Muhammad Isbat Amrullah
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Berbasis Akar Bambu Di Desa Tempuranduwur Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo Muhammad Isbat Amrullah
Jurnal Bina Desa Vol 5, No 2 (2023) : Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbd.v5i2.41036

Abstract

Ketergantungan petani di Desa Tempuranduwur terhadap penggunaan pupuk sintetis untuk menyuburkan tanaman masih tinggi. Penggunaan pupuk sintetis secara terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat mengancam kesehatan tanah. Penggunaan pupuk sintetis dalam frekuensi tinggi dan kurangnya kesadaran petani terhadap lingkungan menyebabkan pemanfaatan potensi desa berupa akar bambu sebagai agensia sekaligus pupuk hayati belum dilakukan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian ini adalah melatih kelompok tani untuk memanfaatkan potensi desa berupa akar bambu dan bahan organik lainnya menjadi pupuk organik cair yang murah dan ramah lingkungan. Hasil kegiatan yang ingin dicapai adalah memperluas wawasan serta keterampilan petani tentang pertanian organik, terutama pembuatan PGPR akar bambu. Metode yang dilaksanakan untuk mencapai hasil tersebut adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan PGPR akar bambu. Pemahaman petani tentang pertanian organik, khususnya tentang PGPR akar bambu mengalami peningkatan ditunjukan melalui tingginya antusias selama kegiatan berlangsung sehingga petani menjadi lebih terampil untuk memanfaatkan potensi desa yang melimpah. Dengan demikian, diharapkan petani mampu memproduksi PGPR akar bambu secara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis dan menekan biaya produksi yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Tempuranduwur.Kata kunci: pupuk sintetis, kesehatan tanah, PGPR, potensi akar bambu, pelatihan, petani terampil
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN LUASAN PILEUS JAMUR TIRAM AKIBAT PERBEDAAN PENEMPATAN MEDIA BAGLOG Maulida Nuradellia; Frisca Dynasti Putri; Timotius Surya Saputra; Muhammad Isbat Amrullah; Fadhila Fauzia Syahriar; Amin Retnoningsih
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 11 (2023)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur Tiram Putih merupakan salah satu jenis jamur pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani jamur. Budidaya jamur tiram putih mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan biaya perawatan mahal serta tidak memerlukan lahan yang luas. Kumbung jamur digunakan sebagai tempat penyimpanan rak media baglog untuk produksi jamur tiram. Luas area kumbung jamur menjadi salah satu perhitungan yang harus disiapkan oleh pembudidaya jamur sebelum mengembangkan usaha. Tujuan kegiatan PKL ini adalah menganalisis dampak penempatan posisi baglog terhadap karakteristik morfologi dan luasan pileus jamur tiram. Hasil kegiatan analisis ini menunjukkan bahwa posisi penempatan baglog secara vertikal lebih efektif dan efisien dalam menghasilkan pertumbuhan jamur tiram putih. Posisi penempatan baglog secara horizontal dapat memuat jumlah penyimpanan baglog yang lebih maksimal dibandingkan posisi penempatan baglog secara vertikal. Posisi penempatan baglog secara horizontal memungkinkan pencegahan terjadinya pembusukan akibat penyiraman air pada media baglog serta mampu memproduksi jumlah badan buah jamur tiram lebih banyak dibandingkan dengan posisi vertikal. Sehingga posisi penempatan baglog secara horizontal dalam budidaya jamur tiram cocok diterapkan oleh petani jamur tiram karena dengan luas kumbung jamur yang minimal dapat menghasilkan jumlah jamur yang maksimal akibat penempatan posisi baglog secara horizontal.