Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Grafik Barber Johnson Dalam Meningkatkan Efesiensi Penggunaan Tempat Tidur Di Rsu Imelda Pekerja Indonesia Medan Nila Sari; Yeyi Gusla Nengsih; Mei Sryendang Sitorus; Erlindai; Lisa Anggriani
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2023): Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui efisiensi penggunaan tempat tidur berdasarkan tipe kelas menggunakan grafik Barber Johnson. Jenis pengabdian ini adalah Mix Methods. Data primer pada pengabdian ini adalah hasil observasi peneliti dan data sekunder data yang diperoleh dari unit kerja rekam medis dan SIRS RSU Imelda Pekerja Indonesia Medan. Pengumpulan data dalam pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil pengabdian adalah nilai BOR belum memenuhi standar Barber Johnson yaitu ruang rawat inap kelas I (48%), kelas II (38%) dan kelas III (60%). Nilai LOS sudah memenuhi standar nilai ideal Barber Johnson yaitu ruang rawat inap kelas I (4,2 hari), kelas II (4,5 hari) dan kelas III (4,2 hari). Nilai TOI masih melebihi nilai standar Barber Johnson yaitu ruang rawat inap kelas I (7,7 hari), kelas II (8,7 hari), kelas III (3,3 hari). Nilai BTO pada ruang rawat inap kelas I (28 kali) dan kelas II (25,5 kali) masih belum sesuai dengan standar Barber Johnson, sedangkan kelas III (43,5 kali) sudah sesuai dengan standar nilai ideal Barber Johnson. titik pertemuan pada grafik Barber Johnson ruang rawat inap kelas I, kelas II dan kelas III masih berada diluar daerah efisien sehingga indikator ruang rawat inap RSU Imelda Pekerja Indonesia masih belum efisien.
Stunting dan Pencegahannya Komala Dewi; Lisa Anggriani; Mirwansyah Putra Ritonga; Chairiza Azmi; Sri Rezeki Samosir; Fauziah Nur Hutauruk
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Jurnal Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang permasalahan stunting dan pencegahannya Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang berulang, infeksi berulang, dan pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Anak tergolong stunting apabila lebih pendek dari standar umur anak sebayanya. Standar panjang atau tinggi badan anak dapat dilihat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kekerdilan (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah Lima Tahun) sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Hal ini disebabkan karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1.000 hari pertama kehidupan yang mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik. kecerdasan.dan produktivitas seseorang di masadepan. Metode penulisan artikel ini berdasarkan kajian pustaka dengan melakukan review secara mendalam terhadap buku-buku, tulisan-tulisan tentang stunting dan yang berkaitan dengannya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui makna stunting serta hal-hal pencegahan terjadinya stunting serta untuk menganalisis dampak negatif yang ditimbulkan stunting