Arief Azhari Ilyas
Poltekkes Kemenkes Semarang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Variabel dan Meta Data Rekam Medis Elektronik: Studi Kasus pada Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit X Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Retnowati Retnowati
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v6i2.10640

Abstract

Kemampuan kompatibilitas dan/atau interoperabilitas sistem elektronik harus mengacu pada pedoman variabel dan meta data rekam medis elektronik. Pada saat penerapan rekam medis elektronik di Rumah Sakit X belum terdapat pedoman yang dijadikan acuan dalam penentuan variabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian variabel dan meta data dalam penyelenggaraan RME. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Subjek penelitian yaitu 4 informan terdiri dari kepala instalasi rekam medis, petugas IT, petugas pendaftaran rawat jalan dan Dokter. Objek penelitiannya adalah variabel rekam medis elektronik pada instalasi rawat jalan Rumah Sakit X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian variabel dan meta data penyelenggaraan RME di Rumah Sakit X belum sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan seperti general consent, asesmen awal kemudian pemeriksaan spesialistik. Hal ini dikarenakan selain belum ada acuan pada saat penerapan tahun 2019, kemudian adanya penambahan anggaran untuk pihak ketiga jika terdapat penambahan variabel serta tanda tangan digital yang belum diterapkan. Pihak Rumah Sakit X perlu membentuk tim IT sendiri untuk melakukan pembaharuan dan penyempurnaan dalam variabel dan meta data pada penyelenggaraan RME.
Analisis Kinerja Unit Rekam Medis Berdasarkan Standar Kompetensi PMIK di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Selatan Irmawati Irmawati; Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11312

Abstract

Kompetensi yang dimiliki manajer unit kerja rekam medis berdampak pada pengelolaan unit kerja. Masih terdapat manajer unit kerja rekam medis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis sehingga secara kompetensi tidak memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengelola unit kerja RMIK terhadap kinerja unit rekam medis dan informasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 manajer unit rekam medis di rumah sakit wilayah Sulawesi Selatan dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel kinerja unit rekam medis. Kemudian dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pengelola unit kerja terhadap kinerja unit rekam medis di rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi manajer unit kerja rekam medis berdasarkan standar nasional akreditasi rumah sakit.
Analisis Kinerja Unit Rekam Medis Berdasarkan Standar Kompetensi PMIK di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Selatan Irmawati Irmawati; Zefan Adiputra Golo; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v7i1.11312

Abstract

Kompetensi yang dimiliki manajer unit kerja rekam medis berdampak pada pengelolaan unit kerja. Masih terdapat manajer unit kerja rekam medis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan rekam medis sehingga secara kompetensi tidak memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi pengelola unit kerja RMIK terhadap kinerja unit rekam medis dan informasi kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 113 manajer unit rekam medis di rumah sakit wilayah Sulawesi Selatan dan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel kinerja unit rekam medis. Kemudian dari hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi pengelola unit kerja terhadap kinerja unit rekam medis di rumah sakit. Pihak manajemen rumah sakit perlu memberikan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi manajer unit kerja rekam medis berdasarkan standar nasional akreditasi rumah sakit.
Analisis Kebijakan Tanda Tangan Elektronik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Ibon Fajar Saputra; Belinda Putri Mulyana
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.13895

Abstract

Transformasi digital di bidang kesehatan mendorong penggunaan tanda tangan elektronik (TTE) untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan akuntabilitas layanan. Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang mulai menerapkan TTE, namun implementasinya masih menghadapi hambatan. Penelitian ini menganalisis kebijakan penerapan TTE menggunakan model George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan kunci, yaitu Kepala Bidang Penunjang Medik, Koordinator Teknologi Informasi, dan Petugas Casemix, serta ditunjang observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi telah dilakukan melalui rapat dan sosialisasi, tetapi pemahaman staf belum merata; dukungan sumber daya terbatas pada anggaran, pelatihan, dan perangkat; disposisi pelaksana mendukung kepraktisan TTE, namun masih ragu terkait legalitas terutama untuk klaim BPJS; dan struktur birokrasi telah memiliki SOP, tetapi sosialisasi serta evaluasi belum berjalan optimal. Simpulan penelitian menunjukkan implementasi TTE di RSGM UNIMUS telah mengarah positif, namun keberhasilan kebijakan bergantung pada penguatan keempat aspek tersebut secara simultan. Disarankan rumah sakit meningkatkan kepastian hukum dan dukungan sumber daya agar penerapan TTE lebih optimal.
Peran Pembiayaan Kesehatan dalam Mendukung Kesiapan Transformasi Layanan Kesehatan Rizkiyatul Amalia; Eliyah; Arief Azhari Ilyas
Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrmik.v8i2.14054

