Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Balancing cultural shock and economic development: A study of impacts on local culture in the Mandalika Special Economic Zone Dede Suleman; Supiandi Supiandi; Sri Budi Cantika Yuli; Zaenal Muttaqin; Uwi Martayadi
Journal of Enterprise and Development (JED) Vol. 5 No. Special-Issue-2 (2023): Journal of Enterprise and Development (JED)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business of Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/jed.v5iSpecial-Issue-2.8158

Abstract

Purpose — This study aims to investigate the dual impacts of cultural shock and economic development in the Mandalika Special Economic Zone on the preservation of local culture. Method — Employing a qualitative approach, this research utilizes in-depth interviews and observations to collect data from residents, tourists, and stakeholders within the Mandalika. The gathered insights provide a comprehensive understanding of the cultural impacts, economic developments, and changes in behavior, lifestyle, and cultural norms.Result — The study reveals a range of positive and negative impacts stemming from the collision of local culture with global influences. Positive effects include the introduction of local culture to the world, economic empowerment through tourism, preservation through education, and increased cultural awareness. Conversely, negative outcomes encompass cultural dilution, excessive commercialization, clashes of values, social imbalances, and shifts in lifestyle. These changes manifest in increased social interactions, adoption of global business ethics, modern lifestyle adoption, shifts in consumption patterns, adjustments to tourist expectations, clothing influences, and more.Contribution — This research contributes to the understanding of the intricate interplay between cultural shock, economic growth, and the preservation of local culture in SEZs. By delineating the positive and negative outcomes, this study informs stakeholders and policymakers about the challenges and opportunities presented by cultural shock. It underscores the necessity for balanced strategies that uphold cultural heritage while harnessing economic benefits in the context of SEZ development.
Tanggung Jawab Warga Negara dalam Pelestarian Terumbu Karang untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Gili Matra Uwi Martayadi; I Gede Angga Permana; Dyah Indraswati; Ramdani Abd Hafizh
JURNAL HARMONI NUSA BANGSA Vol 3, No 2 (2026): HARMONI NUSA BANGSA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Y

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/jhnb.v3i2.1224

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi laut sekaligus menjadi daya tarik utama pariwisata bahari di Gili Matra. Namun, meningkatnya aktivitas wisata dan berbagai tekanan lingkungan menyebabkan kerusakan terumbu karang yang berpotensi mengancam keberlanjutan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab warga negara dalam pelestarian terumbu karang, faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaannya, serta kontribusinya terhadap pariwisata berkelanjutan di Gili Matra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang meliputi masyarakat lokal, pelaku usaha wisata, Pokdarwis, dan pihak terkait lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab warga negara diwujudkan melalui berbagai bentuk partisipasi aktif, seperti transplantasi terumbu karang, kegiatan bersih pantai dan laut, pengawasan terhadap aktivitas wisata, serta edukasi lingkungan kepada wisatawan. Pelaksanaan tanggung jawab tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat, dukungan pemerintah, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, meskipun masih dihadapkan pada rendahnya kesadaran sebagian wisatawan dan tekanan aktivitas pariwisata.Tanggung jawab warga negara dalam pelestarian terumbu karang berkontribusi secara signifikan dalam menjaga kualitas lingkungan, mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat, dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Gili Matra.