Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Fairclough dalam Wacana Pilpres 2024 (Studi Kasus Berita di Instagram @Pinterpolitik) Siti Fatimah Nur Azmah; Siti Ansoriyah; Ilza Mayumi
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 2 (2023): J-P3K AGUSTUS
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i2.200

Abstract

Tulisan ini menganalisis teks poilitik pada akun instagram @pinterpolitik dalam wacana kampanye pilpres 2024. Tulisan ini menggunakan analisis wacana kritis atau biasa disebut dengan critical discourse analysis dari Norman Fairclough. Fairclough menjelaskan bahwa sebuah teks tidak terlepas dari praktik diskursus dan keadaan sosiokultural. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan deskripsi. Data yang peneliti ambil adalah konten berita mengenai wacana kampanye pilpres pada akun instagram @Pinterpolitik yang dapat dikembangkan dan dibuktikan dengan ilmu pengetahuan bahasa. Hasil analisis menunjukkan bahwa wacana kampanye pilpres 2024 pada media sosial tidak dapat dilepaskan dari bagaimana teks diproduksi, serta sikap-sikap netizen yang menerima berita ataupun tidak. Kemudian, keadaan sosiokultural yang mempengaruhi teks berlangsung di antaranya; hadirnya fenomena perbedaan struktur antara ketua dan anggota, atau senior dan junior sebagai dimensi situsasional serta fenomena di Indonesia pada saat kampanye setiap partai politik pasti berkoalisi dan membentuk kelompok sendiri untuk mendukung calon presiden mendatang. Teks yang memperlihatkan tokoh Ganjar dan Anies ini merupakan strategi pada calon untuk dapat menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Berita Harian Media Daring Kompas Pasca-Pemilu 2024: Sebuah Analisis Argumentasi Siti Fatimah Nur Azmah; Endry Boeriswati; Siti Ansoriyah
Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: Semnas Kabastra Vol. 1 No. 1 November (2024): Prosiding Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya: S
Publisher : UPA Bahasa Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Pemilu 2024 selalu menghadirkan hal-hal yang menarik di masyarakat. Salah satunya informasi pasca-pemilu yang dapat diakses di media. Berita harian kompas di media daring banyak memberikan informasi baru mengenai pasca-pemilu 2024. Penggunaan bahasa pada berita harian kompas ini tentunya deskriptif dengan memberikan informasi sebenarnya. Penulis memberikan argumen mengenai informasi yang sudah, sedang, atau akan terjadi pasca-pemilu 2024. Tujuan dari penulisan ini untuk menjelaskan argumentasi pada berita-berita pasca-pemilu 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita harian media daring kompas pasca-pemilu 2024 yaitu tiga berita memiliki struktur C (Pernyataan posisi)-G (Fakta)-W (Jaminan)-B (Pendukung), sementara satu berita memiliki struktur C (Pernyataan posisi)-G (Fakta)-W (jaminan).
ANALISIS WACANA POLARISASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN TWITTER (X) PADA PEMILU 2024 Siti Fatimah Nur Azmah; Endry Boeriswati; Siti Ansoriyah
Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Indonesia Language and Literature Teaching, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/dialektika.v12i1.46810

Abstract

Polarisasi yang terjadi di media sosial Intagram dan Twitter (X) pada pemilu 2024 mengarah pada pembatasan konten setiap calon. Akan tetapi, polarisasi tidak hanya berbentuk positif, ada yang juga berbentuk negatif. Hal itu terjadi dalam pemilu 2024 yaitu isu-isu dari setiap capres dan cawapres diangkat melalui konten-konten dan ditayangkan dalam bentuk narasi, audio, maupun visual bahkan mengarah pada hoaks. Pola-pola diksi dan narasi yang digunakan dalam media sosial Instagram dan Twitter (X) mampu menggiring opini masyarakat, sehingga penulis tertarik dan merasa perlu untuk melakukan penelitian ini dengan harapan mampu membawa sebuah kebaruan perspektif melalui analisis wacana terhadap polarisasi di media sosial pada pemilu 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan secara faktual dan sistematis mengenai fakta-fakta serta hubungannya dengan fenomena yang diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi content analysis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal, pertama, narasi/teks berita yang digunakan oleh pengguna media sosial Twitter tidak hanya sekadar teks berita, tetapi bernuansa argumentasi dan deskripsi yang menjelaskan isu pemberitaan terhadap pemirsa tentang isu negatif pada pemilu 2024. Kedua, wacana media sosial khususnya Instagram cenderung mengangkat isu-isu kontroversial yang ada di Indonesia.