Azis Faturokhman
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONTROVERSI ISU NEPOTISME KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN Azis Faturokhman; Is Nurhayati
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1 (2022): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v18i1.208

Abstract

 AbstractUtsman bin Affan was famous as fair chalif and had many achievements during his tenure as chalif. Howefer, all the virtues and achievements during his caliphate seemed to disappear because of his controversial policies. The circulating issues, especially the issue of nepotism caused a rebellion that ended in the death of caliph Utsman bin Affan. Ironically, orientalist historians and some Muslim historians in their writings later branded Utsman bin Affan as the first person to practice nepotism in the history of Islamic civilization. This study aims to explore Utsman bin Affan’s policies were the root of the isu nepotism in his time. This study uses library research to provide and overview of the nepotism controversy during the caliphate of Utsman bi Affan. At the time of caliph Utsman, the issue of nepotism was blowing hard when the rebels accused Utsman bin Affan of firing a number of officials and replacing them with relatives who did not have the ability and capacity to lead the Muslims. As for giving positions to relatives accompanied by considerations of competence, professionalism and trustworthiness, it is not prohibited in Islam. AbstrakUtsman bin Affan dikenal sebagai khalifah yang adil dan banyak memiliki prestasi selama menduduki kursi khalifah. Namun, semua keutamaan dan prestasi selama masa kekhalifahannya seakan sirna karena kebijakannya yang dianggap kontroversial. Isu-isu yang beredar terutama isu nepotisme menyebabkan terjadinya pemberontakan yang berakhir dengan kematian Khalifah Utsman bin Affan. Ironisnya para sejarawan orientalis dan beberapa sejarawan muslim dalam tulisannya kemudian mencap Utsman bin Affan sebagai orang pertama yang melakukan praktik nepotisme dalam sejarah peradaban islam. Penelitian ini bertujuan mengupas lebih dalam kebijakan-kebijakan Utsman bin Affan yang menjadi akar isu nepotisme di masanya. Penelitian ini menggunakan library research untuk memberikan gambaran umum tentang kontroversi nepotisme pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan.  Di masa Khalifah Utsman isu nepotisme ini berhembus kencang ketika para pemberontak menuduh Utsman bin Affan memecat sejumlah pejabat dan menggantinya dengan kerabat yang tidak mempunyai kemampuan dan kapasitas untuk memimpin kaum muslimin. Adapun memberikan jabatan kepada kerabat yang disertai dengan pertimbangan kompetensi, profesionalisme dan sifat amanah, maka tidak dilarang dalam Islam. 
MAZHAB PEMIKIRAN DEWAN SYARIAH NASIONAL MAJELIS ULAMA INDONESIA Mustori Mustori; Azis Faturokhman; Rohmani Rohmani
Hikmah: Journal of Islamic Studies Vol 19, No 1 (2023): Hikmah: Journal of Islamic Studies
Publisher : STAI ALHIKMAH Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47466/hikmah.v19i1.222

Abstract

AbstractObjectives of research is to know schools of thought and figures used as references in establishing their fatwas. This research is classified as a type of literature research. Using qualitative methods with a normative approach, This study shows that in conducting ijtihad, DSN-MUI uses talfiq manhaji, which is a combination of methods of scholars across schools in order to formulate and establish the legal status of the problem in accordance with maqa>s}id al-syari>'ah.AbstrakPenelitian ini bertujuan menggali lebih lanjut mazhab pemikiran dan para tokoh yang dijadikan sebagai rujukan dalam menetapkan fatwa-fatwanya. Penelitian ini tergolong pada jenis penelitian pustaka (library Research). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif, penelitian ini menunjukkan bahw dalam melakukan ijtihad, DSN-MUI menggunakan talfiq manhaji, yang merupakan kombinasi metode ulama lintas mazhab dalam rangka merumuskan dan menetapkan status hukum masalah yang sesuai dengan maqa>s}id al-syari>’ah.