Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konseling Kognitif Menggunakan Teknik Biblioterapi Untuk Mengatasi Rasa Rendah Diri Pada Remaja Siti Afifatur Rohmah; Tri Windi Oktara
Jurnal al-Shifa Bimbingan Konseling Islam Vol. 4 No. 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/alshifa.v4i1.7843

Abstract

According to experts, a key factor in giving children a strong sense of self-esteem is having unique personal qualities such as resourcefulness, intelligence, and talents that are recognized by others. One of the main factors that differentiates humans from other animals is self-confidence, or the ability to form an identity and then give it value. The problem discussed in this study is how the Cognitive Counseling Approach with Bibliotherapy Techniques can overcome low adolescent self-esteem at LKSA Yakenas Madani. Based on the analysis that has been put forward, it can be concluded that the counseling process through the Cognitive Counseling Approach with Bibliotherapy Techniques is implemented and running well. The Cognitive Counseling Approach with Bibliotherapy Techniques can turn negative thoughts into positive ones and increase low self-esteem in adolescents at LKSA Yakenas Madani.
KESULITAN BELAJAR Annisaa Dzakiyyah Syifaa; Ratu Ayu Magfiroh; Syafira Ramadhani; Tri Windi Oktara
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i6.418

Abstract

The method used in this article is a literature review study which can be taken from various sources such as newspapers, magazines, the internet, books, documentation and journals. The purpose of this research is to find out what factors cause individuals to have difficulty learning and diagnose and resolve learning difficulties. Children who have learning beliefs have unique characteristics and different learning styles. Every child has the potential to achieve success in their studies. Learning fluency can be interpreted as a promise in the learning process, which in medical terms is often referred to as brain dysfunction. This article presents material regarding factors that influence individuals experiencing learning difficulties, diagnosis and resolution of learning difficulties experienced by individuals.
Kontribusi Psikologi dalam Pengembangan Sikap Positif Belajar pada Peserta Didik Ita Jurianti; Siti Choirun Nisa; Angga Permadi; Tri Windi Oktara
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v3i2.523

Abstract

Untuk memahami karakter anak didik, diberikan tahapan pertumbuhan dan perilaku manusia dengan pendidikan ini. Psikologi sangat penting untuk pendidikan karena membantu siswa tumbuh dalam karakter moral dan karakter yang diharapkan dari mereka untuk menjadi warga negara yang baik. Selain itu, motivasi belajar menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan. Motivasi berperan sebagai dorongan internal yang mempengaruhi sejauh mana siswa terlibat dalam proses belajar.Metode yang digunakan adalah studi literatur, data yang dikumpulkan dan dianalisis merupakan data sekunder yang berupa hasil-hasil penelitian seperti buku, jurnal, artikel, situs internet, dan lainnya.hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi seorang guru dalam mengajar peserta didik sangat mempengaruhi motivasi belajar, dengan begitu sikap positif belajar peserta didik dengan sendirinya akan berkembang.Sikap belajar merupakan kecenderungan seorang peserta didik dalam memilih untuk belajar atau tidak, yang dipengaruhi oleh pandangan dan perasaannya terhadap proses belajar. Sikap belajar terdiri dari tiga komponen utama yang membentuk strukturnya, yaitu kognitif, afektif, dan konasi. Adapun strategi guru yang dapat meningkatkan motivasi belajar di kelas antara lain: penerapan metode pembelajaran yang beragam, memaksimalkan penggunaan media pembelajaran, membuat peserta didik lebih aktif, memberikan penghargaan dalam belajar, Menciptakan suasana kelas yang kondusif. Pembelajaran dengan motivasi adalah pendekatan yang menekankan pentingnya dorongan, baik dari dalam diri maupun dari lingkungan, untuk meningkatkan semangat dan efektivitas belajar.
Pendampingan Token Ekonomi dalam Membentuk Perilaku Positif Anak Usia Sekolah Juwita, Melly; Sita Umilailah; Cherrry Sukmawati; Rohmat Efendi; Muhammad Fikri Cahyo; Tri Windi Oktara
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1806

Abstract

Kegiatan pendampingan token ekonomi dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan perilaku positif anak usia sekolah di Kampung Gempol, Desa Unyur, Kecamatan Serang. Program ini berlangsung selama dua minggu dengan peserta anak berusia 8–12 tahun yang cenderung menunjukkan perilaku kurang disiplin, sering melanggar aturan, dan sulit bekerja sama. Melalui strategi token ekonomi, anak diberikan bintang sebagai bentuk penghargaan setiap kali menampilkan perilaku positif, seperti disiplin hadir tepat waktu, mengikuti instruksi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, penutupan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa token ekonomi efektif dalam membentuk kebiasaan positif, meningkatkan motivasi, memperbaiki interaksi sosial, serta menciptakan suasana yang lebih harmonis di lingkungan anak. Kendala yang muncul adalah adanya ketergantungan anak terhadap hadiah, keterbatasan waktu pelaksanaan, dan kurangnya keterlibatan orang tua secara berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan strategi lanjutan agar sistem tidak bergantung sepenuhnya pada hadiah. Pendekatan ini diharapkan mampu memotivasi sekaligus menumbuhkan kesadaran, tanggung jawab, serta pembentukan karakter anak secara mendalam dan berkelanjutan.