Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Islamic Micro Finance Institutions' Existence, Role, and Challenges in Developing the Indonesian Micro Business Sector Post Covid 19 Pandemic Jamaludin, Nur; Miftahurrahmah, Miftahurrahmah; Muizzudin, Muizzudin
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 7 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v7i2.7254

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran penting dan tantangan yang dianut oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah (KPI) dalam memajukan perekonomian Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif, penelitian ini melakukan kajian literatur yang ada. Penelitian ini juga mencakup pemeriksaan analitis melalui perbandingan dengan temuan sebelumnya dan artikel yang relevan. Temuan utama studi ini menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh Lembaga Keuangan Mikro Syariah dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lembaga-lembaga ini muncul sebagai sumber penting dukungan keuangan untuk kegiatan pasar dan ekspansi bisnis, sehingga memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Sebagai komponen integral dari sektor keuangan non-bank, Lembaga Keuangan Mikro (LKM) merupakan bagian penting dari upaya pengentasan kemiskinan pemerintah, yang bertujuan untuk memberdayakan individu yang terpinggirkan dan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM). This study aims to investigate the pivotal roles and challenges embraced by Islamic Microfinance Institutions (IMFIs) in driving forward the Indonesian economy. Employing a descriptive-qualitative research approach, this study conducts a comprehensive review of existing literature. The research also includes analytical examinations through comparisons with previous findings and relevant articles. The study's key findings underscore the essential role played by Islamic Microfinance Institutions in supporting the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). These institutions emerge as a critical source of financial support for market activities and business expansion, thus making a substantial contribution to the national economy. As integral components of the non-bank financial sector, Microfinance Institutions (MFIs) represent a vital part of the government's poverty alleviation efforts, aimed at empowering marginalized individuals and fostering the growth of small and medium enterprises (MSMEs).
USING STUDENT SATISFACTION QUESTIONNAIRE TO MANAGE THE LECTURER’S PERFORMANCE Muizzudin
Krisnadwipayana International Journal of Management Studies Vol 1 No 2 (2021): Krisnadwipayana International Journal of Management Studies
Publisher : Program Studi Magister Manajemen Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35137/kijms.v1i2.598

Abstract

The concept of student satisfaction is too broad covering facilities, lecturers, and others. This paper focuses only on managing the lecturer’s performance based on student satisfaction towards what normally a lecturer has done in teaching. The research is aimed at evaluating the lecturer performance in teaching English 2 based on the students’ observation during the online course as the effect of COVID Thecollecteddata from the questionnaire provided for the students is analyzed by using Importance-Performance Grid. The results reveal that the weakness and strength areas of the lecturer can be mapped in four classifications: first, what the lecturer should improve because the lecturer’s performance perceived by the students is in the low level and the students’ expectation is in the high level; second, what the lecturer should maintain or keep going because the lecturer’s performance and the students’ expectation at the same time are in the high level; third, what the lecturer should maintain but think about the weighting of it because the lecturer’s performance is in the low level and the students’ expectation is also in the low level; fourth, what the lecturer should reduce the emphasis if possible because the lecturer’s performance is in the high level and the students’ expectation is in the low level. This research is one of the first attempts to explore what the lecturer can do to improve the performance accordingly in measurable and manageable way by the lecturer himself/herself.
IMPLEMENTASI HYBRID CONTRACT (MULTI AKAD) DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH Abdul Rachman; Ade Citra Zahara; Muizzudin Muizzudin; Didi Suardi; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i1.737

