Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Desain Rak Sepatu Terhadap Tingkat Kelembaban Didalamnya Friska Damayanti; Prasiska Damastuti; Eilsa Adelia
JIE Scientific Journal on Research and Application of Industrial System Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33021/jie.v8i2.4646

Abstract

The existence of shoe racks has become one of the needs in every residential house and certain building facilities. So far, the design of shoe racks is often neglected both in terms of design and also moisture considerations. Shoes stored in a storage area are susceptible to fungal growth triggered by high humidity in them and can shorten the life of shoes. This study aims to find out the influence of shoe rack design in this case is the ventilation applied to the shelf door design against the moisture inside, so that the shoe rack can function optimally. Humidity measurements were made on 3 shoe racks with 3 door hole design modifications. Modification 1 is a door without ventilation holes, modification 2 is a door with ventilation on part of the door and modification 3 is a door with ventilation on the entire door. Based on the results of humidity measurements on the three modifications, it was obtained that the larger the ventilation holes on the rack, the lower the humidity in it. 
Pelatihan Perancangan dan Praktik Merakit Knockdown Furnitur di Desa Kertosari Kendal Prasiska Damastuti; Nukhbah Sany; Eilsa Adelia; Friska Damayanti
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2815

Abstract

Desa Kertosari merupakan desa yang terletak di Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal yang sebagian penduduknya menggantungkan hidupnya dan mendapatkan sumber penghasilan dari usaha dibidang furnitur. Terdapat kurang lebih 30 pelaku usaha yang bergerak di bidang furnitur. Produk furnitur yang dihasilkan masih dikerjakan secara manual dengan desain yang konvensional dan teknik yang sederhana. Untuk memenuhi pangsa pasar terkini, pelaku usaha harus mengutamakan desain dan kualitas produk yang dihasilkan. Oleh karena itu diperlukan upskilling bagi pelaku usaha furniture terkait perancangan dan perakitan knockdown furnitur sehingga dapat mengembangkan inovasi produk yang sesuai dengan masyarakat modern. Tahapan dalam kegiatan ini adalah identifikasi permasalahan, persiapan kegiatan, penyampaian materi dan evaluasi. Setelah diadakannya kegiatan pelatihan ini, para peserta telah memahami tahapan merancang sebuah produk furniture yang dapat dilihat pada hasil  pretest dan  posttest yang dikerjakan oleh peserta yang menunjukkan peningkatan dari yang semula skor 4,4 menjadi 5,7. Pengetahuan tersebut dapat digunakan oleh pelaku usaha untuk mengembangkan produk yang dihasilkan sehingga dapat meningkatkan penjualan produknya.
Perancangan Multifunctional Learning Tower Dengan Pemanfaatan Sisa Potongan Kayu Jati Friska Damayanti; Secha Indriyani
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 2 No 2 (2024): JIFKA Desember 2024
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Furnitur multifungsi adalah furnitur yang mempunyai fungsi lebih dari satu fungsi, sehingga furnitur multifungsi mempunyai nilai lebih dan membuat aktivitas lebih mudah. Furnitur multifungsi dapat digunakan sebagai penunjang kegiatan sehari-hari yang mewadahi beberapa aktivitas sekaligus, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruang dan mempermudah aktivitas. Multifunctional learning tower adalah furnitur multifungsi berupa menara dapur yang bisa diubah menjadi meja belajar anak. Tujuan penelitian ini adalah merancang multifunctional learning tower yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran sehingga dapat mendorong perkembangan anak usia dini dengan memanfaatkan sisa potongan kayu jati sebagai material utama. Perancangan ini menggunakan metode kualitatif dengan penyesuaian metode design thinking. Hasil dari perancangan multifunctional learning tower berupa desain produk prototype skala 1:1 dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fitur keselamatan, kenyamanan, dan fungsi tambahan untuk memastikan furnitur dapat memenuhi kebutuhan spesifik anak dan keluarga. Hasil dari perancangan tersebut menunjukkan 93,3 % responden menyatakan produk multifunctional learning tower dengan pemanfaatan sisa potongan kayu jati dapat diterima dan sudah menunjang aktivitas belajar anak usia dini.