Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Trafo daya menggunakan minyak isolasi yang dapat terurai secara biologis Agus Indarto; Arunkumar Bohra; Slamet Wahyudi; Asep Dharmanto
Hexatech: Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 2 No. 2 (2023): Hexatech: Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/hexatech.v2i2.892

Abstract

Desain, proses manufaktur, dan teknologi material baru yang ramah lingkungan diadopsi oleh industri transmisi dan distribusi listrik karena meningkatnya permintaan untuk emisi karbon nol untuk mencapai praktik berkelanjutan dan melindungi lingkungan dengan lebih baik. Trafo daya memainkan peran penting dalam sistem transmisi dan distribusi. Meningkatkan dampak lingkungan dari transformator daya dimungkinkan karena sifat-sifatnya, seperti keamanan kebakaran yang lebih tinggi, bahan yang dapat terurai secara hayati atau dapat didaur ulang, dan pemanfaatan aset yang optimal. Studi yang lebih baru telah membantu produsen untuk lebih memahami sifat listrik, termal, dan kimiawi cairan ester. Studi ini meneliti desain transformator daya yang menggunakan minyak isolasi biodegradable (berbasis ester) dan membandingkan desainnya dengan yang menggunakan minyak mineral dengan peringkat yang sama. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus desain pendingin udara 60MVA 275/33 kV dan studi perbandingan dengan desain oli mineral. Perbandingan antara transformator dan transformator yang diisi dengan oli mineral konvensional didasarkan pada pendinginan, dielektrik, dan dimensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendinginan membutuhkan kapasitas yang lebih besar serta dimensi transformator daya. Desain dielektrik tidak memiliki perbedaan yang signifikan di antara keduanya.
Analisis Tekno Ekonomi Implementasi Defense Scheme n-2 SUTET Batang – Pemalang Untuk Meningkatkan Pengoperasian Pembangkit PLTU Batang 2 x 1000 MW Heri Presiyono; Agus Indarto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1504

Abstract

PLTU Batang 2 × 1.000 MW merupakan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang beroperasi sebagai pembangkit beban dasar (base load) pada sistem ketenagalistrikan Jawa–Madura–Bali (Jamali), dengan teknologi ultra-supercritical (USC) untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan emisi. Keandalan operasinya sangat bergantung pada ketersediaan dua jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Batang–Pemalang, sehingga diperlukan mitigasi kontingensi n-2 guna mencegah gangguan simultan yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan sistem. Penelitian ini mengevaluasi keandalan sistem dan kelayakan ekonomi melalui simulasi pengoperasian dengan metode pembatasan operasi dan penerapan Defense Scheme kontingensi n-2 menggunakan Software DIg SILENT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode pembatasan operasi membatasi kapasitas PLTU Batang hingga 1.400 MW untuk memenuhi kriteria keandalan, sedangkan penerapan Defense Scheme memungkinkan peningkatan pembangkitan hingga 1.900 MW dengan pelepasan beban terarah sebesar 608 MW. Secara ekonomi, Defense Scheme menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) harian sebesar 24% dibandingkan metode pembatasan operasi. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa implementasi Defense Scheme n-2 pada SUTET Batang–Pemalang layak dilaksanakan. Implementasi Defense Scheme tersebut untuk meningkatkan keandalan dan kestabilan sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali serta sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang signifikan..
Design and Development of A Next Level Inspection Application Using Trigonometric Measurement Methods with A Rangefinder to Improve Electrical Reliability at PT PLN (PERSERO) UP3 Malang Arief Adi Nugroho; Agus Indarto
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i6.64548

Abstract

The reliability of medium-voltage overhead distribution networks (SUTM) is strongly influenced by vegetation conditions along the Right-of-Way (ROW) corridor. At PT PLN (Persero) UP3 Malang, inspections have conventionally relied on visual estimation, which produces subjective and less accurate distance assessments between trees and power lines, increasing the risk of vegetation-induced disturbances. Operational data from 2024–2025 indicate that vegetation accounts for approximately 189–194 disturbance events per year, despite conducting over 25,000 visual inspection points per month at a cost exceeding IDR 100 million. This study proposes the design and development of a Next Level Inspection Application integrating trigonometric measurement methods using an NX500 Rangefinder to enhance ROW inspection accuracy and support predictive maintenance. A quantitative comparative approach was applied across 15 tree sample objects representing five species with varying growth rates. Results demonstrate visual inspection errors ranging from 7.1% to 37.1%, with 9 of 15 trees misclassified under visual estimation. The application supports vegetation growth modeling validated by two field inspections, enabling risk-based maintenance scheduling with predicted timelines to the 2.5-meter safety limit. The findings confirm that the proposed application substantially improves ROW inspection quality and contributes to improved distribution system reliability.