Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

COACHING CLINIC KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA UNTUK MEMBANGUN OPTIMISME DAN ADAPTABILITAS DI ERA DISRUPSI Dewi Anggraini; Indra Prapto Nugroho; Rachmawati Rachmawati; Mariana Mariana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16912

Abstract

ABSTRAKPara pelaku wirausaha di Abad ke-21 dihadapkan pada era disrupsi, dimana terjadi perpindahan cara membeli dan apa yang dibeli oleh masyarakat atau konsumen. Bentuk usaha yang sifatnya konvensional cepat atau lambat akan ditinggalkan oleh konsumen. Perkembangan usaha bergeser ke arah inovasi dan teknologi. Hal ini tentu saja menuntut para pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Ini merupakan sebuah tantangan, sehingga mereka juga perlu menanamkan sikap optimisme. Maka, kegiatan coaching clinic ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan mengenai peluang usaha dan teknologi yang digunakan dalam dunia usaha di era disrupsi, selain itu, mahasiswa juga memiliki pribadi yang selalu optimis dan mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan, karena mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang menjadi motor penggerak kewirausahaan.  Kegiatan ini dihadiri 65 peserta yang merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya. Berdasarkan hasil evaluasi dari kegiatan ini, pada umumnya peserta menanggapi dengan positif, dimana mereka mampu merancang konsep kewirausahaan dan mendapatkan gambaran mengenai peluang usaha di era disrupsi. Kata kunci: coaching clinic; optimisme; adaptabilitas; era disrupsi. ABSTRACTEntrepreneurs in the 21st century face a period of disruption characterized by a shift in how the public or consumers buy and what they buy. Consumers will abandon traditional business practices sooner or later. Innovation and technology increasingly drive business development. It necessitates that business actors can adapt to the occurring changes. Given the difficulty of the situation, they must also instill an optimistic outlook. This coaching clinic activity aims to provide students with knowledge and skills regarding business opportunities and the technology used in the business world during disruption. In addition, students always have optimistic personalities and can adapt to change, as they are one group that drives entrepreneurship. Sixty-five students from the Psychology Study Programme, Faculty of Medicine, Sriwijaya University, attended this event. Based on the evaluation of this activity, participants responded favorably, as they were able to develop entrepreneurial concepts and gain an overview of business opportunities in the era of disruption. Keywords: coaching clinic; optimism; flexibility; era of disruption.
APAKAH ORANG DENGAN CRITICAL THINKING DISPOSITIONS TIDAK AKAN BERPRASANGKA TERHADAP ANGGOTA DEWAN LEGISLATIF? Marisya Pratiwi; Muhammad Cholil Munadi; Merista Ayu Arum Ning Tias; Dewi Anggraini
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i1.3627

Abstract

Penilaian buruk masyarakat terhadap anggota legislatif terlihat dari berbagai riset yang sudah dilakukan oleh beberapa lembaga riset publik. Pandangan dan penilaian masyarakat yang negatif terhadap lembaga legislatif dapat berubah menjadi prasangka terhadap dewan legislatif itu sendiri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut mengenai prasangka terhadap anggota dewan yang umum dimiliki oleh masyarakat dikaitkan dengan fungsi kognitif di dalam diri. Hipotesis dari penelitian ini adalah  ada hubungan antara conceptual thinking dispositions dan prasangka masyarakat terhadap anggota legislative; apakah prasangka terhadap masyarakat terkait dengan factor kognitif di dalam diri atau tidak. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sejumlah 200 orang yang sudah memiliki hak pilih. Sebelumnya, peneliti melibatkan 70 orang yang sudah memiliki hak pilih untuk uji coba alat ukur yang akan digunakan. Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik sampling insidental. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebagai alat ukur, yaitu skala conceptual thinking dispositions berdasarkan aspek conceptual thinking dispositions dari Facione, Giancarlo, Facione, dan Gainen (1995) dan skala  prasangka  yang  mengacu  pada komponen prasangka dari Aronson, Wilsom & Akert (2014). Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r =  0,018 dan p = 0, 804 (p> 0,05). Dengan demikian, hipotesis penelitian ditolak. Artinya, tidak ada hubungan antara conceptual thinking dispositions yang dimiliki dengan prasangka masyarakat terhadap anggota dewan.