Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENERAPAN LEMARI ASAP TERKONTROL UNTUK PRODUKSI TELUR ASIN ASAP DI INDUSTRI RUMAH TANGGA ELDONA, BANJARBARU Muhammad Saukani; Irfan Irfan; Achmad Jaelani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Panrita Abdi - Oktober 2019
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.887 KB) | DOI: 10.20956/pa.v3i2.7197

Abstract

Application of Controlled Smoke Cabinet for the Production of Smoked Salt Egg in the Eldona Home Industry, BanjarbaruAbstract. The Telur Asin Eldona Home Industry have problems in the process of producing salted smoke eggs. Production rate only 800-1000 salted smoke eggs per week. The fumigation time takes up to three days.  The high defect products reach 20% due to overheating during the fumigation process. The community partnership program aims to increase the volume of production of salted smoke eggs and reduce product failures in the fumigation process. To achieve this goal, Designing a larger smoke cabinet applying a pyrolysis system and temperature control to avoid overheating.  The rack of salted egg placement is practically modified to be flipped and shifted. The results of the initial implementation at the "Eldona Telur Asin" showed a reduction in fumigation time and defective of cracking product. Fumigation time decrease from three days become 6 hours. Cracking product of fumigation results has declined, before the average 20% now found is only 1.3%.Keywords: Pyrolisis, smoked eggs, microcontroller, salted eggs.Abstrak. IRT Telur Asin Eldona mengalami permasalahan dalam proses produksi telur asin asap. Kapasitas produksi hanya mencapai 800-1000 butir perminggu, waktu pengasapan relatif lama yakni memerlukan waktu hingga 3 hari serta tingginya produk cacat yang mencapai 20% akibat overheating selama proses pengasapan. Program kemitraan masyarakat ini merupakan usaha yang bertujuan untuk meningkatkan volume produsi telur asin asap serta mengurangi gagal produk dalam proses pengasapan di IRT “Eldona” Telur Asin. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirancang lemari asap dengan menerapkan sistem pirolisis yang dilengkapi dengan mikrokontroller untuk menjaga suhu ruangan lemari asap agar tidak terjadi overheating. Kapasitas lemari diperbesar, rak penempatan telur asin dimodifikasi secara praktis untuk dibolak-balik dan dipindah posisinya, suhu pengasapan yang terkontrol serta tereduksinya panas dari ruang pembakaran. Hasil implemetasi menunjukkan terjadinya reduksi waktu pengasapan yakni sebelumnya memerlukan waktu 3 hari, saat ini hanya diperlukan waktu pengasapan 6 jam. Produk cacat hasil pengasapan menurun, sebelumnya rata-rata ditemui 20% menjadi 1,3%.Kata Kunci: Pirolisis, telur asap, mikrokontroller, telur asin
POTENSI LAHAN BASAH (RAWA) SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK Irfan Irfan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 1, No 1 (2018): EEICT
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v1i1.1420

Abstract

Tenaga listrik merupakan sumber energi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Dari buku statistik ketenagalistrikan terlihat terjadi peningkatan jumlah pelanggan dan penggunaan tenaga listrik pada semua sektor, baik rumah tangga, industri, usaha maupun pada sektor umum dengan rata-rata kenaikan 7% dari tahun 2011-2015. Saat ini di Indonesia menggunakan sumber energi pembangkit listrik yang keberadaannya sangat terbatas yang menggunakan 3 jenis bahan bakar, yakni Minyak, batubara dan gas alam untuk PLTU; Minyak dan Gas alam untuk PLTG; minyak dan gas alam untuk PLTGU serta Minyak dan gas alam untuk PLTD. Peningkatan kinerja pembangkit tenaga listrik ini berdampak pada peningkatan jumlah pemakaian bahan bakar. Pada tahun 2011-2015 terdapat kenaikan tertinggi yakni rata-rata 33% pada jenis bahan bakar batubara. maka untuk menjaga kelestarian sumber energi ini perlu diupayakan langkah-langkah strategis yang dapat menunjang penyediaan energi listrik secara optimal dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi lahan basah (rawa) yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra eksperimental (Pre-experimental) Jenis One-Shot Case Study yakni dengan elektroda sebagai perlakuan ditempatkan ke dalam lahan basah (rawa). Elektroda yang ditempatkan kedalam lahan basah (rawa) kemudian diobservasi. Dari data hasil pengukuran terlihat bahwa lahan basah (rawa) memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik, dimana dengan menempatkan 2 elektroda yang masing-masing terbuat dari bahan tembaga dan timah pada kedalaman tertentu akan menghasilkan tegangan. Tegangan dengan nilai tertinggi didapatkan pada jarak antar elektroda 10cm. Dari data hasil penelitian juga didapatkan makin dalam penempatan elektroda pada lahan basah (rawa) makin besar/tinggi nilai tegangannya.
Studi Perbandingan Monitoring Suhu Dan Kelembaban Ruangan Laboratorium Berbasis Raspberry Pi Menggunakan Sensor Suhu Dht22 Dengan Extech Sd700 linanda pitalok; irfan irfan; gusti eddy wira pratama
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v2i1.2171

