Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Konten Tiktok bagi Guru PPKn sebagai Sumber Belajar Peserta Didik Alfiandra Alfiandra; Emi Susanti; Anang Manangsang; Rezki Adila; Okta Dameliza; Sidrotun Nauval
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i2.5925

Abstract

Pembelajaran saat ini tidak lepas dari pengaruh teknologi yang membawa pendidikan dapat dipelajari dimanapun tidak hanya terpaku pada buku mata pelajaran. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru PPKn di SMA Srijaya Negara dalam  memanfaatkan TikTok sebagai sumber belajar. Metode dan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan, dengan teknik sosialisasi secara luring yang divariasikan dengan praktik langsung dan tanya jawab serta didemonstrasikan berupa produk video materi PPKn. Sasaran pengabdian ini yaitu dua orang guru PPKn SMA Srijaya Negara. Kegiatan ini memperoleh hasil bahwa guru yang sebelumnya belum bisa memanfaatkan TikTok sebagai sumber belajar, sudah mampu membuat konten yang menarik di TikTok. Dibuktikan dengan selama kurang lebih 3 minggu, guru telah membuat konten PPKn yang kreatif dan disukai oleh peserta didik. Konten yang dibuat oleh guru telah di tonton lebih dari 500 viewers dan telah dikomentari oleh peserta didik. Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan telah memberikan dampak cukup signifikan bagi guru mengenai pemanfaatan TikTok sebagai sumber belajar.
Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi Konten dan Proses pada Perencanaan Pembelajaran PPKn Emi Susanti; Alfiandra Alfiandra; Abhi Rachma Ramadhan; Riska Nuriyani; Okta Dameliza; Yesi Kumala Sari
Educatio Vol 18 No 1 (2023): Educatio: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v18i1.14796

Abstract

Guru dalam pembelajaran abad ke-21 dan kurikulum merdeka belajar dituntut untuk dapat meningkatkan bakat, minat serta kreativitas belajar peserta didik. Untuk itu pembelajaran berdiferensiasi merupakan solusi dalam memacu motivasi belajar peserta didik. dalam mengatasi tantangan pembelajaran abad 21. Tujuan utama dari pembelajaran berdiferensiasi adalalah untuk mengatasi berbagai macam kebutuhan, dan gaya belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana optimalisasi langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Maka diperoleh hasil keaktifan belajar peserta didik yang semakin meningkat dari pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi konten dan proses yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Diperoleh hasil observasi, peserta didik merasa lebih dilibatkan dalam pembelajaran, hal ini terlihat dari semangat belajar mereka yang tinggi saat mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Peserta Didik melalui Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Team Games Tournament (TGT) Emi Susanti; Emil El Faisal; Maimun Maimun
ASANKA : Journal of Social Science and Education Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/asanka.v4i2.7905

Abstract

Learning main objective is to prepare qualified learners to achieve good human resources for the progress of a country. Based on the results of interviews and observations of student characteristics, it was found that students prefer to be directly involved in learning activities. Therefore, the application of learning in the classroom needs to adjust the characteristics of students and create learning activities that support maximum learning outcomes. The purpose of this study is to determine whether the team game tournament (TGT) type cooperative learning model can improve the learning outcomes of PPKn students at SMA Negeri 1 Palembang. This research approach is using the type of classroom action research (PTK). This research is taken with three cycles, each cycle consists of 1 meeting and goes through four stages, namely, planning, implementation, observation, and reflection. So from the application of 2 learning cycles this TGT type cooperative learning model can increase the learning outcomes of grade XI IPS 3 students. Evidenced by the acquisition of pre-cycle learning outcomes getting an average value of 68%, cycle I obtained an average of 79%, and cycle II obtaining an average learning outcome of 90%.ABSTRAKTujuan utama pembelajaran adalah untuk mempersiapkan peserta didik yang berkualitas untuk mencapai sumber daya manusia yang baik demi kemajuan suatu negara. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi karakteristik peserta didik diperoleh hasil bahwa peserta didik lebih senang dilibatkan langsung dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu penerapan pembelajaran di kelas perlu menyesuaikan karakteristik peserta didik dan menciptakan aktivitas-aktivitas belajar yang mendukung hasil belajar yang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif learning tipe team game tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar PPKn peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang. Pendekatan penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini ditempuh dengan tiga siklus, setiap siklus terdiri dari 1 pertemuan dan melalui empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Maka dari penerapan 2 siklus pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini dapat meningkat hasil belajar peserta didik kelas XI IPS 3. Dibuktikan dengan perolehan hasil belajar pra-siklus mendapatkan rata-rata nilai sebesar 68%, siklus I diperoleh rata-rata sebesar 79%, dan siklus II memperoleh rata-rata hasil belajar sebesar 90%.