Imam Mahfud
Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

JUAL BELI MATA UANG RUSAK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM Safitri Safitri; Imam Mahfud
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 7 No 1 (2024): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v7i1.643

Abstract

Tulisan ini bertujuan membahas hukum Islam tentang jual beli mata uang rusak yang sering didapati dilakukan oleh sebagian masyarakat. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana sumber primernya didapatkan berdasarkan observasi dan studi kepustakaan. Penulis mengumpulkan data-data primer dari observasi, buku, kitab, artikel jurnal, dan lainnya. Data-data yang diperoleh selanjutnya diverifikasi, dideskripsikan dalam pembahasan, dan dianalisis untuk menghasilkan kesimpulan. Tulisan ini menemukan bahwa praktik jual beli mata uang rusak dilakukan dengan cara uang rusak dibeli dari pemiliknya dengan nilai setengah harga. Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, tulisan ini memberikan kesimpulan bahwa hukum jual beli mata uang rusak dianalogikan (qiyas) pada hukum al-Sharf. Jual beli mata uang rusak dengan kelebihan pembayaran diperbolehkan untuk mata uang berbeda jenis dan ilat-nya sama, yaitu sebagai pembayaran dan dilakukan secara tunai. Hal ini berlaku untuk mata uang berbeda jenis, seperti dolar dengan rupiah, euro dengan rupiah, real dengan rupiah dan sen dengan rupiah. Sementara jual beli mata uang rusak di mana pemilik hanya mendapat penggantian dari setengahnya, maka hal ini tidak dibolehkan. Alasannya, praktik tersebut tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan oleh pemilik uang rusak dalam mencari uang, dan belum memenuhi syarat jual beli mata uang berdasarkan konsep al-Sharf. Pada dasarnya, mata uang rusak -terutama yang memiliki tingkat kerusakan maksimal 67% ukuran fisik dari aslinya- masih memiliki fungsi uang secara sah, dan masih memiliki nilai ekstrinsiknya. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerimaan yang sama nilainya, jika uang tersebut ditukarkan ke bank. Oleh karena itu, adanya tambahan keuntungan dalam praktik jual beli uang rusak, merupakan suatu tambahan keuntungan yang tidak diperbolehkan dalam Islam.
PENERAPAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI PADA JASA SEWA FORKLIFT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Mariya Ulpah; Imam Mahfud
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 2 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i2.538

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan Pajak Pertambahan Nilai pada jasa sewa forklift dan tinjauannya dalam perspektif ekonomi Islam di PT. Chenindo Trans Gemilang, Kav. DPR Blok A No. 178, Kenanga, Cipondoh, Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan perspektif ekonomi Islam mengenai penerapan Pajak Pertambahan Nilai pada jasa sewa forklift di PT. Chenindo Trans Gemilang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Temuan hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan Pajak Pertambahan yang dilakukan oleh PT. Chenindo Trans Gemilang pada jasa sewa forklift telah sesuai dengan ketentuan pemerintah. Adapun Pajak Pertambahan Nilai yang dibebankan kepada perusahaan Pengusaha Kena Pajak yang diterapkan telah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, karena perusahaan yang telah menjadi Pengusaha Kena Pajak telah mampu dan wajib membayar pajak sesuai dengan peraturan negara. Sedangkan, Pajak Pertambahan Nilai yang dibebankan kepada perorangan belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam karena belum mencerminkan nilai keadilan. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa dengan adanya penerapan Pajak Pertambahan Nilai dapat membantu perekonomian negara apabila kas negara tidak mencukupi. Namun Pajak Pertambahan Nilai harus diterapkan secara adil dan sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Pajak Pertambahan Nilai yang dibebankan kepada perusahaan Pengusaha Kena Pajak telah sesuai dengan prinsip ekonomi Islam, sedangkan Pajak Pertambahan Nilai yang dibebankan kepada orang pribadi atau perorangan belum sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Kata Kunci: Ekonomi Islam, Pajak PPN, Pajak Pertambahan Nilai, Jasa Sewa Forklit
STRATEGI PEMASARAN PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH PADA PRODUK MODAL TENAGA KERJA MIKRO DI BANK SYARIAH INDONESIA Imam Mahfud; Taufiq Hidayat; Inti Ulfi Sholichah
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 1 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i1.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran dalam pembiayaan musyarakah dan peningkatan jumlah nasabah dengan menggunakan produk Modal Tenaga Kerja Mikro di Bank Syariah Indonesia. Keterkaitan antara lembaga dan masyarakat atau nasabah sangat penting, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami dasar pembiayaan musyarakah. Jenis Penelitian dalam artikel ini menggunakan penelitian kualitatif lapangan, bersifat deskriptif analisis dengan tujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Adapun data-data dalam penelitian ini diperoleh langsung melalui in depth interview, observasi dan data pendukung lainnya. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pembiayaan musyarakah pada Produk Modal Tenaga Kerja Mikro di BSI KCP. Parakan Tangerang mempunyai nilai pertengahan (medium level) terhadap jumlah data nasabah 40 %, dibanding dengan pembiayaan murabahah (Jual-beli) lebih kompleks jumlah data nasabah presentase 60 %. Hal ini disebabkan oleh kedua strategi pemasaran tersebut lebih unggul strategi Marketing Mix 7P, strategi ini lebih mudah dalam proses pembiayaan antara kedua belah pihak menentukan disaat perjanjian kesepakatan awal. Sedangkan strategi marketing STP, lebih pada prosedur persyaratan pembiayaan mulai dari dana yang dikumpulkan para nasabah sebesar Rp 50-100 jt, sehingga diperlukan Micro Team khusus yang memegang kendali dengan melakukan pelatihan semacam (Breefing) pelajaran atau materi mengenai pembiayaan musyarakah supaya lebih banyak memperoleh nasabah.
PENGARUH LITERASI DAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP MINAT MASYARAKAT BERZAKAT DI BAZNAS KOTA TANGERANG Hilyaningsih Hilyaningsih; Imam Mahfud; Setiya Afandi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 7 No 2 (2024): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v7i2.698

Abstract

Zakat sebagai salah satu bentuk konkrit dari jaminan sosial yang disyariatkan oleh ajaran Islam berfungsi sebagai penggerak roda perekonomian umat melalui sektor-sektor produktif yang dikelola oleh penerimanya, dan dapat menjadi sebuah media untuk mengontrol kesenjangan pendapatan, serta menjembatani celah antara golongan kaya dengan dhu'afa sehingga tidak terjadi penumpukan kekayaan pada sebagian kecil golongan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh literasi terhadap minat berzakat masyarakat Kota Tangerang dan pengaruh tingkat pendapatan terhadap minat berzakat masyarakat Kota Tangerang. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey dengan 100 responden. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh berdasarkan jawaban responden terhadap kuesioner yang dibagikan peneliti pada muzaki BAZNAS Kota Tangerang. Metode analisis data menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas, Uji Autokorelasi, Uji Regresi Linier Sederhana, Uji Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji f. Kesimpulan penelitian ini menunnjukan bahwa berdasarkan hasil uji t dan uji f disimpulkan bahwa variable literasi, tingat pendapatan berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap minat berzakat dengan nilai signifikasi dan nilai hitung sebesar 0.018 ˃0.05 dan nilai t hitung 2.766 ˃ t tabel 1.984 (XI), 0.000˂0.05 dan nilai t hitung 3.707 ˃ t tabel 1.984 (X2), 0.000 ˃ 0.05 dan nilai uji f sebesar 0.00 ˂ 0.05 dan nilai f hitung 30.548 ˃ f tebal 2.70.