Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) Sebagai Bentuk Dakwah Dan Pemberdayaan Terhadap Catin Dalam Membentuk Keluarga Sakinah Di Kua Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Heriadi; Ulfatmi; Sarwan
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 1 No. 1 (2023): Oktober: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v1i1.83

Abstract

Abstract. This research seeks to systematically reveal and describe in a factual and actual manner the implementation of bridal development at the Koto Tangah District Religious Affairs Office, Padang City. This type of research is descriptive field research. Data collection techniques using interviews, observation (observation). Documentation. The research results show that the implementation of Suscatin means that every catin must follow the SOP that has been determined, including registering online. Visit the SIMKAH website https://simkah4.kemenag.go.id, by completing all the necessary requirements. The Suscatin program is carried out individually if there is a small amount of catin and group coaching if there is a large number of catin couples. Catin coaching material relates to domestic life, marriage laws, the wisdom of marriage, the rights and obligations of husband and wife, how to form a harmonious family, and how to maintain the integrity of the household to avoid divorce. The catin coaching method is a direct method, namely lecture, discussion and demonstration methods. The supporting factors for catin are the enthusiasm of the catin participants, the catin mentor who is quite competent, the delivery method is quite simple, while the inhibiting factors in catin coaching are the place of residence of the prospective bride and groom, the limited insight of the guidance participants, the lack of discipline of the participants, limited time, and limited facilities and infrastructure.
Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di Kabupaten Pesisir Selatan) Noprijon; Gusril Kenedi; Ulfatmi; Afnibar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.6545

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas tentang “Dampak Pemberitaan Pelecehan Seksual Media Online Terhadap Layanan Ojek Syar’i untuk Kebutuhan Berkendara Perempuan di pesisir selatan”. Adapun sub permasalahan yaitu dampak pemberitaan media online terkait pelecehan seksual konsumen layanan ojek syar’i untuk kebutuhan berkendara perempuan, faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan data dianalisis dengan cara induktif dalam hasil peneliti menggunakan metode yakni observasi, wawancara Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Pemberitaan media online terkait isu pelecehan seksual konsumen layanan ojek online cenderung berdampak terhadap layanan. Menimbulkan kekhawatiran dalam memesan jasa transportasi online khawatir mengendarai sepedah motor sendirian yang dapat memancing kejahatan jika pulang larut malam. Ada rasa cemas dalam menggunaan jasa transportasi online yang drivernya adalah laki-laki. Dampak inilah yang memicu ketakutan pada perempuan.Kurangnya kepercayaan pada mitra layanan transportasi online yang dirivernya adalah laki- laki. Faktor keberhasilan ojek syar’i dalam menciptakan layanan yang aman dan nyaman untuk perempuan. Jasa transportasi ojek syar’i ini mengedepankan metode “ yang kesemuanya masih menggunakan online dan masih bertahan hingga saat ini. Banyaknya perempuan-perempuan yang mensupport di buatnya layanan ojek syar’i khusus perempuan. Sulusi nya adalah dengan mecoba Layanan Well Sway yang sepenuhnya masih online, keunggulan dari layanan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Menggunakan sistem (Top Up) dan menggunakan sistem pemesanan.