Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI LATIHAN BATUK EFEKTIF DI RSUD KARAWANG Yumi Dian Lestari; Grace Evelyn; Tasya Khoerunnisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17166

Abstract

ABSTRAKPneumonia merupakan peradangan dari parenkim paru, pada asinus berisi cairan radang dengan atau  tanpa  disertai  infiltrasi  dari  sel  radang  ke  dalam  dinding  alveoli  dan  rongga  interstisium. Penyakit ini ditandai dengan batuk disertai nafas cepat dan atau nafas sesak. Sesak napas yang tidak  diatasidengan  cepat  dapat  mengakibatkan  gagal  nafasdan bisa  menyebabkan  kematian. Oleh  karena  itu  perlu  penanganan  secara  suportif  yang  salah  satunya  adalah  latihan  batuk efektif.Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rawat Inap RSUD karawang bulan Juli 2022. Kegiatan  diawali  dengan pengukuran  frekuensi  napas, kemudian dilakukan pemberian  terapi latihan  batuk  efektif sehingga  frekuensi  napas dalam  batas  normaldengan  cara  demontrasi, diakhiri dengan posttest yaitu mengukur frekuensi napas pasien pneumonia. Hasildari kegiatan pengabdian  masyarakat  sebelum  dilakukan  latihan  batuk  efektif  didapatkan 20 orang  pasien dengan pneumonia mengalami frekuensi napas yang tinggi (lebih dari 25 kali/menit), kemudian setelah   dilakukan   penyuluhan   dan   demonstrasi   latihan   batuk efektif   terdapat   15   pasien pneumonia orang yang mengalami frekuensi napas dalam batas normalyaitu 23-25 kali/menit, dan 5 orang lainnya frekuensi napas  yang tinggi (lebih dari 25 kali/menit). Dapat disimpulkan adanya  peningkatanfrekuensisetelah  diberikan latihan  batuk  efektif. Diharapkan  kegiatan pemberian latihan batuk efektif ini dapat diterapkan dan dapat dijadikan sebagai intervensi oleh perawat tentang latihan batuk efektif pada pasien pneumonia. Kata Kunci: frekuensi napas; pneumonia; latihan batukefektif ABSTRACTPneumonia  is  an  inflammation  of  the  lung  parenchyma,  the  acini  contains  inflammatory  fluid with  or  without  infiltration  of  the  inflammatory  cells  into  the  alveoli  wall  and  the  interstitial cavity.  This  disease  is  characterized  by  coughing  with  rapid  breathing  and  /  or  shortness  of breath. Shortness of breath that is not resolved quickly can lead to respiratory failure and can lead to death. Therefore it needs supportive handling, one of which is effective cough training. The activity was carried out in the Sawahlunto Hospital inpatient room in September 2019. The activity  began  with  measuring  the  frequency  of  the  breath,  then  providing  effective  cough training  therapy  so  that  the  respiratory  rate  was  within  normal  limits  by  means  of  a demonstration,  ending  with  a  posttest,  namely  measuring  the  respiratory  rate  of  pneumonia patients. The results of community service activities before effective cough training were found that  16  patients  with  pneumonia  experienced  a  high  respiratory  rate  (morethan  25  times  / minute),  then  after  counseling  and  demonstrations  of  effective  cough  training  there  were  11 pneumonia patients who experienced breathing frequencies within the limit. normal, namely 23-25 times / minute, and 5 other people with high respiratory rates (more than 25 times / minute). It  can  be  concluded  that  there  is  an  increase  in  frequency  after  being  given  effective  cough exercises. It is hoped that the activity of providing effective cough training can be applied and can be used as an intervention by nurses on effective cough training in pneumonia patients Keywords: respiratory rate; pneumonia; cough exercises are effective
MANAJEMEN NYERI PADA LANSIA DENGAN PENDEKATAN NON FARMAKOLOGI DI PUSKESMAS PURWAKARTA Grace Evelyn; Dina Hartini; Dewi Nurfazri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17251

Abstract

ABSTRAKRasa nyeri merupakan masalah umum yang sering terjadi pada lansia. Survey kesehatan nasional 2015 menunjukkan pada usia≥ 55 tahun 40% lansia mengalami nyeri. Keluhan rasa nyeri yang dirasakan oleh para lansia biasanya bersifat multifaktorial dan terkadang menemui banyak kendala dalam penatalaksanaanya. Akibat penatalaksanaan yang kurang baik pada keluhan rasa nyeri yang dialami seseorang akan berdampak pada status kesehatan dan kualitas hidup lansia tersebut. Penatalaksanaan yang tidak adekuat dapat berhubungan dengan rasa depresi, isolasi hubungan social, ketidakmampuan dan dapat pula menyebabkan gangguan tidur. Nyeri terutama ditangani melalui penggunaan obat-obatan, namun beberapa teknik nonfarmakologik dapat membantu mengendalikan nyeri: masase, relaksasi dan imajinasi, stimulasi saraf dengan listrik transkutan, penggunaan kompres panas dan dingin, sentuhan terapeutik, meditasi, hipnotis dan akupresur, TENS (Transcutaneus Electrical Nerve stimulation) dan telah dibuktikan dalam beberapa penelitian bahwa adanya pengaruh yang signifikan penggunaan metode non farmakologik terhadap penurunan nyeri pada lansia, sehingga dengan demikian penggunaan metode nonfarmakologik dalam menurunkan nyeri pada lansia sangat disarankan digunakan dalam menurunkan nyeri pada lansia. Kata Kunci : manajemen nyeri; lansia;  pendekatan non   farmakologik ABSTRACTPain is a common problem that often occurs in the elderly. The 2015 national health survey showed that at the age of ≥ 55 years, 40% of the elderly experienced pain. Complaints of pain felt by the elderly are usually multifactorial and sometimes encounter many obstacles in their management. As a result of poor management of complaints of pain experienced by someone will have an impact on the health status and quality of life of the elderly. Inadequate management can be related to feelings of depression, social isolation, disability and can also cause sleep disturbances. Pain is mainly managed through the use of drugs, but several non-pharmacological techniques can help control pain: massage, relaxation and imagination, nerve stimulation with transcutaneous electricity, use of hot and cold compresses, therapeutic touch, meditation, hypnosis and acupressure, TENS (Transcutaneous Electrical Nerve). stimulation) and it has been proven in several studies that there is a significant effect of using non-pharmacological methods on reducing pain in the elderly, so that the use of non-pharmacological methods in reducing pain in the elderly is strongly recommended to be used in reducing pain in the elderly. Keyword : pain management; elderly; non-pharmacological approach