Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analysis of Mangrove Community in The Bagek Kembar Essential Ecosystem Area, West Lombok Harsa Naunik Qudraty; Lalu Japa; Eni Suyantri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 1 (2023): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i1.5799

Abstract

: Bagek Kembar Essential Ecosystem is one of mangrove ecosystem in the Sekotong Bay. In some part of the area has also been used as a pond for mariculture activity so, it can influence the composition and diversity of mangroves in that area. This research was conducted to determine the species composition, importance value index, and diversity of mangrove species. Data of mangrove vegetation were collected in a method combination of line transects and quadrats. Total of 11 transects and 33 quadrats were layed out in the area of the Bagek Kembar mangrove ecosystem. The results of this research showed that there were seven mangrove species as member of 4 genera and 4 families. The highest species dominant index and density was Avicennia marina. The mangrove species diversity index for tree and sapling was 1,000 and 1,003, respectively (both in medium categories) and the diversity index for seedling was in low category (0,676).
Tourism-Based Community Empowerment of People with Disabilities Kiki Irafa Candra; Yudan Hermawan; Tristanti; Eni Suyantri; Rudiana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.9839

Abstract

This study explores a tourism village-based community empowerment model in Karangpatihan, a village with a significant population of people with intellectual disabilities, aiming to improve their economic and social welfare. Using an intrinsic case study approach with qualitative methods, informants were purposively selected, including the village head, Rumah Harapan managers, active programme participants, and their families. Data was collected through interviews, observation, and documentation, then analysed using Huberman's interactive model. The programme’s training in batik ciprat, handicraft making, and tourism management significantly improved outcomes. Participants’ income increased by 30%-40%, supported by sales of crafts and tourism roles. Socially, stigma against disabilities lessened as participants engaged in guiding tours and ticket management. Challenges included limited digital marketing innovation, insufficient training continuity, and low initial motivation. Recommendations include enhancing digital marketing through social media training, e-commerce platforms, and diversifying local products. This model demonstrates strong potential for replication as an inclusive and sustainable rural development strategy.
A Systematic Review of Scientific Literacy in Early Childhood Science Learning: Approaches, Methods, and Media Rizqy Aisyah Leonia; Nelva Rolina; Eni Suyantri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10576

Abstract

Building scientific literacy from an early age is essential for developing critical thinking skills, problem-solving abilities, and a basic understanding of scientific concepts. This article presents a systematic review of science learning strategies for young children, highlighting effective approaches, methods, and media. The study analyzes literature from various scholarly sources within a specific timeframe. The findings indicate that inquiry-based approaches, such as water and ice experiments to understand phase changes, as well as play-based and environmental exploration approaches, such as observing insects in a garden, are effective in enhancing young children's scientific literacy. Simple experimental methods, such as creating a volcanic eruption using baking soda and vinegar, and STEM-based projects help children grasp scientific concepts concretely. Learning media, including natural teaching aids (leaves and rocks for classification), interactive digital applications, and augmented reality-based educational games, have been proven to increase children's engagement. The implications of this study emphasize the importance of integrating hands-on experiences and technology in early childhood science education to create enjoyable and meaningful learning experiences. This article serves as a reference for educators and researchers in designing innovative and effective science learning strategies
Conservation Analysis of Threatened Tree-Level Plant Species on the Island of Java Aswangga Abigail Hidayat; Eni Suyantri; Yayan Wahyu Candra Kusuma
Journal of Biology, Environment, and Edu-Tourism Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Siti Widhatul Faeha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the countries with the highest biodiversity in the world, with Java Island being one of the regions in Indonesia that has high biodiversity. This research provides a deeper understanding of the role of tree-level plants in maintaining the ecological balance of the forests on Java Island. The aim of this study is to analyze the number of endangered species on Java Island. The method used in this research is meta-analysis, utilizing secondary data from papers that have published their results. A total of 18 endangered species (VU, EN, CR) were identified. This study reveals a high plant diversity dominated by native species, yet there are 18 species that are threatened, requiring conservation efforts to maintain ecological balance and biological sustainability. Conservation becomes crucial in addressing the threats to biodiversity in Indonesia.
Kecenderungan Gaya Belajar Siswa SMP dan SMA di Kota Mataram Baiq Sri Handayani; Tri Ayu Lestari; Eni Suyantri; Anindita SHM Kusuma
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 4 (2023): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i4.3183

