Bagus Gede Ari Rama
Fakultas Hukum, Universitas Pendidikan Nasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELANGGARAN HUKUM TERHADAP KARYA CIPTA BUKU HASIL TERJEMAHAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK : PERSPEKTIF UU HAK CIPTA Bagus Gede Ari Rama; Kadek Julia Mahadewi
Kerta Dyatmika Vol 21 No 2 (2023): Kerta Dyatmika
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/kd.21.2.1411.1-8

Abstract

Adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat di era digital sekarang ini serta adanya pergeseran minat baca masyarakat dewasa ini juga berpengaruh pada adanya potensi pelanggaran hukum terkait akses e-book secara bebas di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum serta hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menghindari kemungkinan adanya pelanggaran hukum terhadap karya cipta buku hasil terjemahan dalam bentuk elektronik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normative serta menggunakan pendekatan perundang-undangan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pelanggaran terhadap suatu karya cipta dapat digugat melalui APS atau arbitrase serta pengadilan niaga serta dapat di pidana sesuai ketentuan dalam Pasal 113 ayat (1) sampai dengan ayat (4) UUHC, terjemahan karya cipta buku dalam bentuk elektronik bukanlah suatu pelanggaran terhadap hak cipta jika penerjemah telah mendapatkan lisensi dari pemegang hak cipta serta telah mendaftarkan perjanjiannya secara tertulis kepada Menkumham, The rapid development of technology in today's digital era and the shift in reading interest in today's society also have an impact on the potential for law violations related to free access to e-books in cyberspace. This study aims to analyze the legal consequences and matters that need to be considered to avoid the possibility of legal violations against copyrighted works of books translated in electronic form. This study uses normative research methods and uses a statutory approach. Based on the research that has been done, it can be seen that infringement of a copyrighted work can be sued through APS or arbitration as well as a commercial court and can be punished according to the provisions in Article 113 paragraph (1) to paragraph (4) UUHC, translation of copyrighted books in electronic form is not an infringement of copyright if the translator has obtained a license from the copyright holder and has registered the agreement in writing to the Minister of Law and Human Rights
PERLINDUNGAN HUKUM PEREMPUAN KORBAN REKAYASA KONTEN PORNOGRAFI DIGITAL Made Savitri Kiki Sasmita; Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda; Ni Gusti Agung Ayu Mas Tri Wulandari; Bagus Gede Ari Rama
Transparansi Hukum Vol. 9 No. 1 (2025): TRANSPARANSI HUKUM
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/transparansi.v9i1.7363

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas perlindungan hukum bagi perempuan korban rekayasa kontenpornografi digital, khususnya melalui teknologi deepfake yang semakin marak digunakanuntuk merugikan individu. Dampak dari kejahatan ini tidak hanya mencederai reputasikorban, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis, depresi, hingga stigma sosial yangberkepanjangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif denganmenelaah peraturan perundang-undangan, literatur, serta analisis hukum yang relevan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia, seperti UU Pornografi dan UUITE, memberikan dasar hukum, tetapi belum secara spesifik mengatur rekayasa kontendigital sehingga menimbulkan celah hukum. Oleh karena itu, diperlukan revisi regulasi,peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan literasi digital untukmencegah dan melindungi korban secara lebih efektif.Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Korban Perempuan, Konten Pornografi Digital