Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SD Nasima Semarang dan dampaknya kepada peserta didik. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif merupakan metode yang digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 2 orang guru pengajar kelas IV dan V yang telah menerapkan kurikulum merdeka dalam pembelajaran dan 5 peserta didik kelas IV dan V sebagai peserta kegiatan P5. Dalam penerapan kurikulum merdeka, peserta didik membuat atau mengimplementasikan projek. Pelaksanaan kegiatan P5 merupakan salah satu kegiatan projek kurikulum merdeka. Kegiatan yang dilaksanakan di SD Nasima bertema Kearifan Lokal “Melestarikan Budaya Wayang Orang” menghasilkan projek kegiatan P5 berupa 1) pembuatan mind mapping dan diskusi tentang wayang dengan pengembangan sendiri berdasarkan materi yang disajikan wali kelas; 2) presentasi mind mapping di aula sekolah dan dilombakan; 3) pementasan wayang orang oleh peserta didik di aula sekolah dengan lakon "Gatotkaca lahir".This study aimed to find out the implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) in Nasima Elementary School Semarang and its impacts on the students. Qualitative method with descriptive approach is the method used. The data collecting method used an interview with two interviewees teachers in fourth and fifth grades by applying Kurikulum Merdeka and five fourth and fifth-grade students as P5 participants. During this activity, the students had to make or implement the project. One of the Kurikulum Merdeka Project activities was the implementation of the P5 activity. The activity themed on Local wisdom “Melestarikan Budaya Wayang Orang” showed that in the form of 1) making mind mapping and discussing Wayang with self-development based on the materials that the home teacher gave; 2) competition of presenting mind mapping in the school; 3) wayang orang performance by the students with the title “The Born of Gatotkaca.”