Abstract

Setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda sehingga dalam menerima, mengolah dan mengingat informasi yang diperoleh juga berbeda-beda. Proses penyerapan informasi oleh individu/peserta didik menurut tingkatannya terdiri dari cepat, sedang, dan lambat. Setiap peserta didik sering kali harus menempuh cara yang berbeda-beda agar informasi dapat diterima dengan baik dan masuk ke dalam ingatan dalam jangka yang panjang. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP dan SMA di kota mataram dan sampelnya terdiri dari SMP (SMP 6, SMP 13, SMP 12, SMP 8, SMP12, SMP 3, SMP 18), dan SMA (SMA 5, SMA 6, SMA 4, SMA 10, SMA 3). Instrumen penelitian dalam bentuk kuisioner digunakan untuk mengukur gaya belajar visual, auditori, kinestetik, gaya belajar, dan audio visual siswa. Kuisioner gaya belajar pada penelitian ini berisikan 20 pertanyaan dengan empat alternatif jawaban. Berikut pedoman kunci jawaban kuisioner gaya belajar siswa. Hasil penelitian ini diperoleh kecenderungan gaya belajar siswa SMP tertinggi pada gaya belajar audio visual yaitu sebesar 48,33% dan terendah gaya belajar kinestetik sebesar 2.36 %. Pada siswa SMA juga menunjukkan hasil yang sama didominansi oleh gaya belajar audio visual sebasar sebesar 51.52% dan terendah yaitu gaya belajar kinestetik sebesar 3.37%.
Pengembangan Modul Berbasis Ekosistem Mangrove Sebagai Bahan Ajar IPA di SMP Pesisir Lombok Tengah dan Lombok Timur Habibah Habibah; Abdul Syukur; Eni Suyantri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4411

Abstract

Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar sistematis yang dirancang untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran secara mandiri dan terarah sesuai dengan krakteristik materi dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis ekosistem mangrove sebagai bahan ajar IPA bagi siswa SMP di wilayah pesisir Lombok Tengah dan Lombok Timur serta mendeskripsikan tingkat kelayakannya sebagai bahan ajar kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Pada tahap analisis, peneliti melakukan identifikasi kebutuhan, analisis kurikulum, dan kajian potensi ekosistem mangrove. Tahap perancangan meliputi penyusunan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, struktur materi, dan desain tampilan modul. Tahap pengembangan dilakukan melalui penyusunan produk, validasi ahli, dan revisi berdasarkan masukan validator.  Proses validasi melibatkan ahli media, ahli materi, dan enam guru IPA sebagai pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase kelayakan sebesar 81% dari ahli media yang termasuk dalam kategori sangat layak dan 92,5% dari ahli materi yang termasuk dalam kategori sangat layakk, sedangkan hasil penilaian guru berada pada rentang 73,52% hingga 95,23% dengan rata-rata 86,62%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, modul berbasis ekosistem mangrove dinyatakan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar IPA kontekstual dan berpotensi meningkatkan pemahaman serta keterlibatan peserta didik dalam mempelajari materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.
Sediment Carbon Stocks and CO₂ Sequestration Capacity in the Bagek Kembar Mangrove Essential Ecosystem Area, West Lombok Eni Suyantri; Gito Hadiprayitno; Didik Santoso; Karnan; M. Liwa Ilhamdi; Pahrurrozi
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 2 (2026): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i2.19485

Abstract

This study aimed to analyze and compare sediment organic carbon stocks, bulk density, and estimated carbon dioxide (CO₂) sequestration in natural and revegetated mangrove areas within the Bagek Kembar Mangrove Essential Ecosystem Area (KEE), Sekotong, West Lombok. Sediment samples were collected to a depth of 100 cm and analyzed using the Loss on Ignition (LOI) method. The results showed that bulk density ranged from 1.19 to 1.50 g/cm³ and tended to decrease with increasing sediment depth. Sediment organic carbon stocks were higher in the natural mangrove area (591.49 Mg C/ha) than in the revegetated mangrove area (575.39 Mg C/ha), with the greatest carbon accumulation observed at depths of 61–100 cm. This difference indicates that natural mangroves have a slightly greater capacity for carbon accumulation than revegetated areas, likely due to more stable stand structure and sediment dynamics. Estimated CO₂ sequestration followed a similar pattern, reaching 2,170.55 Mg CO₂/ha in the natural mangrove area and 2,111.68 Mg CO₂/ha in the revegetated mangrove area. These findings provide a scientific contribution by addressing data gaps on sediment organic carbon stocks and estimated CO₂ sequestration in mangrove ecosystems in Lombok. They also strengthen the basis for conservation- and restoration-oriented management to support climate change mitigation in coastal ecosystems.
Diseminasi Hasil Penelitian Serapan CO₂ pada Semai Mangrove sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar Eni Suyantri; Imam Bachtiar; Gito Hadiprayitno; Gde Cahyadi Wirajagat; Didik Santoso; Sri Aprilia Nur Larasati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.3298

