Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementation of Forward Reverse Control and Monitoring on Three Phase Motor with Siemens S7-1200 PLC Based on LabView HMI and OPC Muslimin; St. Nurhayati Jabir
JEAT : Journal of Electrical Automation Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JEAT : Journal of Electrical and Automation Technology
Publisher : UPPM Poltek ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jeat.v2i1.513

Abstract

Implementasi kontrol motor tiga fasa dengan PLC Siemens S7-1200 dapat meningkatkan automasi pada industri. Pada lembaga pendidikan implementasi kontrol motor tiga fasa dengan PLC Siemens dalam modul forward reverse berbasis HMI LabView dan OPC sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dalam hal pengontrolan motor tiga fasa dengan PLC Siemens, serta mengintegrasikan antara PLC dan HMI LabView menggunakan protokol OPC. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat implementasi kontrol dan monitoring forward reverse pada motor tiga fasa dengan PLC Siemens S7-1200 berbasis HMI LabView dan OPC. Metode yang digunakan yaitu dengan melakukan desain melalui perancangan hardware dan sofware program untuk menjalankan sistem. Bila kedua proses selesai selanjutnya adalah melakukan pengujian dan pengukuran performance untuk mengetahui bahwa sistem telah berkerja dengan baik. Hasil pengujian koneksi kabel ethernet LAN antar modul PLC dengan PC tidak terdapat gagal koneksi antara PLC dan PC. PLC S7-1200 dengan IP Address 192.168.0.1 terkoneksi dengan PC dengan IP Address 192.168.0.10 dengan baik. Pengujian koneksi OPC server terhadap OPC client menunjukan kualitas data untuk tiap tag I/O dengan nilai good yang artinya komunikasi antara OPC server terhadap OPC client berhasil dengan baik. Pengujian pengendalian forward reverse motor induksi tiga fasa menunjukan bahwa putaran motor dapat dikendalikan sesuai dengan durasi waktu yang relah ditentukan tanpa kegagalan adanya kegagalan kendali. Sesuai dengan hasil seluruh pengujian maka disimpulkan sistem telah bekerja dengan baik.
Automatic Shrimp Packaging System Based on Weight Using Conveyors St. Nurhayati Jabir; Wahidah; Muhammad Adri Adinawan
JEAT : Journal of Electrical Automation Technology Vol. 2 No. 1 (2023): JEAT : Journal of Electrical and Automation Technology
Publisher : UPPM Poltek ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jeat.v2i1.514

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga penggunaan cara konvensional sudah tidak efesien lagi. Saat ini dibutuhkan alat yang dapat memudahkan manusia dalam melakukan pekerjaan seperti dalam proses pengemasan udang di industri masih menggunakan cara manual yaitu mengambil udang kemudian dimasukkan kedalam plastik kemasan lalu ditimbang sesuai dengan permintaan dari konsumen. Pembuatan model alat pengemasan otomatis berawal dari industri yang masih menggunakan penghitungan dan pengemasan dan penimbangan secara konvensional. Tujuan penelitian ini membuat sistem pengemasan udang otomatis berdasarkan berat menggunakan konveyor, pada penelitian ini digunakan konveyor sebagai alat penggerak box dan udang Setelah melakukan perancangan dan pengujian dan analisa alat dapat disimpulkan yaitu dari pengujian alat pengemasan udang berdasarkan berat ini sensor load cell sebagai sensor berat berfungsi dengan baik dengan data percobaan menggunakan berat 100 gram memiliki akuratan 90% sedangkan dengan data percobaan menggunakan berat 50 gr memiliki ke akuratan 100% Dalammendeteksi berat udang dalam box pengemasa, dengan menggunakan kecepatan 255 rpm motor dc konveyor serta proximity sebagai sensor kedatangan box pengemasan bekerja dengan baik sesuai program yang telah dibuat.
ESP32-Based Inventory Tracker for Goods Recording with Barcode Identification Sitti Wetenriajeng Sidehabi; Wahidah Wahidah; St. Nurhayati Jabir; Muh Rizal Wahyudin; Muhammad Fauzan Suharman
Research in Education, Technology, and Multiculture Vol 5, No 3 (2026): Research in Education, Technology, and Multiculture
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/rietm/v5i3.pp208-221

Abstract

Manual inventory recording remains vulnerable to delayed updates, transcription errors, and repeated reconciliation, particularly in warehouse units that still rely on spreadsheet-based data entry. This study aims to design and evaluate a Smart Inventory Tracker for recording goods at the PT Berkah Industri Mesin Angkat Site Kendari by integrating barcode scanning, ESP32-based edge processing, and cloud-based storage. The prototype used an ESP32 development board, a GM66 barcode scanner communicating through a Universal Asynchronous Receiver-Transmitter (UART) interface, a thin-film transistor (TFT) display driven through the Serial Peripheral Interface (SPI) protocol, a 12 V DC power supply with step-down regulation, a JSON reference database hosted on GitHub, and a Google Apps Script endpoint for writing validated transactions to Google Spreadsheets. The evaluation followed an engineering research approach covering hardware assembly, software integration, database matching, transaction logging, and functional testing. System performance was assessed through barcode readability distance testing, registered and unregistered barcode validation, end-to-end response-time measurement, and paired comparison with manual Google Sheets recording. Barcode reading was reliable at 3.7-16.4 cm, while scans at 3.6 cm and 16.5 cm failed outside the empirically verified optical working range. Ten registered barcode samples were successfully displayed and recorded, with an average end-to-end cloud logging time of 4.58 s per item. Manual recording required 45.57 s per item on average; therefore, the automated method reduced the observed recording duration by 40.99 s per item, equivalent to an 89.94% time reduction. Unregistered barcodes were rejected and were not appended to the spreadsheet. These findings indicate that the architecture supports faster and more consistent recording for small- to medium-sized warehouse operations. However, component-level latency logging, offline buffering, and broader network-condition testing remain necessary before large-scale commercial deployment. Keywords: Inventory management, ESP32, Barcode identification, Internet of Things (IoT), Google spreadsheets.