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan perbandingan pembacaan suhu dan kelembaban antara Extech SD700 dengan hasil pembacaan pada monitoring suhu dan kelembaban berbasis Raspberry Pi menggunakan sensor DHT22 pada ruangan laboratorium. Dimana dalam sebuah ruangan laboratorium diletakkan rangkaian sensor DHT22 dan Raspberry Pi kemudian dikoneksikan dengan Komputer/Laptop melalui jaringan nirkabel. Data perbandingan hasil pembacaan sensor DHT22 dan Extech SD700 diambil dengan metode pengambilan data langsung (real time) pada kurun waktu tertentu. Dari hasil pengambilan dan perhitungan data diperoleh kesimpulan pembacaan suhu dan kelembaban pada sensor DHT22 yang digunakan cenderung lebih tinggi, dengan interval antara 0,1 s/d 1,3 ˚C dan 0,5 s/d 14,9 % diatas pembacaan suhu dan kelembaban pada Extech SD700, dengan selisih rata-rata pembacaan suhu sebesar 0,68 ˚C (3,48 persen) dan pembacaan kelembaban sebesar 9,65 % RH (16,51 persen) selama pengujian dalam ruang laboratorium.Kata Kunci:  Sensor DHT22, Extech SD700, Raspberry Pi, Suhu, Kelembaban
STUDI KINERJA BELT SCALE PADA PROSES PEMUATAN BATUBARA Irfan Irfan; Dwi Cahyanto; Toto Sujianto
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v2i1.2320

Abstract

Belt Scale merupakan suatu jenis timbangan yang digunakan untuk mengukur laju aliran batubara atau untuk mengetahui jumlah batubara yang mengalir pada system conveyor (ban berjalan). Pentingnya penggunaan belt scale pada system conveyor merupakan suatu kebijakan yang tidak bisa diabaikan karena menyangkut efek finansial bagi perusahaan dan juga sebagai data keluarnya batubara dari pelabuhan/port. Selain itu Penggunaan belt scale juga dapat digunakan sebagai referensi kapal besar sebagai customer, hal itu dikarenakan kedua belah pihak selain menggunakan manual draft sebagai acuan awal, juga karena penggunaan belt scale sangat berperan aktif agar pengisian palka kapal lebih cepat dan menghindari error (kesalahan pengisian/over fill in) karena data bisa diketahui lebih awal dan cepat. Penelitian ini dimulai dengan studi literatur, yaitu pembelajaran melalui jurnal-jurnal maupun yang memiliki studi kasus yang sejenis maupun melalui internet dan buku-buku yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian. Tahap persiapan merupakan proses pengumpulan data untuk proses penelitian selanjutnya. Informasi yang didapat merupakan data record penggunaan belt scale  di PT. Arutmin Indonesia NPLCT yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan penelitian sesuai dengan kebutuhan pengujian. Pada kasus kali ini objek yang akan diuji adalah kinerja dari belt scale. Setelah data diperoleh, selanjutnya akan dilakukan analisis terhadap hasil yang ada dan data survey dibandingkan untuk pengambilan kesimpulan. Belt scale di PT. Arutmin NPLCT memiliki kinerja yang sangat baik, hal ini ditunjukkan melalui data kinerja pada tahun 2017 yang terdapat 44 kali penggunaan belt scale untuk pengisian batubara yang jika dibandingkan dengan yang didapat secara konvensional (data survey) memiliki simpangang/selisih rata-rata 0,034% Proses kalibrasi belt scale di PT. Arutmin NPLCT dilakukan sebelum pengoperasian belt scale, hal ini menghindari terjadinya maslah-masalah seperti terjadinya selisih jumlah batubara terisi. Proses kalibrasi dilakukan dengan 2 cara yaitu Zero Calibration dan SpanCalibration. Kata Kunci : Belt Scale, System Conveyor, Batubara
INSTALASI PENERANGAN MADRASAH IBTIDAYAH (MI) TASRIHUL ISLAM UNTUK PENINGKATAN FASILITAS SEKOLAH MENYONGSONG PENDIDIKAN YANG LEBIH MAJU Moethia Faridha; Abdurahim Sidiq; Saiful Karim; Ayu Novia Lisdawati; Rusilawati Rusilawati; Irfan Irfan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 3 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.616 KB) | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i3.6932

