Imam Buchori
STAI Pelabuhan Ratu Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Tari di KB Arridhwaany Cidadap Simpenan Rindang Ayunda Andrawati Putri; Encep Solihuttaufa; Imam Buchori
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2024): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.11617

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perkembangan kemampuan motorik kasar pada anak-anak kelompok usia dini, terutama dalam konteks kegiatan tari di PAUD. Model pembelajaran yang menggunakan area dan Lembar Kerja Siswa (LKS) dinilai tidak memotivasi anak, menyebabkan kebosanan, dan kurangnya semangat dalam kelas, mengakibatkan kurangnya fokus dan konsentrasi dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui metode jarimatika di KB Arridhwaany Cidadap Simpenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam setiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak setelah penerapan metode jarimatika. Pada siklus pertama, terjadi peningkatan jumlah anak yang dapat menirukan gerakan tari, seperti mengayunkan tangan dan badan, mengayunkan tangan dan kaki, berjalan ke kanan dan kiri, dan berjalan di tempat dengan iringan musik. Pada siklus kedua, perkembangan mencapai tingkat Berkembang Sangat Baik (BSB) dengan presentasi rata-rata sebesar 89,00%. Evaluasi terhadap guru menunjukkan peningkatan, dengan aspek-aspek penilaian mencapai nilai 3 dan 4.
Peningkatan Etika Berbicara Pada Anak Usia Dini Melalui Metode Bercerita di SPS TP. Aster Putih Cikembar Sukabumi Teti Sumiyati; Encep Solihuttaufa; Imam Buchori
Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 2 (2024): Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Al-Banin : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51729/banin.12737

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang meinitik beratkan pada peletakan dasar kearah kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosial emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan etika berbicara melalui metode bercerita. Penelitian ini mengunakan model penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan 2 siklus. Subyek dan sumber data penelitian adalah peserta didik kelompok B TK Mutiara Bahari Palabuhanratu Sukabumi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tekhnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini, menggunakan tehnik skor. Hasil Penelitiannya adalah melalui bercerita dapat meningkatkan etika berbicara anak di SPS TP. Aster Putih Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Tahun Pelajaran 2022/2023. Hal tersebut ditandai dari peningkatan rata-rata skor etika berbicara dan rata-rata sekor individu anak serta persentase kemampuan etika berbicara yang di dapatkan dari hasil observasi penilaian dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan bercerita Hasil penilaian observasi etika berbicara anak di SPS TP. Aster Putih Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi,pada kondisi awal diperoleh skor rata-rata kelas sebesar 37,3 kemudian meningkat menjadi 45,1 pada siklus 1, dan akhirnya meningkatkan menjadi 49,7 pada siklus 2. Sementara itu, rata-rata hasil observasi kemampuan etika berbicara per anak pada kondisi awal sebelum penelitian meningkat menjadi 2,3 pada siklus 1, dan menjadi 2,5 pada siklus 2. Kondisi tersebut juga diperkuat dengan data ketuntasan pembelajaran secara klasikal, dengan menggunakan metode bercerita. Dimana pada kondisi awal ketuntasan baru mencapai 62.1%, kemudian pada siklus 1 meningkat mencapai 75.2% serta pada siklus 2 meningkat mencapai 82.9.