Saidah A. Hafid
Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hakekat Hidup Manusia dan Hubungannya dengan Tujuan Pendidikan Islam Saidah Andi Hafid
el-Idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2019): El-idarah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Institut Parahikma Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan adalah untuk mewujudkan manusia yang baik (al-insan alshalih) yang sudah pasti bersifat universal dan sudah pasti diakui semua orang dan semua aliran tanpa mempersoalkan di manapun negerinya dan apapun agamanya . Banyak sekali sebetulnya apa yang dikemukakanoleh para ahli muslim tapi kesemuanya pada esensinya sama dengan di atas. Selain itu bahwa pendidikan itu juga untuk menyempurnakan akhlak manusia. Dasar dan tujuan filsafat pendidikan Islam pada hakikatnya identik dengan dasar dan tujuan ajaran Islam atau tepatnya tujuan Islam itu sendiri. Hakekat dan tujuan hidup manusia adalah Hakekat dan tujuan hidup manusia yang dihubungkan dengan hakekat dan tujuan pendidikan Islam adalah mendidik individu yang saleh dengan memperhatikan perkembangan rohaniah, emosional, sosial, intelektual dan fisik, mendidik anggota kelompok sosial yang saleh, baik dalam keluarga maupun masyarakat muslim .
MENCARI MAKNA JIHAD YANG SEBENARNYA (Telaah Kritis Terhadap Hadis-Hadis Jihad) Hanafiah, Tasbih; A.H, Saidah
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 8 No 2 (2021): AL IRSYAD AL-NAFS
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyad al-nafs.v8i2.27516

Abstract

Jihad yang makna dasarnya adalah bersungguh-sungguh sering dimaknai perang dalam bentuk kekerasan dan anarkisme oleh sebahagian kalangan. Bahkan, jihad sudah diidentikkan dengan terorisme yang dianggap sebagai salah satu ajaran Islam. Tulisan ini bertujuan mengurai makna jihad yang terdapat dalam hadis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mencari hadis-hadis jihad dengan menggunakan bantuan Maktabah Syamilah. Konten analisis dilakukan untuk mencari makna jihad, baik tekstual maupun kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa riwayat yang ditemukan, jihad bermakna mengerahkan segala potensi yang dimiliki sesuai keahlian masing-masing untuk mencapai kabajikan. Implikasinya adalah baik ayat al-Quran maupun hadis Nabi saw banyak yang dipahami secara keliru oleh sebahagian orang. Direkomendasikan untuk memahami hadis, harus berpatokan pada prinsip ajaran Islam yang rahmatan lilalamin.
REINTERPRETASI TERHADAP HADIS UNTUK MENGEMBALIKAN HAK POLITIK PEREMPUAN Tasbih; A. Hafid, Saidah
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 10 No 1 (2023): May (AL-IRSYAD AL-NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyad al-nafs.v10i1.40284

Abstract

The restriction on the role of women in public life is due to a number of images built about negative attitudes towards women. The set of attitudes, roles, responsibilities, functions, rights, and behaviors inherent in women is often based on the understanding of hadith as one of the sources of Islamic law. This study examines how to reinterpret hadith to restore women's political rights. This qualitative study is a literature review. The data is obtained from recent references that highlight injustice against women, especially in the world of Islamic politics. The results of the analysis show that reunderstanding political hadiths with several points of view will restore women's political rights. Misconceptions of hadith have marginalized women from the Islamic political world for hundreds of years. These findings may contribute to the nuances of future hadith studies.
Metode Pembinaan Karakter Islami Anak Autis Berbasis Media Audiovisual Tasbih, Tasbih; A. Hafid, Saidah
Al-Irsyad Al-Nafs : Jurnal Bimbingan dan Penyuluhan Islam Vol 11 No 1 (2024): Juni (AL-IRSYAD AL-NAFS)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-irsyad al-nafs.v11i1.50607

