Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI E-KATEKISASI SEBAGAI MEDIA MENUNJANG PEMBELAJARAN DAN PELAYANAN FORMAL GEREJA MENGGUNAKAN WATERFALL MODEL Melda Dahoklory; Thenny Daus Salamony; Syukri Gazali Suatkab; Caryl Alyona; Elizabeth Tansiana Mbitu
Jurnal ELKO (Elektrikal dan Komputer) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54463/je.v4i1.86

Abstract

Katekisasi merupakan salah satu bentuk pelayanan pendidikan kristiani yang dilakukan oleh gereja. Salah satu fungsi dari tugas pelayanan gereja adalah memberikan pelayanan katekisasi sidi bagi mereka yang telah siap menerimanya agar mereka mengenal dan memahami akan iman kristen yang sesungguhnya dan menjadi dewasa serta bertanggungjawab akan hidup.Jemaat GPM Rumahtiga adalah bagian dari jemaat pelayanan Gereja Protestan Maluku yang termasuk dalam lingkup Klasis Pulau Ambon Utara bersama beberapa jemaat lainnya. Proses awal pendaftaran katekisasi yang ada pada Jemaat GPM Rumahtiga masih dilakukan secara manual dan sangat tidak efektif. pencatatan pendaftaran calon katekisasi dilakukan dengan memebrikan formular kepada setiap anggota jemaat yang ingin mendaftarkan dirinya sebagai anggota katekisasi. proses seperti ini sangat berdampak pada pemborosan penggunaan kertas. selain itu, proses penjadwalan pengelolaan Pembelajaran ini juga menjadi kendala akibat informasi yang sering tidak tersampaikan. Tidak hanya itu untuk masalah proses belajar mengajar mulai dari jadwal katekisasi, absensi siswa, pengerjaan soal tes, hingga pada pengumuman nama calon sidi gereja baru. Gereja sebagai pusat pelayanan terhadap umat Kristen melihat adanya peluang teknologi yang dpat dijadikan sebagai sarana media informasi pelayanan. aplikasi e-katekisasi akan menjadi solusi yang menjemabtani permasalahan yang ada terkait dengan kendala proses katekisasi. aplikasi e-katekisasi pada Jemaat GPM Rumahtiga ini dikembangkan menggunakan metode pengembangan waterfallmodel dan sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemograman PHP. Sistem ini memberikan kemudahan bagi pengelola, pengajar dan siswa katekisasi dalam mengikuti sekolah formal gereja khususnya katekisasi serta mampu mengelola data mulai dari pendaftaran, pengaturan jadwal,  evaluasi semester hingga pada akhir proses katekisasi.
DIGITAL SMART BUSINESS: PENGUATAN PEMASARAN DAN KEUANGAN UMKM TRUTTY’S TAHOE SUTRA DI ERA EKONOMI KREATIF Albertus Lalaun; Ennis Sarenah Kriekhoff; Theofilus Josias F. K. Matrutty; Melda Dahoklory
BORJUIS: JURNAL OF ECONOMY Vol. 3 No. 1 (2025): BORJUIS: JURNAL OF ECONOMY
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service (PkM) program aims to enhance the capacity and competitiveness of Trutty’s Tahoe Sutra MSME through the implementation of the Digital Smart Business concept, which focuses on two key aspects: strengthening digital marketing (e-commerce) and improving simple financial management. The main problems identified were the use of conventional product promotion methods and unstructured financial records, which affected business efficiency and decision-making. The program was carried out through mentoring, training, and hands-on implementation, including the creation of e-commerce accounts, optimization of social media for business promotion, and the application of digital-based financial recording tools. The evaluation was conducted using observation, interviews, and comparative analysis of partner skills before and after the program. The results show a significant improvement in the partner’s ability to utilize e-commerce. Business platforms for online promotion and sales. Moreover, the partner began to implement daily cash records and monthly financial reports independently. This activity demonstrates that integrating digital marketing with simple financial management creates an efficient, accountable, and competitive Digital Smart Business model suitable for micro, small, and medium enterprises in the creative economy era.