Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analysis of the Significance of Perceived Meaningfulness in Determining the Strategic Position of the "Achieve Art Space" Art Gallery Destination in Yogyakarta Nanda Litausi’i Rizqina; Raden Roro Ratna Roostika
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 2 No. 06 (2023): November, International Journal of Economics, Business and Innovation Research
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to examine and evaluate the impact of destination image and destination quality on perceived meaningfulness and intention to return to Yogyakarta's "Achieve Art Space" art exhibition. Purposive sampling was used in this study's sample selection, with 275 respondents taking part in the study. This study used Structural Equation Modeling (SEM) using the SmartPLS version 3.0 software for statistical analysis. The findings of this study's data analysis show that destination quality has a positive and significant effect on destination image. The perceived meaningfulness of a place is positively influenced by its quality and image. Furthermore, destination quality, destination image, and perceived meaningfulness all have a positive and significant impact on the desire to visit again.
Kredibilitas Idol K-Pop sebagai Influencer dan Pembelian Impulsif Penggemar: Menguji Peran Kepercayaan dan Moderasi Persuasion Knowladge Khusnia Tazkiyatun Nafsiyah; Raden Roro Ratna Roostika
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i2.680

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh kredibilitas influencer, kredibilitas pesan, dan kredibilitas media terhadap kepercayaan pada postingan bermerek serta dampaknya terhadap urge to buy impulsively di kalangan penggemar Idol K-Pop di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga menguji peran persuasion knowladge sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Square (PLS) melalui SmartPLS versi 4.0. Sampel penelitian terdiri dari 302 penggemar K-pop aktif yang diperoleh melalui survei daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas influencer, pesan, dan media berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan pada postingan bermerek, yang kemudian mendorong munculnya urge to buy impulsively. Namun, persuasion knowladge tidak terbukti memiliki pengaruh moderasi yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun penggemar menyadari adanya strategi pemasaran dalam konten promosi, kepercayaan terhadap idol K-Pop tetap menjadi faktor utama yang mendorong pembelian spontan di media sosial. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pemahaman mengenasi perilaku konsumen dan strategi pemasaran digital melalui kolaborasi dengan figur publik.
FOMO dan Materialisme: Mengapa Gen Z Sering Menyesal Setelah Belanja Online Mochamad Rizal Khoirush Sholih Sholih; Raden Roro Ratna Roostika
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i3.686

Abstract

Perkembangan e-commerce yang pesat sangat memengaruhi perilaku belanja Generasi Z, termasuk dalam meningkatnya kecenderungan melakukan pembelian secara impulsif yang mengakibatkan rasa penyesalan setelah pembelian (post-purchase regret). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Price Value, Online Review, FOMO, dan Materialisme terhadap Impusive Buying serta dampak Post-Purchase Regret terhadap perilaku belanja online Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 250 responden Generasi Z yang pernah berbelanja melalui e-commerce yang dianalisis menggunakan SPSS dan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO, Hedonic Motivation, dan Price Value mampu meningkatkan dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Impulsive buying pada Generasi Z, sedangkan untuk Online Review dan Materialisme tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan pada Generasi Z. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelian impulsif lebih dipengaruhi oleh dorongan emosional dan persepsi nilai ekonomi dibandingkan pertimbangan yang rasional. Disisi lain, pembelian impulsif yang dilakukan cenderung mengakibatkan timbulnya rasa penyesalan setelah melakukan proses belanja online. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman perilaku belanja para Generasi Z di era digital, serta menjadi bahan pertimbangan para Generasi Z agar lebih bijak dalam mengambil Keputusan pembelian supaya mengurangi rasa penyesalan setelah pembelian.
Interaktivitas Live Streaming E-Commerce Sebagai Pemicu Perilaku Pembelian Impulsif (Urge To Buy Impulsively) Pada Konsumen E-Commerce Shopee Yousi Kurnia Artha; Raden Roro Ratna Roostika
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i3.697

Abstract

“Interaktivitas Live Streaming E-Commercesebagai Pemicu Perilaku Pembelian Impulsif (Urge to BuyImpulsively) pada Konsumen E-Commerce Shopee". Objek Riset: mahasiswa aktif pengguna shopee yang pernah melakukan pembelian produk melalui platform Shopee. Tujuan: menganalisis pengaruh attractiveness, trustworthiness, dan expertise host live streaming, serta product usefulness, purchase convenience, dan product priceterhadap perceived enjoyment dan perceived usefulness, serta dampaknya terhadap urge to buy impulsively, dengan mengadopsi model Stimulus-Organism-Response dari Lee dan Chen (2021). Metode: kuantitatif eksplanatori melalui survei kuesioner berskala Likert 6 poin yang disebarkan secara daring kepada 231 responden terpilih melalui teknik purposive sampling, dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling berbantuan SmartPLS 3.0. Hasil: dari sembilan hipotesis yang diuji, delapan hipotesis diterima, sementara pengaruh expertise terhadap perceived enjoyment dinyatakan tidak signifikan; perceived usefulness terbukti menjadi pendorong terbesar perceived enjoyment, sedangkan perceivedenjoyment menjadi prediktor tertinggi terhadap urge to buyimpulsively, dengan model mampu menjelaskan 48,9 persen variansnya. Disimpulkan bahwa kredibilitas host, karakteristik produk, serta faktor kognitif dan afektif konsumen berperan signifikan dalam memicu perilaku pembelian impulsif, dan penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel, menambahkan variabel moderasi, serta menerapkan desain longitudinal.