sedangkan vitamin C, pH, rendemen berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik jika ditinjau dari sifat organoleptik yaitu penambahan albedo semangka 0% dengan rerata warna 4.28, aroma 3.92, rasa 4.01 dan tekstur 4.2.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (brassica juncea l.) terhadap berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Astuti. M; Trisnawaty AR; Muhanniah Muhanniah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5325

Abstract

The use of livestock manure processed into liquid organic fertilizer can enhance soil fertility in agricultural land. However, the utilization of this organic fertilizer is still uncommon among farmers, particularly in Sidrap Regency. This study aimed to assess the effect of different doses of liquid cow urine organic fertilizer on the growth and yield of mustard plants. The experiment was conducted at the experimental field of the Agrotechnology Study Program, Faculty of Science and Technology, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, from December 2024 to February 2025. The study applied a Randomized Block Design (RBD) consisting of five treatments: liquid cow urine organic fertilizer at doses of 50 ml/polybag (P1), 100 ml/polybag (P2), 150 ml/polybag (P3), 200 ml/polybag (P4), and a control without fertilizer (P0), with three replications for each treatment, resulting in a total of 45 experimental units. Data were analyzed using ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) test at 1% significance. The results indicated that the application of liquid cow urine organic fertilizer at various doses influenced mustard plant growth, particularly in terms of leaf number, while other parameters showed no significant effect. The 50 ml/polybag dose produced the best results for plant height (22.3 cm) and leaf length (23.5 cm), the 100 ml/polybag dose yielded the highest fresh weight (24.10 g), and the 200 ml/polybag dose resulted in the highest number of leaves.
Penerapan sistem intercropping dalam pengelolaan hama tanaman jagung (Zea mays L.) Anita; Muhanniah; ⁠Nining Triani Thamrin
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i2.15136

Abstract

Maize production in tropical regions is frequently threatened by insect pests, leading to significant yield losses. Environmentally friendly strategies such as intercropping offer potential solutions for pest suppression while enhancing crop productivity. This study aimed to evaluate the effectiveness of different intercropping combinations in improving maize production by reducing pest pressure. The research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with five treatments: monoculture maize, and maize intercropped with groundnut, citronella, Zinnia refugia, and chili, each replicated three times. Observed variables included yield components such as the number of kernel rows per cob, kernels per row, weight of 100 kernels, and yield per unit area. Results showed that maize intercropped with Zinnia refugia produced the highest performance in most yield components, significantly increasing row number per cob, kernels per row, and total yield compared to monoculture. Meanwhile, citronella intercropping resulted in the highest 100-kernel weight. In contrast, intercropping with chili resulted in the lowest yield, possibly due to resource competition or allelopathic effects. The findings suggest that specific intercropping patterns, particularly those involving refugia or repellent plants, can enhance maize productivity and serve as effective pest management strategies. Further research is recommended to validate these findings under diverse agroecological conditions.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA AREN TERHADAP KARAKTERISTIK KIIMIA DAN UJI ORGANOLEPTIK KOPI BUBUK BIJI SALAK Yaqub syasurya yaqub; astrina nur inayah; Muhanniah
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 4 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/w9n31w87

Abstract

Biji salak merupakan hasil samping buah salak yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman alternatif, sedangkan gula aren dapat digunakan sebagai pemanis alami untuk meningkatkan karakteristik produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula aren terhadap karakteristik kimia dan organoleptik kopi bubuk biji salak serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan, yaitu penambahan gula aren sebanyak 0, 5, 10, dan 15 g pada 10 g kopi bubuk biji salak, dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil, serta karakteristik organoleptik yang meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula aren memengaruhi karakteristik kopi bubuk biji salak. Kadar air produk berkisar antara 2,95–4,63% dan masih memenuhi persyaratan mutu kopi bubuk. Perlakuan penambahan 15 g gula aren menghasilkan skor kesukaan tertinggi untuk warna (4,37), aroma (4,13), rasa (3,89), dan tekstur (4,20). Penambahan gula aren sebanyak 15 g merupakan perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik organoleptik dan berpotensi meningkatkan penerimaan kopi bubuk biji salak sebagai produk minuman alternatif bernilai tambah.