Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kehamilan Intraabdominal Usia 38 Minggu dengan Lahir Bayi Hidup Cipta Pramana; Kartika Budi Peranawengrum; Renata Ekanindya Anggadewi
Nan Tongga Health And Nursing Vol. 20 No. 1 (2025): Nan Tongga Healt And Nursing
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/nthn.v20i1.477

Abstract

Abdominal pregnancy is a very rare form of ectopic pregnancy that carries life-threatening complications, in which the product of conception implants within the peritoneal cavity. The incidence is estimated to be approximately 1 in 10,000 to 30,000 live births, with high rates of maternal and perinatal morbidity and mortality. Because the clinical symptoms are nonspecific, diagnosis is often delayed, and ultrasonographic examination may fail to detect the abnormal implantation site. The aim of this study is to describe in detail the management of a case of intra-abdominal pregnancy. This research employs a descriptive method with a case report design, providing a detailed account of the diagnostic process, management, and clinical outcomes of a patient. The results report a rare case of a 28-year-old woman, gravida 2, with term intra-abdominal pregnancy who was treated at RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Hospital, Semarang, Indonesia. The patient presented at 38 weeks of gestation with complaints of abdominal pain and transverse fetal lie. During laparotomy, an extrauterine pregnancy was discovered with an intact amniotic sac and a live male infant weighing 2980 grams with an excellent Apgar score. The placenta was attached to the abdominal wall, omentum, and the superior surface of the uterus, and was left in situ to prevent massive hemorrhage. The uterus and adnexa appeared normal. The postoperative course was uneventful, and follow-up examinations showed regression of the placental mass. The infant developed normally without any congenital abnormalities. This case provides an important lesson on the need for comprehensive clinical suspicion and early diagnosis through imaging to reduce maternal morbidity and mortality. Timely surgical intervention and a conservative approach to placental management are crucial for achieving favorable outcomes in cases of term abdominal pregnancy.
PENGARUH PEMBERIAN FEEDBACK PADA PELAKSANAAN OSCE DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR TERHADAP PERSEPSI DAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWI Shafira Kaesa Siska Hapsari; Siti Maimunah; Cipta Pramana
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.02 DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i02.769

Abstract

ABSTRAK Dalam proses pembelajaran mahasiswa akan mendapatkan materi teori dan praktik. Selain itu, akan ada evaluasi dengan dilaksanakannya ujian dalam bentuk CBT dan ujian praktik dengan menggunakan metode OSCE. OSCE merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kompetensi klinik secara obyektif dan terstruktur dalam bentuk rotasi station dengan alokasi waktu tertentu. Dikatakan objektif karena seluruh mahasiswa diuji dengan ujian yang sama. Terstruktur karena yang diuji keterampilan klinik tertentu dengan menggunakan lembar penilaian yang spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian feedback dengan metode K-Nearesh Neighbor terhadap persepsi dan motivasi belajar mahasiswi. Penelitian ini dilakukan dengan sampel total yaitu 66 mahasiswi kebidanan di STIKes Estu Utomo. Hasil penelitian didapatkan sebagai berikut, mahasiswi memiliki persepsi negatif sebanyak 18 (54,5%), yang artinya pada saat sebelum pemberian feedback dengan metode K-Nearest Neighbor mereka belum mampu menarik kesimpulan dari feedback yang diterima. Pada hasil motivasi sebanyak 24 (72,8%), yang artinya pada sebelum pemberian feedback dengan metode K-Nearest Neighbor mereka belum muncul motivasi. Kata Kunci: Feedback, K-Nearest Neighbor, OSCE, Persepsi, Motivasi Belajar, Mahasiswi Kebidanan
Pendidikan Kesehatan Tentang Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) pada  Mahasiswa di STIKes Husada Gemilang Haryati Astuti; Novita Puspita Dewi; Cipta Pramana
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/2h73rs33

Abstract

LGBT adalah istilah terkait orientasi seksual, perilaku seksual  yang  menyimpang  itu  muncul  atas  dasar  orientasi  seksual  yang  menyimpang. Perilaku  seksual meyimpang dilakukan oleh kelompok-kelompok orang yang memiliki orientasi seksual menyimpang, atau lebih dikenal dengan istilah kelompok LGBT. LGBT merupakan salah satu fenomena yang tidak pernah habis- habisnya untuk dibahas sepanjang sejarah manusia. Mahasiswa dengan usia yang masih muda dan sedang mencari jati diri membuat kelompok ini menjadi sasaran penyebaran LGBT. Berdasarkan survei dari Central Intelligence Agency (CIA) Negara Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi LGBT terbesar ke- 5 setelah China, India, Amerika, dan Europa. Dengan kata lain, 7,5 juta dari 250 juta penduduk adalah LGBT. Berdasarkan penelitian yang sama menyebutkan faktor predisposisi LGBT diantaranya pengetahuan, sikap, dan motivasi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini melalui Pendidikan Kesehatan kepada Mahasiswa STIKes Husada Gemilang pada Prodi DIII Kebidanan dan Sarjana Gizi untuk memberikan pemahamam dan penambahan pengetahuan kepada mahasiswa terkait LGBT. Metode yang digunakan CTD (Cermah, Tanya jawab dan Diskusi) dengan menggunakan media kuesioner dari PPT yang disampaikan dalam bentuk leaflet yang didistribusikan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh prodi di STIKes Husada Gemilang Sebanyak 38 mahasiswa terdiri dari  Prodi DIII Bidan sebanyak 30 Orang dan Prodi Sarjana Gizi sebanyak 8 orang. Didapatkan dari Kuesioner Pre dan Post dimana tingkat Pengetahuan Tingkat pengetahuan mahasiswa mengenai LGBT dan dampak nya pada kesehatan dan psikososial meningkat setelah Edukasi. Diharapkan program ini akan dilanjutkan kepada seluruh mahasiswa.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN IBU MENYUSUI YANG BEKERJA TIDAK MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Tri Utami Sari; Cipta Pramana; Sumarmi
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 2 (2026): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v10i2.8075

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding coverage globally is still low, at around 38%, so it has not reached the global target of 50% by 2025. In Indonesia, exclusive breastfeeding coverage increased from 69.70% in 2022 to 70.01% in 2023. In Central Java it increased from 79.06% to 80.02%, while in Semarang City it reached 81.3%. However, the coverage of exclusive breastfeeding in the working area of the Krobokan Health Center is only 33.8%, so that 66.2% of babies have not received exclusive breastfeeding. As many as 52% of mothers who do not succeed in providing exclusive breastfeeding are working mothers. This study aims to analyze the relationship between parity, knowledge, family support, availability of breastfeeding facilities, supervisor support, and peer support with the non-achievement of exclusive breastfeeding in working mothers in the working area of the Krobokan Health Center, Semarang City. Methods: A correlational analytical study with a case control design on 79 working mothers who had babies aged 6–12 months using purposive sampling techniques. The research will be carried out in November-December 2025. Data analysis used Chi-square test and binary logistics regression. Results: There was a correlation between parity (p=0.026; OR=3.157), knowledge (p=0.029; OR=3.059), availability of breastfeeding facilities (p=0.017; OR=3.375), family support (p=0.001; OR=5.600), support from the employer (p=0.036; OR=2.933), and peer support (p=0.033; OR=2.986) with the absence of exclusive breastfeeding in working mothers. Multivariate analysis showed that family support was the most dominant factor (p=0.001; OR=26,678). Conclusions: Parity, knowledge, family support, availability of breastfeeding facilities, employer support, and peer support were associated with the non-achievement of exclusive breastfeeding in working mothers, with family support as the most dominant factor