Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Likuiditas, Solvabilitas, Kecukupan Modal terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Terdaftar Di LQ45 Sub Sektor Pertambangan Peeriode 2019-2022 Ni Made Diah Citra Dewi; I Made Darmayasa; Ni Luh Putu Suari Sri Patni Patni
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 2 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i2.2589

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menyelidiki efek Likuiditas, Solvabilitas, dan Kecukupan Modal terhadap Return Saham yang tercatat dalam indeks LQ-45 di sub sektor pertambangan dari 2019 hingga 2022. Populasi riset terdiri dari 45 perusahaan pertambangan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 selama periode tersebut, dan keseluruhan populasi ini menjadi fokus penelitian. Sejumlah 11 perusahaan dalam sub sektor pertambangan yang terdaftar di LQ-45 selama 2019-2022 diambil sebagai sampel dengan menggunakan metode purposive sampling. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam riset ini, dengan menganalisis data laporan keuangan perusahaan dalam sub sektor pertambangan yang terdaftar dalam indeks LQ-45 selama periode 2019-2022. Hasil riset menunjukkan bahwa faktor-faktor fundamental memiliki peran penting dalam mempengaruhi kinerja return saham perusahaan yang termasuk dalam kelompok LQ45 Sub Sektor Pertambangan selama periode 2019-2022. Dalam konteks ini, tingkat likuiditas, kesehatan solvabilitas, dan kecukupan modal yang memadai masing-masing berdampak positif terhadap return saham. Temuan ini mendemonstrasikan bahwa peningkatan likuiditas, solvabilitas, dan modal memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan return saham. Sebagai hasil dari penelitian ini, pemahaman yang lebih dalam mengenai faktor-faktor ini dapat memberikan arahan yang berharga bagi para investor dan pengambil keputusan di sektor pertambangan.
Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar Di LQ-45 Sub Sektor Perbankan di Bursa Efek Indonesia sebelum Covid-19 Periode 2016-2019 Ni Made Dewix Triska Yani; I Made Darmayasa; Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2660

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE) dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap harga saham di Perusahaan Yang Terdaftar di LQ 45 Sub Sektor Perbankan. Harga saham menjadi faktor penting yang perlu ketahui sebelum melakukan investasi. Harga saham dipengaruhi oleh kinerja keuangan yang bisa dihitung dengan berbagai rasio. Dalam penelitian ini terdapat empat rasio yang digunakan Current ratio (CR), Debt to Equity (DER), Return on Equity (ROE), Total Asset Turnover (TATO) dengan sampel sebanyak 5 perusahaan sub sektor perbankan. Metode yang digunakan yaitu analisis linier berganda, dengan hasil yang diperoleh menyatakan bahwa CR, DER, ROE, TATO secara simultan memiliki dampat pengaruh positif bagi harga saham serta secara parsial CR dan DER berdampak negatif bagi harga saham, serta ROE dan TATO tidak berdampak bagi harga saham.
Pengaruh Nilai Tukar (Valas), Inflasi, dan Suku Bunga terhadap Harga Saham Manufaktur di Sektor Barang Konsumsi di Bursa Efek Indonesia (Studi kasus: perusahaan rokok, periode 2017-2021) Komang Trianta; Christimulia Purnama Trimurti; I Made Darmayasa
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2676

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh nilai tukar (valas), inflasi, dan suku bunga terhadap harga saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi sub sektor rokok periode 2017-2021. Penelitian dilakukan karena terdapat perbedaan hasil penelitian-penelitian sebelumnya pada variabel bebas yaitu Nilai Tukar (Valas), Inflasi, dan Suku Bunga terhadap variabel terikatnya yaitu Harga Saham pada tahun-tahun pengujian yang berbeda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan sampel sebanyak 40 data kuartal pada periode 2017-2021. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh hasil bahwa data Nilai Tukar (Valas) secara parsial dan signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi sub sektor rokok, data Inflasi secara parsial dan signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi sub sektor rokok, data Suku Bunga secara parsial dan signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi sub sektor rokok, dan Nilia Tukar (Valas), Inflasi, dan Suku Bunga secara simultan dan signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi sub sektor rokok. Serta nilai koefisien determinasi (Adjusted R-Square) sebesar 0,038 atau 3,8% memiliki arti bahwa 3,8% dapat diartikan bahwa variabel nilai tukar, inflasi, dan suku bunga memberikan kontribusi naik turunnya harga saham sebesar 3,8% sedangkan 96,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Pengaruh Ekonomi Makro terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangan yang Listing di Indeks Saham LQ-45 BEI Periode 2018 – 2021 Ni Made Resta Leonita; I Made Darmayasa; Ni Luh Putu Sri Purnama Pradnyani
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2023): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v2i3.2680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekonomi makro terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang listing di indeks saham LQ-45 BEI periode 2018 – 2021. Peneliti menguji variabel-variabel tersebut karena terdapat perbedaan hasil penelitian dari penelitian-penelitian sebelumnya untuk variabel bebas yaitu inflasi, nilai kurs rupiah, dan tingkat suku bunga terhadap variabel terikat yaitu Harga Saham pada tahun-tahun pengujian yang berbeda. Data yang digunakan adalah data sekunder pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan sampel sebanyak 48 data. Dalam penelitian ini menggunakan analisis linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang listing di indeks saham LQ-45 BEI, data tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang listing di indeks saham LQ-45 BEI. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,133 atau 13,3 %, yang artinya variabel inflasi, suku bunga, dan nilai tukar mampu mempengaruhi sebesar 13,3% terhadap variabel harga saham dan sisanya sebesar 86,7% tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Analisis Pengendalian Biaya Makanan dan Minuman di Hotel ONE Legian Periode 2022-2024 Thomas Tela Wuwur; I Made Darmayasa; I Ketut Sirna
JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA Vol. 5 No. 1 (2026): JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jd.v5i1.4397

Abstract

Industri pariwisata dan perhotelan merupakan salah satu sektor penting yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, di mana Bali sebagai destinasi utama terus mencatat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Dalam kondisi tersebut, hotel dituntut untuk menjaga efisiensi, khususnya dalam pengelolaan biaya makanan dan minuman yang menjadi salah satu komponen biaya terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian biaya makanan dan minuman di The ONE Legian Hotel dari tahun 2022 hingga 2024. Di industri perhotelan, biaya makanan dan minuman merupakan salah satu komponen biaya operasional terbesar, sehingga pengelolaan yang efisien diperlukan untuk menjaga keuntungan. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan analisis laporan keuangan, khususnya laporan rekonsiliasi biaya makanan dan minuman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pengendalian biaya telah diterapkan melalui resep standar, ukuran porsi standar, dan rekonsiliasi biaya makanan dan minuman, masih terdapat selisih antara biaya aktual dan biaya standar, terutama pada tahun 2022 dan 2023. Namun, pada tahun 2024, terdapat peningkatan efisiensi, ditandai dengan biaya makanan aktual yang lebih rendah dari biaya standar. Perbedaan biaya ini disebabkan oleh beberapa faktor operasional, termasuk penggunaan bahan baku yang tidak efisien, pembusukan, dan penerapan konsep sarapan all-you-can-eat yang tidak disertai pengawasan yang ketat. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen dengan mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian biaya, serta memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi manajemen biaya di industri perhotelan.