Rakhmi Rafie
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN TUBERKULOSIS PARU TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG Febi Susanto; Rakhmi Rafie; Sandhy Arya Pratama; Achmad Farich
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i10.9871

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien Tuberkulosis Paru Terhadap Perilaku Pencegahan Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang mudah menular melalui droplet. Faktor pengetahuan dan sikap mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis di masyarakat dan berperan penting didalam menentukan keberhasilan suatu program pengendalian penyakit menular khususnya tuberkulosis. Mengetahui hubungan pengetahuan pasien mengenai pencegahan tuberkulosis paru dan sikap terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung tahun 2023. Menggunakan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Berdasdarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sampel sebanyak 105 orang. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Diketahui distribusi frekuensi pengetahuan responden sebagian besar adalah baik sebanyak 73 orang (69.5%), Sikap sebagian besar adalah positif sebanyak 65 orang (61.9%) dan perilaku sebagian besar adalah baik sebanyak 58 orang (55.2%).  Terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value=0,002) dan sikap (p-value=0.024) terhadap perilaku pencegahan tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Kedaton Bandar Lampung tahun 2023. Dalam menentukan keberhasilan perilaku pencegahan penyakit TB dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pengetahuan dan sikap individu.
Hubungan pH Kulit Wajah Dengan Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malayahati Dona Putri andi; Arif Effendi; Rakhmi Rafie; Chyntia Giska Aryunisri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 5 (2026): Volume 13 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i5.21835

Abstract

Akne vulgaris merupakan gangguan kulit umum yang ditandai dengan munculnya jerawat, komedo, dan peradangan pada wajah, utamanya di kalangan remaja dan dewasa muda. Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa variabel, contohnya produksi minyak berlebih, penyumbatan folikel rambut, pertumbuhan bakteri, dan peradangan. Selain itu, ketidak seimbangan pH kulit juga berperan penting dalam memperburuk kondisi akne vulgaris, karena pH yang tidak seimbang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan mengganggu fungsi pelindung kulit. Tujuan penelitian untuk memperoleh korelasi pH kulit wajah dengan peristiwa akne vulgaris yang terjadi dalam lingkup mahasiswa fakultas kedokteran malajayati 2024. Hasil penelitian terhadap 95 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi, ditemukan bahwa mayoritas mahasiswa dengan kondisi pH kulit cenderung asam (rentang 4,5–5,5) mengalami akne vulgaris, yaitu sebanyak 66 orang. Sementara itu, pada kelompok dengan pH kulit netral (rentang 5,6–7,0), hanya 20 yang mengalami akne vulgaris. Analisis statistik memperlihatkan terjadinya korelasi yang sangat signifikan antara level keasaman pH kulit dengan kejadian akne vulgaris, yang nilai signifikansinya senilai 0,000 (p0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kondisi pH kulit yang terlalu asam berpotensi besar dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan pH kulit dapat menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan dan pengelolaan akne vulgaris, khususnya di kalangan mahasiswa yang secara hormonal dan lingkungan sangat rentan mengalami gangguan kulit tersebut. Sehingga, adanya korelasi yang signifikan antara pH kulit wajah dengan peristiwa akne vulgaris yang terjadi dalam lingkup mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Malahayati 2024 dengan p-value 0,000 (p0,05).