Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Komunikasi: Membangun Paham Etika Komunikasi Pada Mahasiswa Dalam Mengirim Pesan Singkat Kepada Dosen Andri Hendrawan; Yuda Nur Suherman; Yusman Dawolo
JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI Vol. 2 No. 2 (2023): JISSC-DIKSI Agustus
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/jisscdiksi.v2i2.207

Abstract

Manusia tidak dapat hidup atau berkembang tanpa komunikasi karena komunikasi merupakan kebutuhan hidup yang paling mendasar. Komunikasi merupakan komponen dari hampir semua aktivitas manusia baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW keduanya dianggap sebagai standar yang berisi pedoman hidup bagi setiap Muslim dan harus dijunjung tinggi dan dijadikan standar dalam berkomunikasi, dan Islam memandang komunikasi sebagai sesuatu yang penting dan memiliki nilai ibadah jika itu dilakukan. dilakukan sesuai dengan standar tersebut. Esai ini mengupas etika tentang berkomunikasi yang dianggap baik dan pentingnya mengajarkan mahasiswa tentang etika berkomunikasi menurut prinsip islam, yang terkait dengan standar moral. Mahasiswa perlu memahami etika komunikasi islam karena dapat digunakan untuk mengatur perilaku dalam kehidupan beraktivitas sehari-hari. Memahami etika berkomunikasi yang baik serta benar akan membimbing mahasiswa untuk bertindak secara tepat sebanding dengan norma yang berlaku dengan menekankan kesantunan kepada setiap orang agar tidak membebani banyak pihak. Kajian ini memanfaatkan penelitian kepustakaan, yang mencakup sejumlah tugas yang berkaitan dengan pengumpulan data dari perpustakaan, membaca dan mencatat, mengolah bahan penelitian, dan literasi cetak dan digital serupa. Etika komunikasi Islam yang dimaksud adalah prinsip-prinsip yang baik yang dapat diterima dan menguntungkan ketika melakukan proses komunikasi. Baik komunikasi itu berupa komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, maupun komunikasi, segala bentuk komunikasi akan berlandaskan pada prinsip-prinsip Al-Quran, selain sunnah Nabi Muhammad SAW.
Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai Paradigma Dakwah Transformatif dalam Pemberdayaan Ekonomi Mikro Umat : Kajian Literatur Moch. Hoerul Gunawan; Andri Hendrawan
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/q6qvt902

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai landasan normatif dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro umat. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya praktik dakwah yang bersifat normatif–verbal, sementara umat menghadapi persoalan ekonomi mikro seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan akses modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai fondasi dakwah ekonomi, mengkaji peran dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro berdasarkan literatur, serta merumuskan kerangka konseptual dakwah pemberdayaan ekonomi mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis konseptual terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur’an, Hadis, literatur klasik dan kontemporer Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta jurnal ilmiah terkait dakwah dan ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqāṣid al-Sharī‘ah memberikan kerangka normatif dan praktis bagi dakwah ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan umat. Dakwah berbasis Maqāṣid al-Sharī‘ah mampu berfungsi sebagai instrumen Islam transformatif melalui pendekatan dakwah bil-ḥāl dan pemberdayaan ekonomi mikro. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma dakwah yang integratif antara nilai spiritual dan pemberdayaan sosial-ekonomi umat.
Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai Paradigma Dakwah Transformatif dalam Pemberdayaan Ekonomi Mikro Umat : Kajian Literatur Moch. Hoerul Gunawan; Andri Hendrawan
AL-IBANAH Vol. 11 No. 1 (2026): Journal Al-Ibanah
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/q6qvt902

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai landasan normatif dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro umat. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya praktik dakwah yang bersifat normatif–verbal, sementara umat menghadapi persoalan ekonomi mikro seperti kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan akses modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Maqāṣid al-Sharī‘ah sebagai fondasi dakwah ekonomi, mengkaji peran dakwah dalam pemberdayaan ekonomi mikro berdasarkan literatur, serta merumuskan kerangka konseptual dakwah pemberdayaan ekonomi mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis konseptual terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, meliputi Al-Qur’an, Hadis, literatur klasik dan kontemporer Maqāṣid al-Sharī‘ah, serta jurnal ilmiah terkait dakwah dan ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Maqāṣid al-Sharī‘ah memberikan kerangka normatif dan praktis bagi dakwah ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan, keadilan, dan kesejahteraan umat. Dakwah berbasis Maqāṣid al-Sharī‘ah mampu berfungsi sebagai instrumen Islam transformatif melalui pendekatan dakwah bil-ḥāl dan pemberdayaan ekonomi mikro. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma dakwah yang integratif antara nilai spiritual dan pemberdayaan sosial-ekonomi umat.