SD Negeri Giwangan merupakan institusi pendidikan yang menyediakan pendidikan inklusi. Sekolah ini mengimplementasikan pendidikan inklusi pada seluruh mata pelajaran, termasuk yaitu pembelajaran Pendidikan Agama Islam( PAI). Namun, guru menghadapi kendalam dalam penilaian proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penilaian pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak berkebutuhan khusus. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penampilan data, verifikasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan metode pembelajaran PAI dominan berpusat pada pengajar, yakni dengan ceramah dan demonstrasi, serta pembelajaran bersifat pengajaran existent. Penilaian pembelajaran melibatkan tiga ranah utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan fokus pada penerapan materi PAI dalam kehidupan sehari-hari. Peneliti menemukan hambatan dalam pelaksanaan penilaian yaitu kurikulum yang belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa, keterbatasan buku ajar PAI yang sesuai terutama bagi siswa tunanetra yang memerlukan buku dengan huruf Braille, pengajar perlu menjalin hubungan emosional dengan siswa. Mengatasi kendala- kendala ini membutuhkan pengembangan kurikulum yang lebih sesuai, penyediaan bahan ajar yang memadai, dan penerapan pendekatan emosional yang tepat untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi siswa di SD Negeri Giwangan.
Copyrights © 2025