Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Posyandu Lansia Melalui Pelatihan Pembuatan Kwetiau Labu Kuning Sebagai Alternatif Makanan Tambahan Bergizi Titisari Juwitaningtyas; Lisna Zahrotun; Dewi Soyusiawaty; Eni Purwaningsih
Journal of Community Development Vol. 4 No. 1 (2023): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v4i1.153

Abstract

Lansia (elderly) is a group of people aged 60 years and over. In an effort to maintain the quality of life of the elderly, the government of the Republic of Indonesia formed an organization called Posyandu Lansia. Posyandu Lansia is a forum for the elderly that is useful for health services, both promotive and preventive efforts. One of the elderly posyandu in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region which is active in its activities is Posyandu Lansia Wredho Utomo. There are 7 posyandu members. In the community service activities carried out, the program regarding healthy food is chosen as the main program. The healthy food program chosen was a training program for making independent food using processed kwetiau modified with pumpkin or pumpkin. Kwetiau is a food diversification based on processing from rice flour and tapioca flour. To increase the nutritional content, a pumpkin is added. Limited access due to the COVID-19 pandemic has resulted in this training being delivered in the form of a video which is then practiced independently by participants in their respective homes. According to the assessment of the participants, all participants stated that the videos they made were considered interesting and effective and most of them said the videos that were delivered made the participants enthusiastic.
Translation in English: **Assistance in the Implementation of Comprehensive Integrated Primary Service (ILP) Posyandu at Gunung Krakatau Posyandu Soka Seloharjo Pundong Bantul Yogyakarta** Supatmi Supatmi; Erma Pranawati; Eni Purwaningsih
The Journal of Innovation in Community Empowerment Vol 8 No 1 (2026): Journal of Innovation in Community Empowerment (JICE)
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jice.v8i1.1765

Abstract

Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan menyediakan layanan kesehatan terpadu di tingkat desa atau kelurahan. Program ini mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan primer seperti imunisasi, pemantauan gizi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit. Manfaat Posyandu ILP meningkatkan kesehatan keluarga dan masyarakat, memperluas akses dan cakupan pelayanan kesehatan primer, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta memberdayakan masyarakat untuk menjaga kesehatan. Implementasi Posyandu ILP mencakup pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan dan pemeriksaan, pelayanan kesehatan, penyuluhan, dan validasi data hasil pelayanan. Program ini mendukung pemantauan digital kesehatan warga sehingga deteksi dini penyakit dapat dilakukan lebih cepat tepat sasaran. Cakupan Posyandu ILP memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bayi hingga lansia. Implementasi posyandu ILP  perlu  persiapan sumberdaya manusia, peralatan, kemampuan kader baik segi ketrampilan skrining penggunaan alat skrining maupun kemampuan pelaporannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan implementasi posyandu ILP yang mampu dilaksanakan sesuai dengan kapasitas sumberdaya dan kondisi lokal Masyarakat di dusun Soka, Seloharjo, Pundong, Bantul Yogyakarta. Pengabdian Masyarakat ini di tujukan untuk seluruh kader posyandu dusun soka dengan jumlah kader 16 orang. Tahapan pelaksanaan kegiatan mulai dari pre test pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki kader untuk melaksanakan Posyandu ILP. Hasil pre test peserta 3 orang (18,8 %) baik, 11 orang (68,8%) sedang,   2 orang (12,4 %) kurang. Pembelajaran teori dan pembelajaran ketrampilan dengan kelompok kecil, Role play pelaksanaan Posyandu ILP, kunjungan rumah. Hasil post test pengetahuan dan ketrampilan 12 orang  ( 75%) baik, 4 orang ( 25%) sedang.  Hasil post test sebagai bahan evaluasi dan review materi yang belum di kuasai. Langkah selanjutnya launching posyandu ILP sekaligus sebagai implementasi pembelajaran praktek. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan posyandu dan rencana tindak lanjut serta pendampingan sebanyak 2 kali pelaksanaan posyandu ILP berikutnya. Kesimpulannya kader posyandu Gunung Krakatau dusun Soka mampu melaksanakan  Posyandu ILP.