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Kawasan Ekowisata Bagek Kembar, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran ekosistem mangrove sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) dalam mitigasi perubahan iklim. Kegiatan dilakukan melalui metode sosialisasi, diskusi interaktif, serta diseminasi hasil penelitian terkait estimasi serapan CO₂ pada vegetasi semai mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vegetasi semai mangrove memiliki cadangan karbon sebesar 3,19 ton C/ha yang setara dengan serapan sebesar 11,71 ton CO₂/ha. Nilai ini menegaskan bahwa meskipun berada pada fase awal pertumbuhan, mangrove telah berkontribusi signifikan dalam menyerap CO₂ dari atmosfer melalui akumulasi biomassa. Pendekatan partisipatif dalam kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hubungan antara rehabilitasi mangrove dan penurunan emisi gas rumah kaca. Tingginya partisipasi peserta dalam diskusi menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya mangrove sebagai solusi mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong munculnya inisiatif lokal dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Hasil ini menunjukkan bahwa penyampaian hasil penelitian secara langsung efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan mangrove secara berkelanjutan.
Sosialisasi Peran Mangrove Sebagai Pelindung Pesisir dan Penanaman Mangrove di Pantai Lembar Selatan Lombok Heru Setiawan; Eni Suyantri; Marosa Robi’atul Adawiyah; Wirdullutfi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15808

Abstract

Ekosistem mangrove tumbuh di perbatasan darat dan laut, dengan luasan ekosistem tersebut di Indonesia mencapai 28.614 km2, dan merupakan tutupan terluas kedua di dunia. Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis vital diantaranya karena mampu mencegah pemanasan global serta habitat bagi berbagai flora fauna. Salah satu kawasan ekosistem mangrove di Lombok adalah kawasan mangrove Sekotong, termasuk yang berada di kawasan Lembar Selatan. Kerusakan mangrove secara masif terjadi, termasuk mangrove di Lembar Selatan, dengan kondisi sehat hanya bersisa 21%. Kegiatan pengabdian dilakukan dilakukan dalam empat tahapan, yaitu observasi, perencanaan, sosialisasi dan penanaman. Hasil observasi awal diperoleh bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat vital mangrove secara ekologi maupun ekonomi. Tahapan sosialisasi dilakukan dengan paparan materi kondisi mangrove di daerah Lembar Selatan, manfaat mangrove secara ekologis dan ekonomis, serta sesi diskusi. Tahapan penanaman diikuti oleh masyarakat dan dosen Universitas Mataram. Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti banyak pertanyaan dalam sesi diskusi serta antusiasme masyarakat dalam penanaman mangrove. Seluruh kegiatan pengabdian berlangsung secara. Kegiatan pengabdian diharapkan mampu memperbaiki Tingkat kerusakan mangrove di kawasan Lembaar Selatan.
Distribusi Horizontal Burung di Kawasan Ekowisata Mangrove Bagek Kembar, Lombok Barat Sri Aprilia Nur Larasati; Gito Hadiprayitno; Prapti Sedijani; I Wayan Suana; Eni Suyantri
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 13 No. 4 (2025): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v13i4.17300

Abstract

This study aims to determine the horizontal distribution of birds based on habitat type, namely fish ponds, rehabilitated mangroves, and natural mangroves, located in the Bagek Kembar Mangrove Area. Observations were conducted in June-July at the Bagek Kembar Mangrove Area, Sekotong. This research uses a transect method, following the paths found at three observation locations. Bird observations were conducted twice, in the morning (06:30-09:30 WITA) and evening (15:30-18:30 WITA). The results recorded 57 species, with the dominant habitat for finding bird species being the natural mangrove area, which has a fairly dense and diverse vegetation structure. The horizontal distribution of birds in the Bagek Kembar Mangrove Area is illustrated using CANOCO for Windows 4.5 with a PCA (Principal Component Analysis) diagram. This study concludes that bird diversity is higher in natural mangrove habitats compared to fishpond and rehabilitated mangrove habitats, making this area important for supporting conservation and the development of birdwatching ecotourism.