Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gender and Tendency of Bullying Behaviour in Adolescents Atikah Fatmawati; Anisa Amiliana Angin; Edita Theresia Iin
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 5 No. 3 (2023): September: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v5i3.4129

Abstract

Violence is increasingly rampant everywhere, one of them in the field of education. One type of violence that often occurs in schools is bullying. One of the factors related to bullying behaviour is gender. This study aimed to analyze the relationship between gender and the tendency of bullying behaviour in adolescents at SMK Negeri 1 Dlanggu, Mojokerto Regency. A correlative analytic study with a cross-sectional approach was used in this study. The sampling technique used was proportional stratified random sampling and used a sample of 212 teenagers. The tool used to measure the tendency of bullying behaviour in adolescents is the Adolescent Peer Relations Instrument-Bully/Target (APRI-BT). The data analysis used is the chi-square test. The results showed that 44% of male respondents tended to be victims, while 39% of female respondents had tendencies to either be victims or perpetrators. The results of the statistical test using chi-square obtained a p-value of 0.715, which means that there is no gender relationship with the tendency of bullying behaviour in adolescents. There is no difference in the tendency of bullying in males and females; they have almost the same tendencies. Only the types are different. Men tend to bully directly, while women tend to bully indirectly. Bullying is a problem that can harm adolescents in the future. So, various efforts to prevent it must continue to be made.
Program GITAR LUKA (Gerakan Ibu Tanggap Luka Bakar) dalam Meningkatkan Literasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Atikah Fatmawati; Afif Zulfani; Dewi Anjarwati; Andhini Nur Wahyuni; Ivan Rizaldi; Muhammad Alif Aqil Hilmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i1.3993

Abstract

Luka bakar merupakan cedera rumah tangga yang sering terjadi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan pertolongan pertama yang tepat. Rendahnya literasi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, masih menyebabkan praktik penanganan yang keliru. Program GITAR LUKA (Gerakan Ibu Tanggap Luka Bakar) dirancang sebagai intervensi edukasi berbasis komunitas untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada luka bakar. Kegiatan ini menggunakan desain pre-test dan post-test pada 35 ibu rumah tangga di lingkungan perumahan. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, demonstrasi praktik, diskusi, serta distribusi media edukasi. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan, dari rata-rata 58% pada pre-test menjadi 89% pada post-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi pertolongan pertama luka bakar serta berpotensi mengurangi praktik penanganan yang berisiko. Program GITAR LUKA dapat dijadikan model pengabdian masyarakat yang aplikatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi kejadian luka bakar di lingkungan rumah tangga.