Abstract

Madrasah Ibtidayah Tasrihul Islam memiliki motto dedikasi yang tinggi, usaha yang keras, ikhlas dalam bekerja, dan tawakal. Kondisi dari semua ruang dan kelas kecuali kantor yang ada di Sekolah ini semuanya tidak memiliki fasilitas penerangan, sehingga apabila proses belajar mengajar dalam kondisi mendung atau hujan keadaan kelas akan gelap yang tentu saja mengurangi mutu pengajaran yang berimbas pada kurangnya pendidikan yang lebih maju. Setelah diidentifikasi permasalahan mitra hasil survai lapangan dan wawancara dengan kepala sekolah dari 4 (empat) permasalahan yang dapat dilaksanakan adalah point 1 (satu) menyesuaikan dengan pengembangan mata kuliah desain instalasi tenaga listrik. Dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran sosial terhadap pendidikan, meningkatkan silaturahmi antara Uniska dengan pihak sekolah. Dapat melakukan penerapan Pengembangan mata kuliah desain instalasi tenaga listrik. Dapat memberikan fasilitas penerangan yang layak bagi siswa dalam proses belajar mengajar.
PELATIHAN PENURUNAN WAKTU PRODUKSI DAN PENINGKATAN DAYA SIMPAN TELUR ASIN PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA ELDONA DAN RUMAH TELUR WAFA Irfan Irfan; Jainal Arifin; Muhammad Saukani
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v5i1.2782

Abstract

Produsen Telur Asin “Eldona” dan “Wafa” merupakan mitra dalam proram pengabdian masyarakat ini. Mitra masih menggunakan metode pemeraman konvensional dalam memproduksi telur asin yang memerlukan waktu hingga 15 hari. Selain itu, umur simpan telur asin hanya mencapai 3 minggu. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada mitra ternik percepatan proses pengasinan dan perpanjangan umur simpan telur asin. Pendekatan yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan tentang implementasi metode modifikasi osmosis untuk mempersingkat waktu pemeraman telur dan penerapan metode pengasapan untuk memperpanjang umur simpan produk telur asin. Mitra tidak hanya mendapatkan pengetahun secara teori tetapi juga langsung mempraktikan pengetahuan yang didapatkan. Penerapan metode modifikasi osmosis dapat mempercepat waktu produksi hingga 65% dibandingkan metode konvensional. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang metode modifikasi osmosis untuk mempersingkat waktu pemeraman telur.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PANGGIL WALET DI DESA ALUH ALUH Rais Muammar; Irfan Irfan; Gusti Eddy Wira Pratama
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7959

Abstract

Budidaya burung walet merupakan salah satu usaha yang ada di Desa Aluh-aluh. Dalam proses budidaya burung walet selain menyediakan tempat tinggal untuk burung walet, hal yang juga sangat penting lainnya adalah menarik atau memancing burung walet yang ada disekitar rumah atau gedung walet agar mau memasuki gedung tersebut. Maka salah satu solusinya adalah dengan memperdengarkan atau memutarkan suara walet itu sendiri agar burung walet mau menghampiri gedung tersebut. Amplifier walet atau alat panggil walet adalah alat yang digunakan untuk memutar suara burung walet hasil rekaman kemudian suara tersebut dikuatkan melalui speaker sehingga dapat memancing burung walet untuk mendekati sumber suara. Mahalnya alat panggil walet yang dijual dipasaran serta harga pemeliharaan dan perbaikan yang relatif mahal bagi beberapa petani walet, hal ini menjadi salah satu permasalahan tersendiri bagi para petani walet di Desa Aluh-aluh. Adapun tujuan kegiatan pelatihan pembuatan alat panggil walet ini merupakan salah satu alternatif yang dapat menjadi solusi bagi para petani walet di Desa Aluh-aluh untuk mengurangi biaya pengadaan, pemeliharaan serta perbaikan alat panggil walet tersebut. Hal ini dikarenakan alat panggil walet yang dilatihkan merupakan tipe rakitan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan para petani walet serta harga komponen-komponennya yang relatif lebih murah. Karena kegiatan ini bersifat pelatihan secara langsung, maka masyarakat yang telah menjadi peserta pelatihan mudah dalam melakukan pengadaan, pemeliharaan dan perbaikan untuk alat panggil waletnya masing-masing, sehingga petani walet khususnya di desa Aluh-aluh tidak mengeluarkan banyak biaya karena dapat dilakukan dengan mandiri.Kata Kunci: Burung Walet, Alat Panggil Walet, Amplifier
Efisiensi Energi Listrik Menggunakan Variable Speed Drive (VSD) Pada Motor Induksi 3 Phasa Budi Setio Utomo; Irfan Irfan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v5i2.9214

