Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kegiatan “Fun Sensory Learning” Untuk Anak Usia 1-2 Tahun Di Panti Yayasan Mansyaul Ihsan Anita Puspita Julianti; Annida Salsabila; Fadhilah Artanti; Fima Chairunnisa; Meirantie Aulia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/pengabdian.v3i2.2446

Abstract

Kurangnya pemahaman orangtua terhadap perkembangan sensorimotor pada anak yang berdampak lambatnya stimulus pada perkembangan sensorimotor. Menstimulus sensori anak usia 1-2 tahun sangat penting. Apabila anak terstimulus sensorimotor dengan optimal dapat membantu membangun dan menguatkan koneksi saraf pada otak anak (perkembangan kognitif), memberikan informasi didunia sekitar anak dan membebaskan anak dalam bereksplorasi, seperti mengenali tekstur-tekstur, warna, nama hewan yang dapat membantu anak dalam pemahaman tentang dunia sekitar. Diperlukannya ide dalam metode pengabdian pada masyarakat dengan cara melakukan kegiatan sensori yang dilakukan selama 4 hari bertujuan untuk membantu orangtua di salah satu yayasan yang berada di pasawahan dengan menggunakan kegiatan kelas sensori, atas perizinan pihak yayasan mansyaul ihsan, serta orangtua dan anak-anak. Berbagai metode pengabdian yang dilakukan dengan kegiatan-kegiatan seperti bermain agar-agar, bermain beras, bermain biji selasih, dan bermain warna. Adanya kegiatan bernyanyi dan berbagi pengalaman sebagai kegiatan tambahan sehingga kegiatan ini terasa menyenangkan. Dari kegiatan kelas sensori yang kita lakukan tersebut bertujuan untuk mengasah dan menstimulus sensorimotor anak usia 1-2 tahun. Hasil yang didapatkan dari adanya kegiatan ini adalah orang tua mendapat informasi atau ilmu baru serta anak meningkatnya stimulus perkembangan sensori anak.
PELATIHAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM BAGI GURU RA NURUL QOLBI Anita Puspita Julianti; Fadhilah Artanti; Dhea Ardiyanti; Riani Suci Dewanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36759

Abstract

Early Childhood Education (PAUD) is an important phase in shaping children's character and basic abilities, so an innovative learning approach that is relevant to the demands of the 21st century is needed. The STEAM-based learning model (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) is one of the effective approaches to develop critical thinking, creativity, collaboration, and communication skills. However, its implementation at RA Nurul Qolbi still faces obstacles, especially related to the limitations of teachers' understanding and skills in designing integrated learning. This study aims to describe the STEAM training process for RA teacher Nurul Qolbi, evaluate its implementation in teaching and learning activities, and identify teachers' responses to the training. Using a descriptive qualitative approach with phenomenological methods, this study involved three teachers who were purposively selected and collected data through interviews, participatory observations, and documentation, which were analyzed using Creswell's phenomenological stages. The results of the study show that STEAM training has a positive impact on improving teachers' understanding and learning practices, who begin to integrate STEAM elements in children's play activities in a contextual and creative way. Teachers' responses to training have been very positive, marked by increased awareness of the importance of real-life experiential learning. This research is expected to contribute to the development of a more applicable and reflective model for early childhood education teachers.