Abstract

Perbankan syariah dituntut untuk dapat melakukan pengembangan produk yang lebih inovatif dan kompetitif sehingga dapat bersaing pada sektor perbankan di Indonesia. Salah satu pengembangan produk adalah dengan menerbitkan produk dengan menggunakan multi akad (Hybrid Contract). Multi akad merupakan sebuah konsep dalam perbankan syariah di mana sebuah produk atau transaksi menggunakan kombinasi dari dua atau lebih akad (kontrak) syariah yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa konsep Hybrid Contract (multi akad) dan mengeksplorasi berbagai bentuk implementasi Hybrid Contract (multi akad) dalam produk dan layanan perbankan syariah dalam perspektif Fikih Muamalah. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Penelitian ini mendapati bahwa implementasi Hybrid Contract (multi akad) dalam perbankan syariah terdapat tiga model akad, yaitu: Pertama, model akad tunggal, mengacu pada situasi di mana hanya satu jenis perjanjian yang terlibat dalam suatu transaksi. Kedua, akad berganda atau Murakkabah yaitu penggabungan beberapa akad dalam satu proses muamalah dengan cara disatukan atau beralih, di mana semua kewajiban serta hak pada akad-akad tersebut dipersepsikan sebagai akibat ketentuan dari suatu transaksi. Ketiga, akad terbilang (Muta’addidah) merujuk pada perjanjian yang melibatkan berbagai aspek seperti objek, akad, pelaku, harga, dan sebagainya yang terdiri lebih dari satu perjanjian yang digabungkan dalam satu transaksi. Multi akad dalam perbankan syariah berdasarkan perspektif Fikih Muamalah adalah boleh dengan syarat harus sesuai dengan ketentuan prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaannya yaitu dengan adanya ketetapan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
Peningkatan Kesadaran PHBS dan Pencegahan Tuberkulosis melalui Edukasi dan Pendampingan Posyandu di Desa Jambe, Tangerang Didi Suardi; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar; Oom Komariyah; Shofiah Tidjani; Nur Jamaludin; Muizzudin Muizzudin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25633

Abstract

ABSTRAK Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keterlambatan deteksi Tuberkulosis (TBC), serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu menjadi permasalahan kesehatan di Desa Jambe, Tangerang. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai PHBS, pencegahan TBC, serta optimalisasi peran Posyandu dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik cuci tangan, edukasi mengenai gejala dan pencegahan TBC, pelatihan kader kesehatan, serta pendampingan kegiatan Posyandu. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi terhadap partisipasi masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman PHBS pada lebih dari 80% peserta, peningkatan kemampuan mengenali gejala TBC pada 70% peserta, serta peningkatan partisipasi ibu hamil dalam Posyandu dari 40% menjadi 70%. Program ini membuktikan bahwa edukasi partisipatif dan pendampingan kader efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat serta memperkuat fungsi Posyandu sebagai layanan kesehatan preventif di tingkat desa. Kata Kunci: PHBS, Tuberkulosis, Posyandu, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat.  ABSTRACT Low implementation of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), delayed detection of Tuberculosis (TB), and limited community participation in Posyandu activities remain public health concerns in Jambe Village, Tangerang. This community service program aimed to improve public awareness and knowledge regarding PHBS, TB prevention, and the optimization of Posyandu services for maternal and child health monitoring. The program was conducted over one month through interactive counseling sessions, handwashing demonstrations, TB prevention education, cadre training, and Posyandu assistance. Evaluation was carried out using pre- and post-tests and participation observation. The results showed increased PHBS understanding in more than 80% of participants, improved TB symptom recognition in 70% of participants, and increased Posyandu attendance among pregnant women from 40% to 70%. These findings indicate that participatory education combined with cadre mentoring effectively strengthens community health awareness and enhances the preventive function of Posyandu at the village level. Keywords: PHBS, Tuberculosis, Posyandu, Health Education, Community Service.
Peningkatan Literasi Al-Qur’an dan Akhlak Islami Anak melalui Pesantren Kilat di Desa Jambe Didi Suardi; Aisyah Defy R. Simatupang; Martavevi Azwar; Iti Septi; Shofiah Tidjani; Nur Jamaludin; Muizzudin Muizzudin; Agus Supriyatno; Hikma Gustina Rambe; Duni Duni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi Al-Qur’an dan pembinaan akhlak Islami anak usia sekolah dasar di Desa Jambe, Kabupaten Tangerang. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kelancaran membaca Al-Qur’an, lemahnya penerapan tajwid, serta belum optimalnya pembiasaan akhlak dan ibadah harian. Solusi yang dilakukan ialah program Pesantren Kilat berbasis partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaan menggabungkan Participatory Action Research dan service learning melalui tahapan observasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar pre-test dan post-test bacaan Al-Qur’an, lembar observasi perilaku, catatan lapangan, serta umpan balik orang tua. Subjek pengabdian adalah 100 anak usia sekolah dasar di Desa Jambe. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan rata-rata 38,7% dan perubahan perilaku positif pada 80% peserta, terutama dalam disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial. Program ini efektif sebagai model pendidikan Islam berbasis komunitas.