Abstract

Variable Speed Drive (VSD) adalah suatu rangkaian alat yang digunakan untuk mengendalikan kecepatan motor listrik arus bolak balik  (AC)  dengan  mengontrol  frekuensi  daya listrik yang dipasok ke motor.  Pada penelitian ini menggunakan VSD merek Schneider type Altivar 61 ATV61HD55N4  dan  soft  starter  merek  ABB type PSTX142-600-70 untuk mengontrol motor listrik induksi 3 phasa penggerak pompa distribusi jenis submersible merek Tsurumi type LH845-50 yang bekerja mendistribusikan air bersih ke pelanggan  PDAM.  Penelitian  bertujuan mengetahui konsumsi energi listrik motor induksi 3 phasa yang menggunakan sistem kontrol Variable Speed Drive (VSD) dan membandingkan dengan konsumsi energi listrik yang menggunakan sistim kontrol Soft Starter. Besarnya konsumsi energi listrik pada motor pompa diukur menggunakan alat ukur Power Analyzer type DW-6092 pada tekanan kerja fluida air di pipa jaringan distribusi sebesar3,0 Bar. Dari penelitian disimpulkan bahwa penggunaan VSD merek Schneider type Altivar 61ATV61HD55N4 dapat menurunkan konsumsi energi listrik sebesar 11,1 kW atau 28,61 % dibandingkan   dengan   konsumsi   energi   listrik dengan menggunakan kontrol Soft Starter  merek ABB type PSTX142-600-70.
ANALISIS PENANGKAL PETIR PADA PERALATAN ANTENA RADAR DI KANTOR AIRNAV INDONESIA CABANG PEMBANTU PANGKALAN BUN ckristopen manimbo nadeak; Irfan Irfan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v5i1.6861

Abstract

Petir merupakan peristiwa alam yaitu proses pelepasan muatan listrik (electrical discharge) yang terjadi di atmosfer. Peristiwa pelepasan muatan ini terjadi karena terbentuknya konsentrasi muatan-muatan positif dan negative di dalam awan atau pun perbedaan muatan dengan permukaan bumi dan sangat berbahaya karena daya nya yang sangat tinggi, sehingga dibutuhkan sitem proteksi. Sistem proteksi petir merupakan Sistem Proteksi Petir (SPP) merupakan usaha dalam mengatasi bahaya yang diakibatkan oleh sambaran petir. Terdapat dua jenis SPP yaitu eksternal yang berfungsi melindungi objek dari sambaran langsung dan internal yang berfungsi melindungi objek dari sambaran tidak langsung. Salah satu metode sistem proteksi penangkal petir ini ialah metode bola bergulir. Dengan cara ini kita dapat mengetahui jarak jangkauan proteksi penangkal petir.Kata Kunci :Petir,Metode Bola Bergulir, Sistem Proteksi Petir
PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KAPASITAS 100 KW PADA GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNISKA MAB BANJARMASIN DENGAN SISTEM ON-GRID Mardi Mardiansyah; Irfan Irfan
EEICT (Electric, Electronic, Instrumentation, Control, Telecommunication) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/eeict.v6i1.10742

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya adalah salah satu pembangkit listrik energi terbarukan yang menggunakan energi matahari untuk diubah menjadi energi listrik menggunakan modul fotovoltaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas modul, baterai, inverter dan besar produksi energi listrik. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan dan simulasi menggunakan perangkat lunak PV syst. Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas PV modul sebesar 350 Wp jumlah PV modul yang digunakan adalah sebanyak 286 unit dengan luas area 521 m2. Dalam perhitungan membutuhkan kapasitas nominal baterai sebesar 62.500 Ah, dengan kapasitas satuan baterai 3.671 Ah dan tegangan 2 V yang disambungkan secara paralel dan membutuhkan baterai dengan jumlah 18 unit. Sedangkan pada simulasi menggunakan perangkat lunak PV syst membutuhkan kapasitas nominal baterai sebesar 25.697 Ah, dengan kapasitas satuan baterai 3.671 Ah dan tegangan 2 V yang di sambung dengan cara seri sebanyak 6 unit serta dengan cara paralel sebanyak 7 unit, sehingga tegangan pada baterai menjadi 12 V. Besar kapasitas inverter adalah 100 kW dengan jumlah satu unit.(Kata Kunci : PLTS, On Grid, Simulasi, Baterai dan Inverter)