This Author published in this journals
All Journal SIGMA TEKNIKA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERANCANGAN RUSUNAMI DI KOTA BATAM DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Ari Prayogo; Laras Mitra P; Indri Astuti Maulana; Kezia Eka Dewi
SIGMA TEKNIKA Vol 4, No 2 (2021): SIGMATEKNIKA, VOL. 4, N0. 2, NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v4i2.5709

Abstract

Kota Batam memiliki populasi 1.196.396 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan dan 64 kelurahan. Kegiatan ekspor- import memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah . Adanya pengembangan KPBPB ini memunculkan potensi terjadinya peningkatan jumlah penduduk terus meningkat di Kota Batam, permintaan hunian dan lahan terus meningkat. Maka dari itu dibutuhkan Rumah Susun Milik (Rusunami) di Batam yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat berpenghasilan menengah untuk dapat mencapai lokasi tujuan dengan kemudahan akses transportasi umum yang memadai sehingga pembangunan perumahan horizontal di Kota Batam semakin berkurang, tingkat kemacetan karena penggunaan kendaraan pribadi menurun tajam dan keinginan untuk dapat memiliki rumah di dalam Kota Batam dapat terwujud. Penulis menguraikan secara garis besar langkah-langkah untuk menganalisis data dalam perancangan Rusunami dengan penerapan tata guna lahan sebagai berikut : Tata guna lahan dan bangunan : Peruntukan lahan, batas-batas lahan, potensi tapak/lokasi, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB), Garis Sempadan Bangunan (GSB), dan ketinggian bangunan. Fasilitas penunjang :Adanya Fasilitas sosial di dalam lahan, Adanya Fasilitas sosial di luar lahan, Adanya Fasilitas umum di dalam lahan, Adanya Fasilitas umum di luar lahan.Sirkulasi dan Parkiran :Pedestarian, tempat transit, akses transportasi, tempat parkir. Ruang terbuka: Ruang terbuka untuk sirkulasi, Ruang terbuka untuk penghijauan/ taman Arsitektur Bioklimatik adalah konsep arsitektur dengan pendekatan desain yang menekankan konteks terhadap kondisi iklim dan cuaca setempat (relation to climate of the place), dengan memanfaatkan potensi dan mengantisipasikan kendala iklim dan cuaca tersebut, agar diperoleh penghematan energi operasional bangunan (energy saving / conservation energy) dalam memperoleh kenyamanan termal (Thermal Comfort ) sekaligus kenyamanan visual (Visual Comfort), melalui teknik pasif dan hemat energi (passive and low energy technique).