Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengumpulan Dan Penafsiran Informasi Pesan Komunikasi Bisnis Dalam Era Digital Suhairi Suhairi; Indah Pratiwi; Nina Amanda; Rahmafahma Dina Lubis; Zidan Riza Pratama
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i2.5097

Abstract

Menganalisis tentang pengumpulan informasi dan penafsiran pesan di era digital sangat penting dibahas untuk sekarang. Dengan paham apa itu pesan penafsiran dalam bisnis tentu akan menjejakkan landasan dasar mau kemana perkembangan dunia digital yang ada saat ini. Dalam era digital yang terus berkembang, komunikasi bisnis telah mengalami perubahan yang signifikan. Pengumpulan dan penafsiran informasi dari pesan komunikasi bisnis menjadi semakin penting untuk menentukan keberhasilan dan keberlanjutan perusahaan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya proses pengumpulan dan penafsiran informasi dari pesan komunikasi bisnis dalam era digital. Bagaimana teknologi digital telah mempengaruhi cara bisnis berkomunikasi dengan pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan. Dalam konteks ini, diperhatikan bahwa kemunculan media sosial, email, pesan instan, dan platform digital lainnya telah memungkinkan perusahaan untuk berinteraksi secara lebih cepat dan efisien. Namun, penggunaan berlebihan atau tidak tepat dari teknologi ini juga dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahan interpretasi.
Strategi Menghadapi Tantangan Budaya, Hukum, dan Politik dalam Pemasaran Global Dwi Erlanda Anggara; Nina Amanda; Rizka Salsabila; Suhairi
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i1.21453

Abstract

Bisnis sekarang harus menavigasi kompleksitas pasar internasional yang memberikan hambatan hukum, budaya, dan politik yang substansial di era globalisasi yang semakin meningkat. Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan pemasaran global adalah masalah budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi taktik dalam menghadapi hambatan hukum, politik, dan budaya dalam pemasaran internasional. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dan metodologi penelitian studi literatur, dengan menggunakan buku, jurnal, dan sumber penelitian lain yang relevan untuk penulisan ini. Artikel ini menyimpulkan bahwa ada banyak hambatan kompleks yang terkait dengan pemasaran di seluruh dunia di era globalisasi, termasuk masalah hukum, budaya, dan politik. Nilai-nilai, kebiasaan, dan perilaku konsumen lintas budaya harus dipertimbangkan dalam strategi pemasaran global.
ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF THE PRINCIPLE OF CAUTION, TRANSACTION LITERACY, AND TECHNOLOGY LITERACY ON SOCIAL ENGINEERING PREVENTION IN FRAUD MODE IN THE NAME OF BANK BRI Nina Amanda; Andri Soemitra; Isnaini Harahap
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 6 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i5.3365

Abstract

Fraud dengan taktik rekayasa sosial berkedok Bank BRI terus marak dengan sasaran individu dengan literasi transaksi dan teknologi yang rendah serta cenderung mengabaikan prinsip kehati-hatian. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas prinsip kehati-hatian, literasi transaksi, dan literasi teknologi dalam upaya pencegahan fraud tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan prinsip kehati-hatian, literasi transaksi, dan literasi teknologi terhadap pencegahan rekayasa sosial pada skema penipuan berkedok Bank BRI dengan perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Bank BRI di Kota Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prinsip kehati-hatian tidak berpengaruh signifikan terhadap pencegahan rekayasa sosial, sedangkan literasi transaksi berpengaruh signifikan terhadap pencegahan rekayasa sosial. Literasi transaksi dan literasi teknologi juga berperan penting dalam pencegahan rekayasa sosial.