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a serious global health problem, especially in high-prevalence countries like Indonesia. Despite decades of efforts, TB cases in Indonesia have not shown a significant decline. Transformation of TB health services is needed to improve universal access to quality diagnosis and treatment, which relies heavily on health financing readiness. This study aimed to explore the association of health financing with readiness for TB health service transformation. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach involving a survey of 99 TB patients at five health centers in Central Java. Primary data were collected through a questionnaire evaluating health financing and health service transformation, and analyzed using the SmartPLS method. The results showed that health financing significantly influenced readiness for health service transformation (T-statistic = 3.180; p = 0.002). TB financing in Indonesia is dominated by international donor funding such as the Global Fund and the BPJS Health scheme, but challenges remain in ensuring adequate allocations for promotive, preventive, and rehabilitative aspects. Resource disparities between hospitals and health centers result in inequities in TB financing and treatment outcomes. This study underscores the need for increased budget allocations to puskesmas and improved financing mechanisms to support more efficient and responsive TB health service transformation. A focus on sustainable financing and capacity building of health workers is important to achieve effective and sustainable health service transformation.
Audiovisual-Based Education to Enhance Digital Health Literacy and Dental Health Behaviors at SDN 1 Sumberejo Tri Wiyatini; Arief Azhari Ilyas; Rozikhan; Ichsan Rizqi Dewanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4305

Abstract

Low digital health literacy among elementary school students in rural areas remains a significant barrier to independent dental and oral health maintenance. This issue was identified at SDN 1 Sumberejo, Kendal, where students had not utilized digital technology for health information and possessed minimal dental health knowledge. This community service program aimed to empower students by enhancing their digital health literacy and improving dental health behaviors through an audiovisual-based educational approach. The intervention was conducted on August 12, 2025, involving 20 students, with implementation stages including: problem identification through surveys, interactive education using creative videos, demonstrations of proper tooth-brushing techniques, and direct guidance in accessing digital health applications. The results showed a positive transformation, with all students now capable of independently operating health information applications. The final evaluation recorded a significant increase in understanding, with all participants (100%) achieving the established competency standards (scores above 75%). This activity successfully built new awareness and provided practical skills for students to leverage technology for maintaining dental and oral health, thereby fostering sustainable healthy lifestyles within the school environment.
Empowering Posbindu Cadres through Digital Health Training: Optimizing the ASIK Application in Kendal Regency Arief Azhari Ilyas; Zefan Adiputra Golo; Ibon Fajar Saputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 5 No. 2 (2026): MARET 2026
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpml.v5i2.4306

Abstract

Digital transformation in the health sector requires the optimization of health application utilization by community health cadres as the frontline providers of community-based services. However, limited digital literacy and technical skills remain significant barriers to the effective use of the Sehat Indonesiaku Application (ASIK) in Integrated Non-Communicable Disease Posts (Posbindu PTM) in rural areas. This community service activity aimed to optimize the role of Posbindu cadres in utilizing ASIK to support more efficient, accurate, and integrated recording and reporting of non-communicable disease (NCD) data in Sumberejo Village, Kaliwungu District, Kendal Regency. The implementation method consisted of preparation, a knowledge pre-test, socialization of the ASIK application, demonstrations and hands-on practice with intensive mentoring, and evaluation through a post-test and discussion. The activity was conducted on July 23, 2025, involving 20 Posbindu PTM cadres. The results demonstrated a significant improvement in cadres’ knowledge and skills in using ASIK, as indicated by higher post-test scores compared to pre-test results and the successful installation and operation of basic application features by all participants for NCD data recording. This activity confirms that practice-based socialization and mentoring are effective in strengthening Posbindu cadres’ capacity and supporting the implementation of digital health recording systems in rural areas.