Aif Hafifi
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PRAKTIK IHTIKAR DALAM PERDAGANGAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF DI INDONESIA Aif Hafifi; Inti Ulfi Sholichah
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 5 No 2 (2022): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v5i2.391

Abstract

Fokus dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi terjadinya praktik ihtikar dalam perdagangan khususnya transaksi jual beli pada masa pandemi Covid-19 di berbagai pasar, market maupun toko kelontong dan mengkaji serta menganalisa praktik ihtikar dari sudut pandang hukum Islam dan Hukum Positif. Secara umum praktik ihtikar pada masa pandemi covid-19 tidak hanya terjadi pada komoditi barang sembako sebagai kebutuhan primer masyarakat, namun justru pada komoditi barang yang berhubungan dengan kesehatan seperti Oksigen, masker, obat-obatan, susu, vitamin dan sebagainya. Pada dasarnya Islam memberi keleluasaan pada setiap individu dalam bermuamalah sesuai dengan kehendaknya, namun Islam juga menentang sifat egois atau ananiyah yang menjadikan pribadi yang tamak untuk menumpuk kekayaan dan memperkaya diri sendiri. Tulisan artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis normatif dan menggunanakan pendekatan observation research dan library research. Berdasarkan data yang diperoleh hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa praktik ihtikar dalam perdagangan pada masa pandemi Covid-19 dikarenakan faktor komoditas barang yang langka dan sulit didapatkan sehingga para pedagang dan pembeli berbondong-bondong memborong barang untuk stok keperluan sehari-hari dan pedangang memborong barang kebutuhan masyarakat untuk stok barang dengan motif untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya. Hal tersebut apakah termasuk tindakan ihtikar? Dalam tulisan ini akan dikaji lebih dalam melihat dari sudut pandang hukum Islam dan Hukum Positif di Indonesia.
ANALISIS MINAT KARYAWAN TERHADAP PRODUK KPR PADA BANK SYARIAH Aldy Renaldy; Inti Ulfi Sholichah; Aif Hafifi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 2 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i2.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat karyawan PT. Tiki-Jne Jakarta Barat terhadap produk KPR di perbankan syariah. Karena rumah merupakan kebutuhan primer dalam kehidupan. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung ke lokasi penelitian, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Temuan hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa minat karyawan PT. Tiki-Jne Jakarta Barat terhadap produk KPR Syariah lebih sedikit dikarenakan kurangnya pengetahuan dan belum bekerjasamanya perusahaan dengan bank syariah sehingga belum adanya promosi-promosi produk yang ada di bank syariah. Terdapat sebagian karyawan yang minat dengan produk KPR Syariah dikarenakan memang sudah mengetahui dan memahami tentang produk KPR Syariah dan sesuai dengan ajaran Agama Islam yang berlandaskan dengan hukum Al-Qur’an dan Sunah. dikarenakan perusahaan belum bekerjasama dengan bank syariah maka tidak adanya promosi-promosi yang ditawarkan dari bank syariah di PT. Tiki-Jne Jakarta Barat Untuk KPR Syariah sehingga karyawan banyak yang belum memahami dan mengetahui tentang produk KPR Syariah, sehingga masih diperlukan kedepanya bagi perbankan syariah memperluas jaringan mitra agar lebih banyak lagi untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan supaya dapat meningkatkan penjualan produk-produk yang ada di perbankan Syariah dan meningkatkan perekonomian bangsa
STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PT JULO TEKNOLOGI FINANSIAL DALAM PERSPEKTIF SYARIAH Aif Hafifi; Vipi Urpiah; Mariya Ulpah
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 1 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i1.617

Abstract

Penelitian ini menjelaskan strategi pemasaran dalam meningkatkan jumlah nasabah. Pada saat era digital yang ada di Indonesia mengakibatkan penurunan ekonomi di masyarakat yang berdampak, salah satunya lembaga keuangan yang berdampak penurunan atau kenaikan dalam meningkatkan jumlah nasabah. Hal ini bisa menjadi peluang besar bagi PT. Julo Teknologi Finansial dalam melakukan strategi pemasarannya, yang di mana banyaknya pesaing di era digital mengakibatkan adanya penurunan jumlah nasabah yang menggunakan limit. Penelitian ini menggunakan pendekatan, yaitu penelitian lapangan yang datanya dinyatakan dalam bentuk kata atau kalimat, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan metode penelitian ini bersifat deskriptif analisis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adanya peningkatan jumlah nasabah karena beberapa faktor seperti menemukan strategi baru, memanfaatkan media sosial dan mengunakan strategi lama. Strategi pemasaran yang dilakukan PT. Julo Teknologi Finansial dalam menambah jumlah nasabah cenderung lebih banyak menggunakan dan memanfaatkan digitalisasi media sosial, seperti Tiktok, Instagram, Facebook, Twibbon dan Web. Selain strategi media sosial, strategi biasa yang dilakukan dari tahun ke tahun seperti penyebaran iklan di televisi, layar layar di stasiun, dan berbagai media seperti youtube dan lain lain. Strategi pemasaran PT. Julo Teknologi Finansial jika dilhat dari perspektif pemasaran syariah masih masuk ke dalam karakteristik realistis, tidak ada unsur penipuan dan devisi pemasarannya menggunakan etika yang sesuai dengan ketentuan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Akan tetapi karena PT. Julo Teknologi Finansial menggunakan sistim bunga dalam pengembalian dana kredit digitalnya maka pengelolaan dananya tidak sesuai dengan karakteristik pemasaran syariah.