Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tax rates, tax socialization, and tax compliance of MSMEs: Patriotism as a moderating variable Kristina Wada Betu; Susana Purnamasari Baso
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 5 No. Special-Issue-2 (2023): Journal of Enterprise and Development (JED)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose — The purpose of this study is to analyze the effects of tax rates and tax socialization on MSME tax compliance, as well as to investigate whether patriotism can act as a moderating variable.Method — The type of research is quantitative research with hypothesis testing. The population in this study consists of individual MSMEs in the city of Kupang. The study comprised 152 respondents. The analytical method used in this study is descriptive analysis. For this study, the analysis was conducted using SmartPLS 4 software. SEM-PLS analysis is performed through two stages, namely outer model analysis and inner model analysis.Result — This study examines the effects of tax rates, tax socialization, and patriotism on MSME tax compliance, with patriotism serving as a moderating variable. Data analysis and discussion of the results reveal that tax rates, tax socialization, and patriotism have a positive and significant impact on MSME tax compliance. However, the moderation effect of patriotism on the relationship between tax rates and tax socialization, and MSME tax compliance, is not proven.Contribution — This study contributes to the academic landscape by addressing the understudied realm of individual MSME tax compliance and advancing compliance theories through the examination of patriotism as a potential moderating factor.
Pendampingan Perencanaan Keuangan Adaptif Untuk Optimalisasi Modal Usaha Skala Kecil Berbasis Simulasi Keuangan Sederhana Ignatia Thomasita Bau Mau; Kristina Wada Betu; Alfonsus Rodriguez Suninono; Henny Manafe; Paskalis Seran; Hedwigh Hendrikus Temai Lejap; Grace Monika Corebima
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 7 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol.7 No 2 (Oktober 2026)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v7i2.4524

Abstract

Komunitas Kreatif Hamutuk Ita Bele di Desa Noelbaki, Kabupaten Kupang, merupakan kelompok usaha kreatif berbasis budaya Nusa Tenggara Timur yang menghadapi kendala dalam perencanaan dan pengelolaan modal usaha. Penggunaan modal yang masih dilakukan secara spontan menyebabkan kesulitan dalam menentukan prioritas kebutuhan usaha, mengendalikan biaya produksi, dan merencanakan pengembangan usaha secara berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam menyusun perencanaan keuangan yang adaptif melalui simulasi keuangan sederhana. Metode yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu penyusunan rencana kebutuhan minimal usaha, pelatihan simula si keuangan sederhana, integrasi perencanaan keuangan dan produksi, serta pendampingan implementasi dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra berhasil menyusun dokumen rencana kebutuhan minimal usaha sebagai dasar pengelolaan modal yang lebih terarah. Melalui pelatihan simulasi keuangan, peserta mampu memahami hubungan antara modal, biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan serta melakukan perhitungan sederhana secara mandiri. Pada tahap integrasi perencanaan keuangan dan produksi, mitra mampu menyusun rencana produksi yang lebih realistis berdasarkan kemampuan modal dan target penjualan. Selain itu, pendampingan implementasi mendorong mitra untuk menggunakan dokumen perencanaan dalam pengambilan keputusan usaha dan memanfaatkan lembaga keuangan formal melalui keanggotaan koperasi simpan pinjam. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas perencanaan usaha, efisiensi penggunaan modal, serta mendukung keberlanjutan usaha kreatif berbasis budaya lokal melalui pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur dan terukur.