Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pendidikan Akhlak di Masa Pandemi Sesuai dengan Pandangan Imam Al-Ghazali Hana Rizayanti; Betty Mauli Rosa Bustam
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 5, No 4 (2023): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v5i4.4752

Abstract

Adanya pandemi COVID-19, pendidikan akhlak yang diterapkan melalui pembelajaran daring belum maksimal sehingga terjadinya kemorosat akhlak yang terjadi pada peserta didik. Hal ini dapat dilihat ketika peserta didik sudah mulai pembelajaran secara tatap muka. Dalam menghadapi kondisi pandemi COVID-19 mengharuskan peserta didik belajar secara daring. Dampak dari adanya pandemi tersebut berpengaruh pada pendidikan akhlak peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji evaluasi pendidikan akhlak di masa pandemi menurut Imam Al-Ghazali seorang filsuf dari Persia yang terkenal di Dunia Barat. Fokus penelitian ini kajian tentang evaluasi pendidikan akhlak pemikiran Imam Al-Ghazali. Konsep pendidikan akhlak dalam pandangan Imam Al-Ghazali relevan atau tidak dengan masa kini. Evaluasi yang dimaksud dalam artikel ini bukan mengukur tingkat keberhasilan tetapi menentukan sampai sejauhmana pendidikan akhlak telah tercapai. Adapun penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi. Dari hasil penelitian ini ditemukan kesimpulan: (1) penguatan materi akhlak, Pembelajaran akhlak mencakup konsep materi dan pembelajaran tentang perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum pembelajaran akhlak memerlukan contoh langsung, untuk memberikan penguatan materi akhlak pada peserta didik. (2) pendidikan akhlak dengan cara pembiasaan, dengan mengarahkan peserta didik menuju jalan kebaikan melalui pembiasaan yang baik dengan membiasakan akhlak terpuji dalam dirinya, (3) pendidikan akhlak dengan cara suri tauladan, peserta didik akan tergugah untuk meniru dan meneladani orang-orang yang menjadi panutan atau figur dengan menerapkan teladan yang baik dari guru. (4) pendidikan akhlak dengan cara nasihat, pendidikan akhlak akan berhasil karena memberi bimbingan kepada siswa memiliki kemampuan untuk mengubah, memperbaiki, menyempurnakan, dan bahkan mensucikan jiwa mereka
Nilai-Nilai Toleransi Beragama Dalam Al-Qur’an: Sebuah Pendekatan Terhadap Dinamika Perilaku Sosial Rofiana Rofiana; Zulfa Laila Fitri; Betty Mauli Rosa Bustam
Mauriduna : Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2024): Mauriduna : Journal of Islamic Studies, February 2024
Publisher : Institut Muslim Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/mauriduna.v5i1.448

Abstract

Tolerance and freedom of religion are a necessity to maintain social stability from ideological issues or problems involving physical conflicts in society. The existence of religious differences should make us respect each other and work together for the greater good. On the contrary, the existence of religious differences has become one of the factors for undermining, belittling, or sowing discord between one religion and another. This research aims to elucidate the nature of religious freedom tolerance according to the Qur'an in relation to social behavior. This study employs a descriptive-analytical method with literature collection techniques. The results of this research reveal that in tolerance, we must respect every religious freedom that exists in life. Freedom of religion in QS. Al-Baqarah verse 256 states that there is no compulsion in choosing a religion or belief. Thus, with the essence of religious freedom tolerance where every follower can adjust and control their behavior to respect each other without feeling threatened in their beliefs or receiving their social rights.