Abstract

This study investigates an Islamic character education method for children with autism based on audiovisual media at the Athirah 2 Islamic Elementary School in Makassar. The research was descriptive and qualitative. The data were obtained through observations, interviews, and relevant references. The data sources were School Principal and Vice Principal, Islamic Religion Teacher, and Class Assistant Teacher. The study was conducted between January and May 2024. The data analysis was conducted through data reduction and presentation, and conclusions were drawn. The results of the study show that the Islamic moral education method for autistic children through inclusive-based audiovisual media has proven effective. A notable finding is that the use of audiovisual technology, such as smartphones, is very helpful for the learning process. The implication of the research is that in providing guidance services for autistic children, it is necessary to develop strategies that are tailored to the child's condition based on assessment results.
Pendekatan Pedagogis dalam Pengajaran Hadis di Era Pendidikan Islam Kontemporer Hafid, Saidah; Tasbih
Al-Ulum Vol. 25 No. 1 (2025): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/au.v25i1.5679

Abstract

 This study explores the effectiveness of innovative pedagogical approaches in hadith instruction at Athirah 2 Islamic School Makassar. The research focuses on how interactive methods, technological integration, and contextual approaches enhance students’ comprehension, participation, and motivation in internalizing hadith values. Employing a qualitative case study design, data were collected through semi-structured interviews and classroom observations, and analyzed using thematic techniques to identify key patterns and themes. The findings reveal that the use of learning technologies, group discussions, and contextual material development significantly strengthen student engagement and the relevance of hadith to everyday life. The contribution of this research lies in proposing a new pedagogical model that integrates cognitive, moral, and spiritual dimensions, while also highlighting challenges such as human resource limitations and teacher readiness as critical factors in implementation.
LIVING HADITH AND NAUTICAL DAKWAH: A Contextual Approach to Promoting Environmental Awareness on Kapoposang Island Tasbih, Tasbih; A. H., Saidah; Bakti, Andi Faisal; Narongrasakhet, Ibrahem
RIWAYAH Vol 11, No 2 (2025): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v11i2.33839

Abstract

The study discusses the integration of Living Hadith into nautical da‘wah as an innovative, faith-based approach to enhancing environmental awareness on Kapoposang Island, Indonesia. Employing a qualitative narrative method, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation to analyse how prophetic traditions, particularly teachings on cleanliness, are contextualized in environmental stewardship practices. The findings indicate that integrating hadith values into environmental awareness campaigns strengthens community engagement and encourages sustainable behavioural change, especially in waste management and marine conservation. Religious messages, such as the hadith stating that “cleanliness is part of faith,” are translated into concrete actions through community lectures, coastal clean-up activities, and recycling initiatives. The effectiveness of these actions is further reinforced by institutional collaboration between Alauddin State Islamic University Makassar, local government authorities, and community organizations, enabling religious teachings to be implemented in tangible ecological practices. Despite ongoing challenges, including limited human resources, technical capacity, logistical constraints, and external sources of marine pollution, the program has succeeded in fostering a culture of cleanliness rooted in hadith values. Accordingly, this study underscores the potential of nautical da‘wah as a holistic and context-sensitive model of environmental management and recommends its further development and repetitive-comparative studies in other coastal communities across Indonesia. [Penelitian mendiskusikan integrasi living hadis dalam dakwah bahari sebagai pendekatan inovatif berbasis keagamaan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Pulau Kapoposang, Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif naratif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi untuk menganalisis bagaimana tradisi kenabian, khususnya ajaran tentang kebersihan, dikontekstualisasikan dalam praktik-praktik penjagaan lingkungan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai hadis ke dalam kampanye peduli lingkungan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat, serta mendorong mereka untuk melakukan perubahan perilaku yang berkelanjutan, terutama dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan laut. Pesan-pesan keagamaan, seperti hadis “kebersihan adalah bagian dari iman,” diterjemahkan ke dalam tindakan nyata melalui ceramah komunitas, kegiatan bersih-bersih pesisir, dan inisiatif daur ulang. Efektivitas tindakan tersebut semakin diperkuat dengan adanya kolaborasi kelembagaan antara Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat, sehingga ajaran keagamaan dapat diimplementasikan dalam praktik ekologis yang konkret. Meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kapasitas teknis, dan kendala logistik, serta adanya pencemaran laut yang bersumber dari luar wilayah, program ini berhasil menumbuhkan budaya kebersihan yang berakar pada nilai-nilai hadis. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berupa penegasan potensi dakwah bahari sebagai model pengelolaan lingkungan yang holistik dan kontekstual, serta merekomendasikan pengembangan dan kajian komparatif-repetitif pada komunitas pesisir lainnya di Indonesia.]