Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood glucose levels due to insulin resistance by pancreatic β cells. Local apple plants can be used as a therapy for diabetes mellitus due to their content of quercetin which can control the increase in blood glucose levels. This study aims to determine the effectiveness of local apple extract of Romebeauty and Manalagi types to changes in body weight and fasting blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus rats. This experimental study used pre and post-tests with a control group design involving 25 Wistar rats with diabetes mellitus model by injection STZ-NA. They were divided into 5 groups: negative control (KN), positive control with glibenclamide 0.09 mg/kg BW (KP), and the treatment group with local apple extract of Romebeauty and Manalagi at a dose of 90 mg/kg BW with 32,5 mg/g quercetin (P1), 180 mg/kg BW with 65 mg/g quercetin (P2), and 270 mg/kg BW with 97,5 mg/g quercetin (P3). The rats were weighed 4 times and fasting blood glucose levels were measured before and after the intervention. The results showed that there was a significant difference in body weight in all treatment groups after 14 days of intervention (p=0.003). Besides, there were significant differences in fasting blood glucose levels before and after the intervention in the KP (p=0.043), P1 (p=0.001), and P3 (p=0.005). Thus, it can be concluded that local apple extract affects changes in blood glucose levels and body weight of the diabetes mellitus rat model.ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolik ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin oleh sel β pankreas. Tumbuhan apel lokal sebagai tanaman komoditi holtikultura mampu dijadikan sebagai terapi untuk diabetes melitus karena mempunyai kandungan kuersetin yang mampu mengontrol kenaikan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari efektivitas pemberian ekstrak apel lokal jenis romebeauty dan manalagi terhadap perubahan berat badan dan kadar glukosa darah puasa tikus model diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini adalah eksperimental pre and post test with control group design menggunakan 25 tikus wistar model diabetes mellitus dengan injeksi STZ-NA dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negative (KN), kontrol positif dengan glibenklamide 0,09 mg/kgBB (KP), dan kelompok perlakuan diberikan ekstrak apel lokal jenis romebeauty dan manalagi dosis 90 mg/ kgBB mengandung 32,5 mg/g kuersetin (P1), 180 mg/ kgBB mengandung 65 mg/g kuersetin (P2) dan 270 mg/ kgBB mengandung 97,5 mg/g kuersetin (P3). Selama penelitian berlangsung, tikus dilakukan penimbangan sebanyak 4 kali serta dilakukan pengukuran kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah intervensi . Hasil menunjukkan bahwa terjadi perbedaan berat badan tikus yang signifikan pada semua kelompok perlakuan setelah 14 hari diberikan intervensi (p=0,003). Terdapat perbedaan signifikan kadar glukosa darah puasa sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok KP (p=0,043), P1 p=(0,001), dan P3 (p=0,005). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ekstrak apel lokal terhadap perubahan kadar glukosa darah dan berat badan tikus model diabetes melitus.Keywords: ekstrak apel lokal, kadar glukosa darah, berat badan, diabetes melitus