Rohmatun Lukluk Isnaini
UIN Sunan Kalijaga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalizing Governance of the Indonesian Language for Non-Native Speakers (BIPA) Program at ITB: Enhancing the Internationalization of Indonesian Higher Education Nisa Syuhda; Rohmatun Lukluk Isnaini; Indra Fajar Nurdin
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revitalizing Governance of the Indonesian Language for Non-Native Speakers (BIPA) Program at ITB: Enhancing the Internationalization of Indonesian Higher Education. Objectives: This study investigates the revitalization of the governance of the Indonesian Language for Non-Native Speakers/Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) program at the Bandung Institute of Technology (ITB) in order to achieve World Class University status and enhance the internationalization of higher education in Indonesia. Methods: The study explores the management of the BIPA program, covering aspects such as selection processes, available programs, instructor recruitment and qualifications, student benefits, teaching challenges, and strategies, utilizing qualitative research methods, including thematic analysis, interviews, focus group discussions, and document analysis. Findings: The findings reveal that the BIPA program at ITB is well-structured and funded, with highly qualified instructors, providing international students with opportunities for cultural immersion, career development, and community interaction. Despite challenges such as online learning, linguistic technicalities, and motivational issues, the BIPA program’s success at ITB is attributed to active learning processes, competent teachers, and an ambitious academic culture. Conclusion: The study acknowledges the limitations of focusing on ITB alone and recommends further research on other institutions and programs to contribute more comprehensively to the internationalization of Indonesian higher education. Keywords: BIPA program governance, internationalization; indonesian higher education, world Class University status.DOI: http://dx.doi.org/10.23960/jpp.v14.i2.202493
Asesmen pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi Anak Berkebutuhan Khusus di SD Negeri Giwangan Elisa Putri Kholifah; Abdul Rohman Al Atsari; Rohmatun Lukluk Isnaini
Journal of Islamic Education and Innovation Vol 6, No.1: January - June 2025 (In Press)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jiei.v6i2.10874

Abstract

SD Negeri Giwangan merupakan institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan inklusi. Sekolah ini mengimplementasikan pendidikan inklusi pada seluruh mata pelajaran, termasuk yaitu pembelajaran Pendidikan Agama Islam( PAI). Namun, guru menghadapi kendalam dalam penilaian proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, verifikasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran PAI dominan berpusat pada pengajar, yakni dengan ceramah dan demonstrasi, serta pembelajaran bersifat pengajaran existent. Penilaian pembelajaran melibatkan tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan fokus pada penerapan materi PAI dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan hambatan dalam pelaksanaan penilaian yaitu kurikulum  yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, keterbatasan buku ajar PAI yang sesuai terutama bagi siswa tunanetra yang memerlukan buku dengan huruf Braille, pengajar perlu menjalin hubungan emosional dengan siswa. Mengatasi kendala- kendala ini membutuhkan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penerapan pendekatan emosional yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa di SD Negeri Giwangan.